Selasa, September 19, 2017

Better Together Traveling to Jogja (Again)

Hai teman-teman… cukup lama juga ya nggak nulis traveling. Terakhir tentang Wisata Kampung Enem, itupun travelingnya nggak sama keluarga,hiks. Kalau yang bareng suami dan anak-anak sih sudah agak lama. Pas liburan akhir tahun kemarin (padahal masih enam bulan yang lalu, hehehe) tapi kok rasanya sudah lamaaaa banget ya.

Nah, kebetulan si kakak lagi liat-liat foto di folder laptop bunda dan menemukan fotonya pas lagi di pantai. Lantas dia nanya, “itu di pantai mana, Bund? Kok kakak lupa ya?”

saat ke parangtritis, kakak masih 3 tahun
 Ya iyalaah… lha wong itu foto tiga tahun yang lalu saat kakak masih berumur tiga tahun. 😂 *ngakak bareng deh. Ternyata kakak menemukan fotonya saat kami traveling ke paris alias Pantai Parangtritis di Yogyakarta. Jadi pengen ke jogja lagi… *sambil bayangin Paris dan Malioboro

Sebenarnya sudah dua kali saya ke Yogyakarta, pertama saat masih kuliah dan kedua saat sudah punya satu anak plus sedang hamil. Namun saya kurang bisa menikmati kedua momen tersebut. Saat kuliah, ke Jogja hanya untuk studi banding dan sedikit sekali waktu untuk jalan-jalan. Kedua kalinya saya sedang hamil dan agak malas jalan-jalan karena sering mual, jadi ceritanya saat itu sedang berkunjung ke rumah adik ipar yang ada di Bantul.

Saat di Malioboro
 Saya pun berembug dengan ayah (baca: suami). Gimana kalau pas ada long weekend traveling ke Jogja aja. Ajakan saya disambut kakak dengan girang dan ayah mengiyakan dengan syarat. Hah? Pakai syarat? Iya, syaratnya harus nabung mulai sekarang. Wkwkwkwk. Kalau dulu sih masih bertiga, lha sekarang kan personilnya nambah satu sehingga biaya perjalanan juga nambah. Apalagi saya ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang belum pernah saya jamah.

Pertama, Taman Pintar. Pernah adik saya menawarkan ke taman pintar, tapi saya tolak karena saya ingin ke Parangtritis saja waktu itu. Belakangan saya menyesal karena ternyata taman pintar itu unik dan keren. Tempat wisata sekaligus taman bermain untuk anak-anak. Kabarnya di Taman Pintar anak bisa bermain sambil belajar ilmu pengetahuan melalui wahana yang tersedia.

Baca juga: Taman Pintar Yogyakarta, Kawasan Wisata Keluarga

Kedua, Malioboro. Kendati Malioboro selalu saya datangi tiap kali ke Jogja, tapi saya masih saja tergiur untuk menikmati jalan yang terbentang dari Tugu Yogyakarta sampai Kantor Pos Yogyakarta ini. Entah mengapa Jalan Malioboro selalu ramai pengunjung, mungkin karena di tempat ini wisatawan bisa menemukan beragam souvenir khas mulai dari kaos, batik, blangkon, sandal, kerajinan tangan, hingga jajanan khas Jogja yaitu bakpia patok dan yangko.

Ketiga, saya juga ingin berkunjung ke Pantai Parangkusumo yang terkenal dengan batu cintanya. Terletak 30 km dari pusat kota Yogyakarta, konon pantai ini diyakini sebagai gerbang masuk istana laut selatan. Wow, semakin penasaran aja untuk menikmati keindahan sunset dan sunrise-nya.

Cek juga informasi pantai di jogja di Blog Traveloka

Ketiga tempat itu saja sih yang ingin saya kunjungi, tempat wisata lain seperti pasar beringharjo, keraton, alun-alun, dan pantai yang lain di Jogja menyusul deh kalau masih ada waktu. Suami manggut-manggut mendengar rencana saya tersebut, lantas dia nanya mau naik apa dan nginep dimana? Sedangkan adik ipar yang tinggal di Jogja sedang merenovasi rumahnya.

Alhamdulillah, jaman sudah semakin canggih dan tinggal klik sudah bisa dapat apa yang kita mau. Salah satu kemudahan saat akan traveling ya untuk mencari tiket pesawat dan hotel. Teman-teman blogger yang sering traveling menyarankan saya ke traveloka aja, wah benar saja ternyata ada fitur baru Paket Tiket Hotel Traveloka. Ternyata suami saya juga baru tahu fasilitas traveloka untuk paket booking tiket pesawat dan hotel yang jadi satu. Jadi tidak perlu memesan tiket dan hotel secara terpisah seperti yang biasa kami lakukan.

kemudahan memilih tiket pesawat dan booking hotel dalam satu waktu
 
Saya memilih liburan akhir tahun karena saya bekerja di lembaga pendidikan, jadi paling enak kalau traveling pas long weekend. Sedangkan suami saya wiraswasta, bisa kapanpun kalau mau liburan, hehehe. Jadi saya memilih saat liburan akhir semester yang bertepatan dengan libur natal dan tahun baru. Bisa sekalian menjenguk adik ipar yang ada di Jogja, sayang sekali kan kalau nggak mampir.






Baca juga: Traveling Aman Emak Nyaman

Cara booking tiket dan hotel di traveloka cukup mudah, tinggal pilih jadwal penerbangan dan hotel yang diinginkan. Maka pilihan penerbangan dan hotel yang Anda tentukan akan muncul, jika tidak sesuai bisa pilih ulang kok. Siip, kan? Tidak perlu kemana-mana, dari android pun bisa. Sangat menghemat waktu, bukan?
tiket pesawat dan hotel langsung tersedia saat itu juga

Selain harganya yang juga bersaing dengan layanan penyedia tiket pesawat dan hotel lainnya, traveloka juga menunjukkan harga secara gamblang, nggak ada yang ditutup-tutupi. Nah, ini yang paling saya suka, bisa menyesuaikan dengan isi kantong/dompet. So, setelah selesai booking saya dan suami agak surprise dong, baca nominal yang harus kami bayar hemat hingga 15%. Lumayan kan?  Better together, begitu kata traveloka, maksudnya lebih baik pesan tiket pesawat dan hotel secara bersamaan.

Oiya, pembayarannya pun mudah dan banyak metodenya. Bisa pilih traveloka official payment partners yang tersedia.

hemat hingga Rp. 560.208, lumayan buat wisata kuliner

Lebih surprise lagi saat suami saya mencoba memesan tiket secara terpisah dan harganya beda jauh. Ulala… beda hingga lima ratus ribu lebih, Bo’. Uang segitu kan bisa dipakai untuk wisata kuliner, tahu sendiri kan jogja itu surganya kuliner, hahaha… *dasar emak-emak tukang makan.

Nah, bagi Anda yang ingin berhemat saat traveling, hunting akomodasi lewat traveloka aja, best all-round convenience, best price, honest price, and guarantee. Masih mikir? Langsung deh klik traveloka.com dan temukan benefitnya.

Senin, September 18, 2017

Dak Galbi Korean Barbeque: Cara Asyik Menikmati Makanan Korea di Malang



Dak Galbi Korean Barbeque - Demam drakor alias drama korea telah melanda Indonesia. Mulai dari ABG hingga emak-emak, bahkan mungkin nenek-nenek juga ketagihan nonton drama korea. Oh my good… Remaja pada nggak ngerjakan PR karena penasaran dengan ceritanya, emak-emak lupa nyuci seragam hingga anaknya pakai seragam apek ke sekolah karena apa coba? Nonton drama korea. Hahaha… Sampai-sampai teman-teman bloger juga jarang update blog karena ada aplikasi baru nonton drama korea gratis jika pakai operator tertentu. Oh, kalau yang terakir ini saya nggak berani coba, takut ketagihan juga.

Baca juga: UGD Versi Drama Korea VS UGD Versi Saya

Nah, berbicara tentang drama korea, apa sih yang menarik selain ceritanya yang hampir selalu memukau? Banyak dong, pakaiannya yang unik, setting lokasinya yang selalu bagus, dan juga kulinernya yang unik. Saya suka drama korea sudah sejak 13 tahun yang lalu, Jewel in The Palace alias Da Jang Geum adalah drama korea pertama yang paling saya suka. Setelah itu jadi sering nonton lewat TV karena belum tahu kalau ternyata di internet bisa download, duh gaptek banget pas SMA.

Berbicara tentang makanan korea, sudah sejak lama ingin mencoba. Tapi cuma pengen aja tanpa ada usaha. Hehehe. Jadi, kali pertama saya nyoba makanan korea di Bazar MTQ UB 2017 yaitu mie ramyeun dan tteokbokki. Setelah itu jadi penasaran dengan makanan korea yang lain dan pas beli buku di wilis Malang, ada Dak Galbi Korean Barbeque di depannya. Penasaran melanda, mampirlah saya bersama adik dan anak wedok.

Dak Galbi tampak seperti lorong

Pas di depan restonya, yang saya pikirkan pertama kali adalah kehalalannya. Halal kah? Eh ternyata ada beberapa pengunjung yang pakai kerudung. Oke, saya positif thinking aja deh, semoga halal 😁

Saat membuka pintu, para pelayan secara kompak menyapa annyeong haseyo yang artinya “halo”. Hmm… Restonya tidak terlalu besar, meja dan kursi berjajar di sebelah kanan dan kiri, mirip lorong gitu. Trus di meja ada semacam lubang yang ditutup dan akan dibuka saat pengunjung memesan barbeque. 

Sambil menunggu pesanan datang, saya menikmati lagu-lagu korea yang sepertinya sengaja diputar agar suasana resto semakin dramatis 😇. Yup, DakGalbi Korean Barbeque juga menyajikan lagu-lagu korea tanpa henti.

Aseeek… Pesanan dataang… 

Wow, diluar dugaan saya, ternyata setiap menu berisi porsi besar. Pantas saja harganya mahal, satu menu bisa dimakan 2 hingga 3 orang. Saya pesan Cheese Buldak dan adik saya pesan Hot Ramyeon. Dimana-mana makanan korea terkenal dengan rasa pedasnya. Pas pertama beli ramyeon di Bazar MTQ UB 2017 saya tidak tahan dengan rasa pedasnya. Tapi di Dak Galbi Korean Barbeque pedasnya pas di lidah, tidak membuat mulut kebakaran.

Cheese Buldak, Ayam Pedas Mozarella

Ayam+kentang goreng bertabur keju mozarella yang lumer di mulut
40K bukan harga yang mahal jika bisa dinikmati berdua 😋 karena porsinya besar

Awalnya penasaran dengan namanya yang unik, maklum meskipun penggemar drama korea saya gak paham bahasa korea selain anyeong haseyo, gomawo, dan saranghae 😜 Tahu dari google kalau "bul" (dalam bahasa korea) artinya api/kebakaran, "dak" artinya ayam. So, bisa disimpulkan sendiri Cheese Buldak adalah … (ayam bakar?) 😱

Lebih tepatnya nih, bahan utama Cheese Buldak di Dak-Galbiadalah potongan besar ayam dan kentang yang diiris-iris. Saus terbuat dari campuran  soy sauce, gochukkaru chili powder, gochujang chili paste, starch syrup, garlic, and cheongyang pepper (perkiraan aja sih ini campurannya, 😎). Lalu ada keju mozzarella di atasnya. Ayamnya empuk, rasanya pedas manis, tapi pedasnya pas laah. Nggak pedas banget, jadi masih bisa dinikmati. 

Hot Ramyeon

 
Mie Ramen dengan isian sayur dan telor mentah, tapi matang kok kalau sudah dicampur karena kuahnya sangat panas

45K menurut saya cukup murah karena isinya bukan hanya ramen tapi juga udang, ayam, dan aneka sayuran. Rasanya yang mantap dan porsinya yang besar cukup mengenyangkan 2 orang

Setelah merasakan cheese buldak yang masshiseoyo alias enak, saya dan adik memutuskan memesan satu makanan lagi. Hot Ramyeon, mie ramen pedas, yaitu  mie gandum dalam kuah kaldu berbumbu dengan aneka toping sebagai tambahannya. Meskipun namanya ‘hot’ ramyeon, rasanya nggak terlalu pedas kok. Menurut saya sih pedasnya cukup, kuahnya enak dan pas di lidah. Kayaknya sih gochujang (pasta cabai korea) nya nggak terlalu banyak. Sebelumnya saya pernah beli ramen yang murah dan terlalu banyak gochujang, jadinya bibir sampai dower Hahaha.

Hot Ramyeon di Dak Galbi Korean Barbeque, bukan sekedar mie ramen rasa gochujang lho pemirsa. Tapi benar-benar seperti ramyeon yang dihidangkan di korea sana. Yang paling menarik bukan pakai mangkuk, tapi panci kecil yang unyu. Duh, saya langsung bayangin makan ramyeon panas-panas kayak artis korea 😝. Nah, selain mie ramen ada sayuran cambah dan wortel serta udang, ayam, dan telor mentah diatasnya. Saking panasnya, setelah telor kita campur (diaduk-aduk) akan matang dengan sendirinya. #ngilerdeh


Harga sesuai Rasa

Awalya saya merasa berat di kantong, mahal bangeeet... Tapi setelah selesai makan, nggak nyesel deh. Malah pengen mampir lagi ke Dak Galbi Korean Barbeque, tapi sama teman-teman. Porsinya gede-gede jadi wajib bawa pasukan 😍



Mupeng? Langsung aja kepoin IGnya: @dakgalbi_resto
Atau datang langsung ke Restonya di Jl. Simpang Wilis Ruko Retawu B-7, Malang

Rabu, September 06, 2017

Serunya Menghabiskan Weekend di Wiken (Wisata Kampung Enem)


Wisata Kampung Enem - Menghabiskan weekend bersama keluarga tak melulu harus berlibur ke tempat wisata yang mahal. Apalagi pas tanggal tua, menyesuaikan isi dompet donk. 😀 Alangkah baiknya menjajal tempat wisata yang murah meriah, apalagi jika belum pernah terjamah. Biasanya tempat wisata yang baru itu selain murah kadang gratis (hahaha... biasa emak-emak suka gratisan).

Di Kabupaten Malang tepatnya Desa Patokpicis, ada tempat baru yaitu Wisata Kampung Enem (WIKEN). Pasti pada penasaran kan kenapa disebut sebagai WIKEN? Sama, saya juga penasaran hingga akhirnya saya beranikan diri bertanya kepada pengelola tempat wisata tersebut.

Beliau adalah Pak Darto, pengelola Wisata Kampung Enem. Tempat wisata yang berdiri di atas lahan perhutani ini juga disebut sebagai Hutan Pinus Patok Picis (HPP). Menurut Pak Darto, dulu hutan pinus ini ditinggali oleh enam kepala keluarga yang menempati enam rumah. Nah, pada perkembangannya empat kepala keluarga dikirim ke luar jawa mengikuti program transmigrasi. Sedangkan yang 2 keluarga bergabung dengan warga sekitar.

Tulisan-tulisan di area kempung enem lebih cocok untuk muda mudi


rumah pohon paling rendah

Nah, daripada hutan pinusnya nganggur. Pak Darto berinisiatif untuk menjadikannya sebuah tempat wisata berkonsep rumah pohon. Jadilah Wisata Kampung Enem (WIKEN). Di tempat ini terdapat kurang lebih 5 hingga 6 rumah pohon yang dapat dipanjat. Hehehe. Tapi awas ya, kalau takut mending jangan naik deh. Ntar kayak saya lagi, udah naik ke tingkat dua, kira-kira 3 meter lutut saya gemetar. Ya karena saya phobia ketinggian, hihihi.

Berhubung masih baru, belum dikenakan tarif masuk ke wisata kampung enem. Hanya saja perlu biaya parkir untuk menjaga keamanan penitipan kendaraan. Murah kok, just Rp.5000. Untuk menuju ke tempat wisata ini juga gak sulit, apalagi jika bawa kendaraan pribadi. Nggak perlu repot mencari ojek.

Wisata yang berjarak 6 kilometer dari jalan raya ini, dikelola oleh 48 warga yang saling bekerja sama. Saat ini ada enam warung yang menyediakan makanan untuk pengunjung, jadi nggak perlu khawatir kelaparan meski berada di pegunungan. Tapi, warung yang dikelola oleh warga ini belum menyediakan makanan yang bervariasi. Masih ada beberapa snack, seperti gorengan dan biskuit. Makanan berat, seperti pecel, bakso, dan gado-gado. Juga minuman panas, seperti teh, kopi, dan lainnya. Harga kisaran Rp. 5000 hingga Rp. 15.000.
enam warung tampak dari jauh

Oiya, setengah kilometer jalan menuju Wisata Kampung Enem ini merupakan makadam/jalan berbatu. Rencananya sih akan ada perbaikan dari pihak perhutani. Semoga tidak lama lagi jalan menuju ke WIKEN lebih mulus ya, amiin.

Jika teman-teman ingin mampir ke wisata kampung enem, hindari hari weekend atau liburan karena pastinya rame banget. Sedangkan tempatnya tidak terlalu luas, meskipun saat ini sebagian lahan digunakan sebagai Bumi Perkemahan. Jadi kalau bisa sempatkan datang saat weekday.




rumah pohon paling tinggi (tapi saya tidak berani naik ke atas)


Oke, yang ingin ke Wisata Kampung Enem langsung aja ke TKP.

Selasa, Agustus 29, 2017

[Resensi] Dilan: Romance atau Taktik Menguasai Wanita?


Cover Dilan (sumber: http://www.gramedia.com/)
Dilan: Romance atau Taktik Menguasai Wanita - Pernah merasa bosan dengan hubunganmu? Entah itu dengan kekasih, dengan suami, atau dengan ibu kamu. Oke, saya sarankan kamu baca novel "Dilan" dan saya jamin baper langsung hilang. Kok bisa? Yuk ah baca ulasan saya tentang "Dilan", biar kamu tahu kenapa 😉

"Selamat pagi."
"Pagi,"
"Kamu Milea, ya?"
"Iya."
"Boleh gak aku ramal?"
"Ramal?"
"Iya, aku ramal, nanti kita akan bertemu di kantin."
(Dilan, hal.20)

Begitulah awal perkenalan Dilan dengan Milea di sebuah jalan menuju sekolah. Milea siswa baru yang cantik, dan Dilan anggota geng motor yang baik hati, tidak sombong, dan juga ditakuti. Meskipun ramalan pertamanya salah, Dilan tak menunjukkan keputusasaan. Dia pun meramal lagi dengan mengirimkan surat kepada Milea (yang dititipkan kepada Piyan, teman dekat Dilan). Isinya seperti ini:

"Milea, ramalanku, kita akan bertemu di kantin, ternyata salah. Maaf, Tapi aku mau meramal lagi: Besok, kita akan bertemu"(hal.22)

Setelah menerima surat tersebut Milea tak bisa berhenti memikirkan Sang Peramal. Terlebih saat ramalan tersebut menjadi kenyataan. Meskipun awalnya Milea menebak ramalannya gagal karena "besok" adalah hari Minggu. Tapi tebakan Milea salah, Dilan datang bersama Piyan mengantarkan surat undangan yang berisi:

"Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan, mengundang Milea Adnan untuk sekolah pada: Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat,dan Sabtu" tertanda Tuan Hamid Amidjaya (kepala sekolah Milea) (hal. 27)

Milea semakin penasaran dan ingin tahu siapa Dilan. Mengapa ada makhluk aneh seperti Dilan yang gigih ingin mendekatinya. Kelakuan Dilan sesaat membuat Milea lupa jika ia telah memiliki Beni, pacarnya yang ada di Jakarta. Pacar yang sangat menyayangi Milea dan hampir setiap hari meneleponnya. Pacar yang sering mengirimi surat yang isinya jiplakan puisi Kahlil Gibran 😒

puisi yang dibuat Dilan untuk Milea

Pertemuan berikutnya Dilan menemui Milea saat pulang sekolah dan berniat naik angkot dengannnya. Seperti sebelumnya, Dilan berusaha mendekati Milea dengan kata-kata konyolnya.

"Milea"
"Kamu cantik" kata Dilan dengan suara pelan tanpa memandang Lia.
"Makasih," jawab Lia sambil tetap baca buku.
"Tapi, aku belum mencintaimu" kata Dilan. "Enggak tahu kalau sore"
(hal. 34)

Sikap konyol Dilan membuat Milea tersipu malu dan semakin memikirkannya. Tapi Milea terlalu malu untuk menanyakan siapa nama peramal itu. Dia tidak ingin menampakkan rasa penasarannya. Hingga suatu ketika Milea tahu bahwa peramal itu bernama Dilan, anggota geng motor yang ditakuti banyak siswa. Milea mengira Dilan anak yang jahat dan sangat nakal.

Baca juga: No Excuse, Halau Pikiran Negatif dan Raih Suksesmu!


Kecantikan Milea membuat beberapa teman dekatnya naksir. Seperti Nandan teman sekelas yang juga suka padanya. Tapi Milea tidak menyukai Nandan, hatinya masih terusik dengan keusilan Dilan yang semakin menjadi-jadi. Keusilan yang membuat Milea selalu tersenyum. Mulai dari kedatangan Dilan yang mengaku sebagai utusan kantin sekolah, Dilan yang memberinya TTS yang sudah tidak kosong lagi sebagai hadiah ulang tahun, hingga Dilan yang sering menelponnya hanya untuk mengatakan hal-hal yang membuat Milea tertawa.

SELAMAT ULANG TAHUN,MILEA.
INI HADIAH UNTUKMU,CUMA TTS.
TAPI SUDAH KUISI SEMUA.
AKU SAYANG KAMU
AKU TIDAK MAU KAMU PUSING
KARENA HARUS MENGISINYA
DILAN!
(hal.72)

Masih banyak sikap unik yang dilakukan Dilan di depan Milea. Untuk merebut hati mojang Bandung  yang akhirnya luluh itu. Bagaimana tidak luluh jika Dilan selalu membuat Milea tertawa, bahagia, dan nyaman. Dilan yang suka ngegombal tapi membuat suasana romantis. Pertahanan hati Milea pun kandas dan perlahan tapi pasti jatuh hati pada Dilan.

Aku merasa mulai senang berbicara dengannya bahkan ingin lama. Berbicara dengannya aku merasa seolah-olah bisa berbicara tentang segala sesuatu! Dan kalau aku harus jujur, aku juga merasa mulai suka padanya.(hal.53)

Hingga suatu hari Milea berkenalan dengan Bunda Dilan dan langsung merasa akrab. Bunda senang bisa bertemu gadis yang disukai anak laki-lakinya. Milea pun senang bukan main bisa bertemu seseorang yang telah mengandung pemuda yang ia cintai. Huh, so sweet 😍. Tak segan-segan Bunda menceritakan sosok Dilan kepada Milea. Hobi Dilan, makanan kesukaan Dilan, kebiasaannya Dilan yang suka membaca buku dan majalah Tempo. Betapa bahagianya Milea bisa membaca puisi Dilan dan tahu isi kamarnya.

Baca juga: Mau Sehat dapat Pahala? Donor Aja!

Seperti kisah cinta yang lain, percintaan Dilan dan Milea juga tak mulus-mulus amat. Banyak rintangan yang harus mereka hadapi. Seperti keberadaan Kang Adi, pembimbing belajar yang juga jatuh hati pada Milea. Juga kekhawatiran Milea kepada Dilan yang takut kenapa-kenapa karena Dilan adalah geng motor. Tapi di lingkungan keluarga tidak ada masalah, Bunda Dilan dan Ibu Milea pernah bertemu dan akrab. Bunda Dilan suka dengan Melia, pun sebaliknya Ibu Melia suka dengan Dilan yang rame dan seru.

Salah satu tingkah lucu Dilan, memproklamirkan hari jadiannya dengan Milea. Serius lho saya baca ini sampai ngakak. Duuh... romantis deeh 😍😍
 Namun, masalah yang ada bukanlah halangan bagi mereka untuk saling mencintai karena Dilan sangat pandai membuat suasana menjadi nyaman. Dilan memiliki kekuatan luar biasa untuk membuat Milea merasa senang dan benar-benar tertawa. Dilan bisa membuat Milea merasa seru hidup di bumi, seolah-olah cukup hanya dengannya. Milea merasa hidup jadi menarik lebih dari apapun.

Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli. (328)

Sama seperti Milea, awalnya saya juga mengira Dilan adalah pemuda urakan yang haus kasih sayang. Kok sampai segitunya mengejar Milea dan mengharapkan cintanya. Biasanya kan anak yang caper alias cari perhatian itu di rumahnya juga kurang kasih sayang.Tapi tidak dengan Dilan, Bundanya kepala sekolah yang sangat menyayangi Dilan. Bahkan Bunda tidak marah ketika harus datang ke sekolah. Malah berkata seperti ini:

Ya, kita tidak bisa mengkritik tanpa lebih dulu memahami apa yang kita kritik itu. Termasuk kita tidak bisa menghakimi anak remaja tanpa kita memahami kehidupannya. (hal.176)
"Orang tua seharusnya bisa memahami anak-anak, bukan sebaliknya. Jangan anak-anak dipaksa harus memahami orang tua. Anak-anak belum mengerti apa-apa,meskipun tentu saja harus kita berikan pemahaman" (hal.177)

Banyak pelajaran yang bisa kita peroleh setelah membaca novel ini. Bahwa anak-anak adalah cerminan diri kita, jika orang tua baik insyaallah anak-anak tumbuh dan berperilaku baik. Pidi Baiq, penulisnya juga ingin menyampaikan kepada pembaca jika ketulusan cinta hanya dapat dinilai melalui perilaku bukan hanya kata-kata. Percuma bilang tulus mencintai seseorang tapi cemburuan dan posesif.

Novel yang menurut saya lebih banyak berisi taktik menguasai wanita ini, sarat banyolan ringan. Melalui dialog-dialog singkat penulis berhasil membuat pembaca merasa larut dalam kisah Dilan dan Milea. Meskipun karakter tiap tokoh tidak terlalu kentara, tapi penulis sukses membuat pembaca mengikuti alur tanpa pusing memikirkan seting tempat dan waktu.Mungkin karena penulis juga mengajak pembaca berdialog ya? Jadi, seolah-olah pembaca adalah pendengar setia yang sedang menyaksikan Milea menceritakan Dilan, lelaki yang pernah mengisi hari-harinya di masa lalu.

Penulis berusaha berkomunikasi dengan pembaca

Yup, masa lalu tahun 1990. Seandainya saya berada di Bandung mungkin saya akan langsung mencari tempat-tempat yang disebutkan di novel ini. Jalan-jalan yang pernah ditelusuri Dilan dan Milea. 😊 Novel ini bagaikan mesin waktu yang mengajak pembaca mengenang masa-masa SMA, saat nongkrong di kantin pada jam istirahat. Masa-masa pacaran tanpa ponsel dan menggunakan telpon rumah sebagai gantinya. Bahkan surat menjadi hal yang luar biasa dan sakral 💘

Tidak melulu bercerita tentang cinta Dilan dan Melia, tapi juga persahabatan, keluarga, dan etika. Bagai membaca diary remaja, saya ikut tersipu saat Melia merasakan cinta, merasa marah saat Melia disakiti, dan tertawa senang melihat kemesraan Dilan dan Melia yang menurut saya konyol. Novel yang penuh makna, seru, lucu, dan romantis abis.

Bahasanya mengalir tanpa memikirkan kefektifan kalimat. Khas remaja SMA. Awalnya saya merasa aneh, gemes membaca novel dengan bahasa tak beraturan. Tapi mau protes pada siapa? Sudah dari sononya, ciri khas penulis. 😆 Berhubung ceritanya bagus, saya suka novel ini dan langsung baca sampai habis. Mengalir saja gitu 😀 Cocok sekali untuk remaja maupun orang tua yang ingin sejenak melupakan penatnya rutinitas.

Judul Buku : Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 190
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Cetakan : XIII, Juli 2015
Tebal Buku : 332 halaman
ISBN : 978 602 7870 41 3

Senin, Agustus 28, 2017

Mau Sehat Terus Dapat Pahala, Donor Darah Aja!


Setetes darah kita ternyata bisa menyelamatkan nyawa orang. Bisa kebayang nggak guys? Betapa berharganya nyawa seseorang dan kita bisa menyelamatkannya. Bagaimana caranya? Lewat donor darah donk. Yup, donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan saat ada yang membutuhkan.

Ternyata tidak semua orang berani donor darah lho. Buktinya nih di madrasah tempat saya bekerja hanya saya yang rutin donor darah. Saat saya berusaha mengajak mereka, "maaf ya aku lagi nggak enak badan", "kayaknya tensiku lagi turun nih", "hiiii... aku takut jarum" dan berbagai alasan lain yang mereka katakan untuk menolak ikut donor. Padahal mereka juga belum periksa. 😁

Baca juga: Be A Hero Donate Blood

Ya sudahlah, daripada saya baper karena nggak bisa ngajak mereka untuk "sedekah" melalui donor darah lebih baik saya saja yang donor. Toh manfaatnya kembali kepada kita, ya kan? 

Alhamdulillah di MA Al Hidayah (satu yayasan dengan MTs tempat saya bekerja) mengadakan donor darah rutin setiap tiga bulan sekali. Pesertanya, selain siswa MA yang telah memenuhi syarat, guru-guru MI, MTs, MA Al Hidayah, dan juga warga sekitar. Jadi saya nggak perlu jauh-jauh ke PMI untuk mendonorkan darah. Tapi beberapa kali saya gagal donor darah karena waktu penyelenggaraannya bertepatan dengan hari H saya saat berhalangan. Hehehe

Baca juga: Cara Ampuh Mengobati Ambeien secara Alami 

By the way, apa saja sih yang membuat kita gagal menjadi pendonor. Udah capek-capek hadir ke tempat donor darah, eh ditolak dengan mesra sama petugasnya. Terus kita harus pulang gitu? Ya iyalaah... kecuali kamu mau bantuin petugas donor darah. Wkakakakk


  1. Hb (hemoglobin terlalu rendah/tinggi)
  2. Tekanan darah terlalu rendah/tinggi
  3. Punya penyakit menular
  4. Takut jarum
  5. Sedang menstruasi
  6. Dalam masa meyusui (jarak 4 bulan setelah menyusui)
Kalau saya lebih sering yang nomor 5 karena waktu kegiatan donor darahnya kan nggak mungkin menyesuaikan kedatangan tamu saya, hihihi.
tahapan sebelum donor darah

Nah, saat hendak mendonorkan darah ada beberapa tahapan yang harus dilewati antara lain:
  1. Mengisi formulir kesediaan dan beberapa angket tentang kondisi terakhir kesehatan pendonor
  2. Ditimbang berat badannya, kalau terlalu kurus nggak boleh donor guys. Kalau kelebihan BB sih nggak apa kok, hehehe.
  3. Tes golongan darah dan hb. Saya sempat tanya kalau hb tidak boleh kurang dari 12,5% dan tidak boleh lebih dari  17%. 
  4. Tes tekanan darah
  5. Jika sudah oke semua barulah diambil darahnya
Pengambilan darah berlangsung sekitar 10-15 menit, kalau ditotal mulai awal pengisian formulir hingga pengambilan darah selesai kira-kira 30 menit. Lho ternyata hanya dengan 30 menit kita bisa menyelamatkan nyawa orang lho guys. Selain itu berikut beberapa manfaat donor darah yang saya ketahui berdasarkan informasi petugas.

setelah donor dapat pocari, penambah darah, telor asin, hatari

  1. Menjaga kesehatan jantung. Sudah pasti jika donor darah makan sirkulasi darah menjadi lancar, selain juga membuat kadar zat besi dalamdarah menjadi stabil yang dapat mencegah penyakit jantung. Sehingga orang yang rutin donor darah dapat terhindar dari stroke, kanker, dan serangan jantung.
  2. Meningkatkan produksi sel darah merah baru, karena saat donor darah maka sel darah merah berkurang dan membuat sum-sum tulang belakang memproduksi sel darah merah baru.
  3. Cek kesehatan gratis, karena sebelum donor kamu akan dicek tekanan darah, kadar hb, dan nadi. Setelah donor selesai darahmu akan dibawa ke lab PMI untuk dilakukan screening terhadap penyakit yang terkadung dalam darah. Bisa penyakit hepatitis B /C, HIV, atau kelamin. Kerahasiaannya juga terjaga.
  4. Membantu menyelamatkan nyawa orang. Melalui darah yang kita donorkan maka korban kecelakaan atau orang yang membutuhkan darah dengan segera bisa terselamatkan. Betapa bahagianya bisa menyelamatkan nyawa orang lain, bayangin jika kita yang kehilangan orang terdekat karena kekurangan darah.
  5. Sodaqoh bisa dilakukan melalui banyak cara, salah satunya dengan donor darah.Saat kita memberikan uang kepada orang lain, sama saja dengan memberikan makanan. Tapi kalau kita mendonorkan darah, kita telah memberikan kehidupan kepada orang lain.
Gimana guys? Setelah tahu manfaat donor darah yang tidak hanya untuk kita saja, melainkan juga bermanfaat untuk orang lain, apakah kamu sudah siap mendonorkan darahmu?
Mau sehat terus dapat pahala, donor darah aja!


Kamis, Agustus 24, 2017

No Excuse! Halau Pikiran Negatif dan Raih Suksesmu!


No Excuse! Halau Pikiran Negatif dengan Raih Suksesmu! -Excuse atau alasan dapat menjadi salah satu penyebab kegagalan. Orang gagal mencari alasan untuk berhenti, sedangkan orang sukses berhenti mencari-cari alasan. Begitulah yang disampaikan buku “No Excuse!” kepada pembacanya. Jika ingin sukses berhentilah mencari alasan, sebab Allah telah memberikan potensi yang luar biasa jika Anda mau menggalinya.


Judul Buku : No Excuse
Penulis : Isa Alamsyah
Penerbit : AsmaNadia Publishing House
Cetakan : Keenam, Agustus 2013
Tebal Buku : xii + 320 halaman
ISBN : 978 979 19154 2 7

Saat pertama kali membaca cover buku ini, saya langsung tertarik. Kenapa? Karena saya termasuk orang yang suka mencari-cari alasan untuk menyelesaikan suatu perkerjaan. Buku yang sangat cocok sekali untuk orang yang kurang percaya diri dan butuh motivasi. Buku yang akan memblok semua pikiran negative,penghalang pencapai ujian.

Baca juga: Sudahkan Kita Membaca Bersama Anak Kita?

Buku ini terbagi menjadi sepuluh bagian yang disebut Excuse Pertama, Excuse Kedua, dan seterusnya hingga Excuse Sepuluh. Pada setiap bagian, penulis mengajak pembaca untuk belajar dari orang-orang sukses dibidangnya yang awalnya tidak yakin akan bakat diri, rasa rendah diri atas potensi, dan berbagai alasan yang menghalangi kesuksesan.

 "Pernahkan Anda menolak suatu peluang, membuang kesempatan, melepas karir, mengabaikan tawaran, dan menghindari tantangan dengan Excuse atau Alasan?"

Seperti pada Excuse Pertama yang berkisah tentang Oprah Winfrey, Indie Barens, Asma Nadia dan Ebit G. Ade yang ternyata pernah merasa tidak mampu dan rendah diri. Lalu menyadari bahwa diri mereka berpotensi, melejitkan bakatnya, dan sukses. Banyak kan orang seperti itu, mrasa rendah diri dan tidakmenduga potensinya jauh lebih besar dari yang dikira.Tidak percaya bahwa sebenarnya mereka bisa mencapai kesuksesan.

Baca juga: Resensi Buku Jago Jualan

“Beethoven adalah composer terbesar di dunia musik klasik dan karena sebab yang tidak jelas di usia dua puluh tahunan pendengarannya berangsur-angsur menghilang. Lalu, bagaimana mungkin orang tuli berkarya di bidang musik? Untuk mendengarkan piano, terkadang kalau perlu Beethoven menempelkan telinga ke piano. Dalam keadaan tuli ia justru menghasilkan berbagai karya agung, yang pencapaiannya jauh di atas karya ketika pendengarannya masih “ (hal.90)

Begitulah penulis ingin membangkitkan semangat pembaca agar tidak takut mencoba, tidak takut gagal, dan berpikiran positif untuk mengembangkan bakat. Pada setiap akhir bagian excuse, penulis memberikan catatan-catatan berkaitan dengan pengalaman orang-orang sukses (yang telah diceritakan) untuk dapat direnungkan oleh  pembaca.

Membaca buku ini serasa membangun motivasi dalam diri sedikit demi sedikit. Bagaimana tidak? Ternyata orang-orang sukses di dunia juga memiliki banyak kekurangan seperti yang orang lain miliki. Tapi mereka yang sukses tidak patah semangat, terus berusaha dan berhenti mencari alasan. Kisah-kisah orang sukses yang diceritakan dalam buku setebal 266 halaman ini selalu diawali dari keberanian mereka memulai pengalaman.



Selain itu, di akhir bukunya, penulis yang juga jurnalis ini merangkumkan bagian-bagian excuse atau alasan yang dapat memblok kesuksesan dalam diri, antara lain:

Excuse 1: Saya tidak bisa!
Excuse 2: Kamu tidak bisa! (perkataan negatif orang terdekat)
Excuse 3: Saya tidak berminat!
Excuse 4: Saya tidak cocok!
Excuse 5: Saya sudah berusaha!
Excuse 6: Saya tidak punya modal!
Excuse 7: Saya dari keluarga miskin!
Excuse 8: Fasilitas tidakmemadai!
Excuse 9: Saya bukan sarjana!
Excuse 10: Saya tidak berpengalaman!

Saya menyukai buku yang dapat membuka pikiran pembaca untuk melakukan perubahan menuju pintu kesuksesan dan membangkitkan semangat ini, selain bahasanya yang mudah dimengerti juga tidak menggurui. Tak hanya menceritakan kisah tapi juga menuliskan hikmah dari setiap cuplikan orang sukses. Penulis juga menyelipkan beberapa kuis untuk selingan, tapi tidak jauh-jauh dari materi yang dipaparkan dalam buku.Agar buku lebih kaya makna, penulis juga menyelipkan kata mutiara atau kata bijak.

Namun sayang sekali karena ilustrasi yang ada pada buku ini terlalu sederhana dan sebagian besar berisi tulisan. Gambar atau foto orang-orang sukses yang diceritakan pun hanya ilustrasi singkat. Tapi nggak bikin ngantuk kok, karena penulis pandai mendeskripsikan setiap kisah.


Tidak alasan untuk tidak sukses, karena setiap orang pada buku No Excuse sebagian juga sama dengan kita. Hanya saja mereka memilih untuk memilih untuk sukses dengan cara berhenti mencari-cari alasan. So, buku ini cocok sekali untuk Anda yang ingin membangkitkan semangat dari dalam diri. Setelah membaca buku ini kita akan sadar bahwa saat kita gagal atau hidup biasa biasa saja maka bukan hanya karena alasan, tapi lebih pada pilihan kita.

“There is no excuse for not trying.” – Barack Obama, Presiden Amerika

Selasa, Agustus 22, 2017

Cara Ampuh Mengobati Ambeien Secara Alami

Cara Ampuh Mengobati Ambeien Secara Alami - Ambein? Jangan pernah membayangkan deh rasanya seperti apa. Menyebut namanya saja rasanya ketar-ketir, masih terngiang di benak sakitnya saat ambeien kambuh. Oleh karenanya saya ingin berbagi pengalaman tentang ambeien kapada teman-teman semua.

Baca juga: Tips Aman Belanja Online

Ambeien atau wasir seakan menjadi penyakit yang tabu untuk dibicarakan. Mungkin karena letak penyakitnya yang berada di anus (maaf ya...). Tidak bermaksud jorok dengan menyebut anus karena memang inilah faktanya. Ada sebuah benjolan yang muncul di anus (jika ambeien luar) atau tidak ada benjolan tapi (maaf) anus teras perih dan keluar darah segar (hihihi). Mungkin Anda yang tidak pernah terkena ambeien akan merasa sangat bersyukur. Sakitnya.... masyaallah... warbiyazah...



Penyebab Ambeien

Dulu, saat masih kecil (teringat betul) saya nggak doyan sayur sehingga susah BAB. Saya juga masih ingat ketika ibu melarang saya untuk "ngeden" (apa ya istilahnya?) saat BAB. Saya nggak tahu jika hal tersebut akan membawa dampak yang luar biasa saat saya sudah memiliki anak (gak mau dibilang berumur, ah). Lalu, saat sudah bekerja saya juga lebih banyak duduk daripada yang lain, karena memang pekerjaan saya menuntut hal itu. Mengetik (tata usaha). Jadi, saya simpulkan penyebab ambeien adalah:
  1. Kurang serat
  2. Kebiasaan "ngeden" saat BAB
  3. Terlalu banyak duduk 
  4. Kecapekan
  5. Diare (tapi kalau nggak ada riwayat ambeien sih kayaknya enggak deh)
  6. Hamil dan melahirkan (ini meskipun belum pernah ambeien juga bisa lho)

Sakitnya Minta Ampun

Sejak SMA sebenarnya saya sudah merasakan ada bibit ambeien, tapi karena tidak terlalu parah dan hanya terasa benjolan saja, maka saya acuhkan. Tapi saat hamil saya barulah merasakan ambeien saya semakin besar (tapi benjolannya masih masuk ke dalam saat berdiri), dan saya masih tetap mengacuhkannya.

Barulah setelah punya dua anak, tiba-tiba ambeien saya muncul dan nggak mau masuk ke dalam (maaf) anus. Saya merasakan sakit yang luar biasa. Kenapa bisa tiba-tiba? Karena beberapa penyebab yang telah saya sebutkan sebelumnya. Berdiri aja sakit, apalagi untuk berjalan. Serasa ada yang mengganjal. Apalagi kalau BAB, wuiiih... Jadinya ada rasa takut kalau mau BAB.

Baca juga: Cegah Infeksi Saluran Kemih dengan Prive Uricran

Lalu mulailah saya mendengar cerita seram tentang ambeien. Yang katanya harus operasi lah, harus dibawa ke alternatif untuk disilet lah, haduh... Makin panas dingin aja bayangin operasi ambeien, mana letaknya di (maaf) anus. Terus kalau operasi kira-kira posisinya gimana ya? Hihihi... Apa ya harus nungging? Bayangin nunggingnya aja saya sudah merinding.


Cara mengatasi

Dunia semakin canggih, setiap hari saya pegang hape. Akhirnya saya bertanya pada mbah dukun, eh MBAH GOOGLE. Siapa tahu dia punya saran menyembuhkan ambeien tanpa operasi. Dan alhamdulillah, mbah google emang juarak. (eits... jangan lupa jika semua atas izinNya, ya, hehehe). Berikut beberapa cara yang pernah saya lakukan untuk mengatasi ambeien.

1. Salep Boraginol

Cara pertama yang saya lakukan waktu itu adalah pergi ke dokter dan diberi salep boraginol. Saat pertama kali ambeien kambuh, pikiran saya hanyalah "yang penting segera sembuh" karena nggak tahan sakitnya. Jadinya ya ke dokter dan diberi salep boraginol-s (untuk wasir) Tapi ternyata salep tidak segera mengempiskan ambeien saya. Hanya tidak nyeri saat berjalan.

2. Jamur Kuping

Nah, berbekal ilmu dari MBAH GOOGLE, saya merebus jamur kuping dan saya minum airnya serta memakan jamur kuping yang telah direbus. Hasilnya? Nyeri ambeien hilang dan sedikit kempis. Tapi belum sepenuhnya hilang, masih terasa mengganjal. Mungkin butuh waktu agak lama.

3. Minyak Ban Leng

http://lifehack-suroboyo.blogspot.co.id
Hah, apa itu? Pasti pada nggak tahu ya? Sama, saat pertama kali mendengarnya saya juga nggak tahu. Seumur-umur baru kali ini saya mendengarnya. Minyak ban leng berasal dari cina, katanya sih bisa mengobati segala macam luka. Ternyata iya, saat terkena pisau saya coba oleskan, selang 8 jam luka mengering. Lalu hasilnya pada ambeien? Beberapa kali oles (gak ada sehari, setiap ke kamar mandi saya oleskan pada ambeien) benjolan langsung keriput. Esok paginya udah hilang aja #jingkrakjingkrak deh saya... Berasa lolos dari maut deh..

4. Pola Hidup Sehat

Pola hidup seperti apa? Menjaga pola makan dan olahraga rutin, nggak perlu yang berat-berat. Pola makan berserat yang utama karena orang yang pernah ambeien tidak boleh terkena sembelit terlalu lama. Tertunda sehari atau dua hari saja ambeien bisa kambuh, nah looo... Jadi pola hidup sehat seperti apa yang saya lakukan?
  • Pola makan food combining. Nggak wajib kok, saya pilih food combining atau FC karena saya cocok dengan prinsipnya. Minum jeniper (jeruk nipis peras) hangat setiap bangun tidur, lanjut sarapan buah, aturan makan karbo tidak boleh dengan protein hewani. Dan terpenting adalah banyakin serat dari sayur mentah atau lalapan. Itu saja dan nggak ribet. Setelah menerapkan FC alhamdulillah ambeien nggak pernah kambuh meski makan pedas level 10, hihihi.
sarapan wajib tiap pagi
 Baca juga: Turun 10 Kg dengan Food Combining
  • Olahraga ringan seperti jogging tiap pagi, atau aerobik seminggu sekali. Gunanya? Agar peredaran darah lancar dan pencernaan tetap sehat. Ngaruh ya? Bagi saya sih ngaruh bangeett.... 
  • Minum air putih secukupnya, minimal 8 gelas sehari atau 2 liter
Itulah cara ampuh mengobati ambeien secara alami berdasarkan pengalaman saya, alhamdulillah sampai saya mempublikasikan postingan ini, ambeien saya belum pernah kambuh lagi.

Selasa, Agustus 15, 2017

Eco Green Park, Misi Penyelamatan Bumi dalam Kemasan Edukatif


Eco Green Park: Misi Penyelamatan Bumi yang Dikemas Unik - Apa yang ada di pikiranmu saat mendengar kata “ECO GREEN PARK”? Jika kamu berpikir tentang taman bermain yang ramah lingkungan, benar sekali. Dilihat dari kata-katanya saja kita sudah bisa menebak, “eco” yang berarti ecology (ramah lingkungan) dan “green park” yang berarti taman.

Beberapa waktu yang lalu, sulung saya ingin berlibur ke Eco Green Park yang ada di Kota Batu. Sebenarnya selain Eco Green Park, di Kota Batu juga ada taman wisata lain yang juga menarik dan wajib dikunjungi seperti Museum Satwa & Secret Zoo, Museum Tubuh Bagong, Jatim Park I, Predator Fun Park, Taman Kelinci, Museum Angkut, Batu Night Spektakular (BNS), dan masih banyak lagi. Alhamdulillah semua sudah pernah kami kunjungi.

Eco Green Park berdekatan dengan Museum Satwa & Secret Zoo, di Jatim Park II. Keduanya nggak jauh beda sih, sama-sama taman wisata yang menawarkan hiburan sekaligus edukasi bagi pengunjung. Tapi masing-masing memiliki ciri khas yang membuat berbeda. Dibandingkan taman wisata yang lain, Eco Green Park lebih banyak mengajak pengunjung untuk belajar sambil bermain. Mengenalkan pengunjung pada pola hidup ramah lingkungan.

Baca juga: Traveling Aman Emak Nyaman

By the way, terdapat 35 wahana yang bisa kamu coba secara gratis jika berkunjung. Bagaimana? Semakin penasaran dengan Eco Green Park? Baca postingan saya Ada Apa di Eco Green Park dulu, yuk!

Tagline Hijaukan Bumi Bersama Eco Green Park, menjadikan wisata di Kota Batu ini menjadi wisata ekologi pertama di Jawa Timur. Eco Green Park adalah tempat wisata bernuansa lingkungan dan ekosistem yang dikemas secara edukatif dan atraktif. Tidak hanya penampilannya saja yang keren dan cantik, tempat wisata yang buka setiap hari ini juga bertaraf internasional. Wahana yang tersedia memadukan konsep wisata alam, kebudayaan, lingkungan, dan seni yang inspiratif, menarik, dan mendidik. Wuih.. cocok banget dong ya kalau mengajak seluruh keluarga. Bisa belajar rame-rame. Ya, nggak?

Lokasi dan Harga Tiket Terjangkau

Berlokasi di Jatim Park II, Jl. Oro-Oro Ombo No.9A, Temas, Kota Batu, Eco Green Park dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan dari Kota Malang. Nah, setelah tiba di lokasi langsung saja menuju tempat informasi atau loket untuk membeli tiket. HTM saat weekday hanya Rp.40 ribu dan untuk weekend Rp. 60 ribu. Mau tiket terusan juga boleh, dengan harga yang lebih ekonomis kamu bisa sekaligus mengunjungi Jatim Park 2. Cara lain mendapatkan HTM lebih hemat adalah mengunakan debit BTN dan mendapat diskon 25%. Asyiik... Lumayan laah… Dengan harga tiket masuk segitu bisa menikmati 35 wahana gratis sampai puas selama kurang lebih 5-6 jam perjalanan.

Fun and Study

Begitulah tepatnya tulisan yang ada pada logo tepat dibawah tulisan Eco Green Park, “Fun and Study”. Sesuai dengan brandingnya tersebut, Eco Green Park menyuguhkan berbagai wahana yang dapat membuat pengunjung belajar secara menyenangkan, melalui permainan tentunya. Bahkan sejak masuk gerbang, teman-teman akan menikmati pembelajaran tentang menyayangi binatang dengan memberinya makan. Lalu miniatur kerusakan alam yang disebabkan oleh hutan gundul. Dilanjutkan dengan patung-patung yang terbuat dari barang daur ulang.


By the way, yang saya suka saat berkunjung ke Eco Green Park adalah anak-anak bisa bermain sambil belajar hingga puas. Meskipun tampak letih, setiap masuk ke wahana baru anak-anak tampak antusias. Emangnya bisa belajar apa saja di Eco Green Park?

Mengenalkan kepada anak-anak bahwa dengan menjaga bumi artinya kita akan menjaga kehidupan. Jadi saat masuk ke Eco Green Park pengunjung disambut dengan pemandangan tentang Alam ramah/marah. Ramah kepada alam berarti kita menjaganya dengan memberi makan hewan sekitar, memelihara hutan, dan memelihara tanaman langka. Sedangkan alam marah dengan terjadinya banjir dan tanah longsor akibat keserakahan kita karena menebang hutan sembarangan. 

Baca juga: Taman Pintar, Kawasan Wisata Ramah Keluarga 

Belajar tentang fenomena alam. Experience is the best teacher. Tapi apa iya anak-anak akan kita ajak melihat banjir, badai topan, ataupun tsunami secara langsung? Yakin? Wkwkwkk… Nah, di Eco Green Park kita bisa menunjukkan fenomena alam kepada anak-anak melalui simulasi. Seperti gempa bumi (kita akan masuk sebuah ruangan yang sedang terjadi gempa 5 SR, nggak cuman badan yang bergoyang, tapi juga perangkat yang ada. Untung lemnya kuat, kalau enggak jatoh semua, hihihi), badai topan (angin kencang aja sih…sama suaranya yang keras mirip angin beneran), udara dingin yang ekstrim (nggak sampai beku kok), tsunami, dan masih banyak lagi.



Mengenal burung dan unggas lebih dekat. Seperti memberi makan burung pelikan, angsa, ikan koi. Kamu juga dapat melihat lebih dekat burung dan unggas bahkan memegangnya. Tidak hanya hewan lokal tapi juga internasional.

Belajar secara menyenangkan cara pengolahan sampah dan limbah. Ada taman biogas dan juga tempat belajar mengolah sampah. Kamu akan dapat menjumpai tempat sampah di setiap sudut taman, sehingga bisa mengajak anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Proses pembuatan biogas juga ditata sedemikian agar kita dapat menjelaskannya kepada anak-anak. Begitupun dengan proses pengolahan sampah yang didahului dengan pemilahan sampah.


Keberadaan tanaman adalah salah satu komponen agar keseimbangan alam tetap terjaga. Nah, di Eco Green Park kamu juga bisa mempelajari kegiatan bercocok tanam secara hidroponik. Mulai dari sistem, pembibitan, penanaman, hingga perawatan. Bisa dicoba dirumah kalau tertarik. Selain melindungi tanah, hidroponik juga menghemat lahan.

Pernah bayangin nggak milyaran tahun yang lalu bumi seperti apa dan bagaimana bisa menjadi seperti sekarang? Bagaimana masa depan planet kita ini? Melalui wahana Eco Journey kamu akan diajak mencari tahu - bahkan menyodorkan gambaran skenario terburuk. Bayangkan jika kerusakan itu sungguh-sungguh terjadi!


Bagaimana? Edukatif sekali, bukan? Sebenarnya masih banyak lagi wahana yang mendidik yang akan saya bahas kapan-kapan ya. #kalaupasmood

Fasilitas Lengkap

HTM boleh murah meriah, tapi bukan berarti minim fasilitas ya guys. Eco Green Park menyediakan fasilitas lengkap demi kenyamanan pengunjung. Beberapa kali berkunjung saya belum sekalipun kecewa dengan fasilitasnya.

Peta Lokasi


Bagi saya fasilitas peta lokasi, baik yang berbentuk papan besar (apa ya namanya?) ataupun brosur, sangat penting dimiliki atau dibawa saat berkeliling di tempat wisata. Mengapa? Agar kita bisa mencoba semua wahana yang tersedia dan nggak rugi. Tersesat sih enggak karena ada tulisan "rute selanjutnya" di beberapa tempat.

Toilet


Fasilitas selanjutnya yang juga penting adalah toilet. Apalagi emak-emak yang harus mengeluarkan seluruh tenaganya untuk berkeliling di tempat wisata sambil mengurus anak. Pastinya butuh banyak minum juga agar bisa tetap berkonsentrasi, alhasil sering ke toilet dong. Bersyukur sekali di Eco Green Park toilet tersedia setiap setengah jam perjalanan. Selain itu juga bersih dan terawat. Eiya, di setiap toilet ada himbauan mencegah dehidrasi lho, perhatian banget ya si Eco.

Food Court


Traveling tidak lengkap tanpa kuliner, betul apa betul? Wkwwk... Sembari beristirahat paling asyik menikmati makanan ataupun jajanan khas Jawa Timur, dimana lagi kalau nggak di food court. Lumayan lengkap juga, ada bakso, nasi goreng, ayam bakar, siomay, dan masih banyak lagi. Dengan sistem pembayaran berupa top up, Anda bisa bebas memilih makanan kesukaan dan membawanya ke tempat makan yang telah disediakan. Jangan khawatir, food courtnya luas lho guys.

Baca juga: Malang Night Paradise, Wisata Malam yang Memukau

Mushola


Setelah puas menikmati wahana lalu singgah di foodcourt, ada baiknya menyempatkan diri ke musholla (bagi yang muslim) untuk menunaikan sholat dhuhur. Jadi kalau sudah ada di depan musholla dijamin sudah masuk waktu sholat dhuhur, hehehe. Setelah itu baru deh lanjut ke wahana berikutnya. Selain badan segar terkena guyuran air wudhu, fisik juga beristirahat sejenak.

Ruang Ibu dan Anak


Agak surprise juga pas lihat ada ruang ibu dan anak setelah melewati food court. Ternyata si Eco perhatiannya banget ya (setelah wejangan di toilet) menyediakan juga ruang khusus ibu dan anak. Ruangan yang dilengkapi sofa, wastafel, dan meja untuk mengganti popok ini dapat digunakan untuk ibu menyusui ataupun menggantikan popok si kecil.

E-Bike

Lelah saat mengelilingi taman di Eco Green Park? Gunakan E-Bike. Tersedia untuk segala usia, E-Bike bisa disewa dengan rate Rp.100ribu/3 jam. Meskipun saya dan keluarga lebih suka jalan kaki, selain hemat lebih sehat, hihihi.

Baca Juga: Zam Zam Hotel Convention Batu, Homey and Friendly

Nikmati Eco Green Park Tanpa Kecewa

Saat pertama kali datang, saya dan keluarga kecil sempat kecewa karena nggak tahu kalau ternyata wahana yang dapat dinikmati banyak banget. Tapi setelah kedua kali dan seterusnya, alhamdulillah bisa menikmati tanpa adarasa kecewa. Ini dia tipsnya agar Anda tidak kecewa saat datang ke Eco Green Park.
  1. Datang lebih pagi untuk memudahkan mencari tempat parkir, informasi, dan mengelilingi lokasi wisata lebih lama (kalau bisa coba semua wahana ya!).
  2. Bila ada keinginan membeli tiket terusan, parkir kendaraan pribadi di halaman parkir Eco Green Park bukan di halaman parkir Batu Secret Zoo (biar nggak kejauhan, lumayan menghemat tenaga).
  3. Berhubung perjalanan lumayan panjang, kenakan alas kaki yang nyaman. Bawa juga topi atau payung mengingat cuaca dapat berubah dari panas ke hujan secara tiba-tiba. 
  4. Jika Anda mengajak serta nenek/kakek mending sewa e-bike mengingat cukup luasnya wahana Eco Green Park. Boleh juga bawa kereta dorong untuk bayi.
  5. Siapkan handphone yang full baterai karena saya tidak menemukan tempat untuk charge HP atau bawa power bank (jangan sampai menyesal karena tidak bisa mengabadikan momen).
  6. Karena dilarang membawa makanan berat, lebih baik sarapan dulu sebelum berangkat.   
  7. Hati-hati dengan barang bawaanmu, selalu waspada dimanapun kamu berada.

Berpetualang adalah cara terbaik untuk belajar. Kesempatan belajar sambil berpetualang bisa didapatkan di Eco Green Park. 

☺Happy Traveling☺


❤ For Your Information❤

❤ Jl. Raya Oro-Oro Ombo No. 9 -- Kota Wisata Batu -- Jawa Timur -- Indonesia, 65314
❤ (+62) 341 597-777
❤ https://jtp.id/ecogreenpark
❤ Buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB
❤ Penginapan/Hotel yang dekat dengan lokasi:
     ✌ Kusuma Agrowisata Hotel (1,4 km dari Eco Green Park)
     ✌ Pohon Inn (0,2 km dari Eco Green Park)
     ✌ Klub Bunga (0,7 km dari Eco Green Park)
     ✌ Pondok Jatim Park Hotel and Cafe (0,7 km dari Eco Green Park)
     ✌ Eren Homestay (1,2 km dari Eco Green Park)
    ✌ Zam-zam Hotel and Convention (1,2 km dari Eco GreenPark)






"Tulisan ini diikutsertakan dalam event #WisataNusantara Komunitas Emakpintar"

Minggu, Agustus 13, 2017

Traveling Aman Emak Nyaman


Traveling Aman Emak NyamanTraveling bukan lagi milik lelaki karena saat ini banyak juga wanita yang mendapat julukan traveler. Ya, dengan berbagai kecanggihan teknologi yang memungkinkan wanita lebih dapat bergerak bebas untuk mengelilingi dunia, traveling tak lagi didominasi oleh kaum Hawa. Tak terkecuali emak-emak yang berangkat traveling meskipun buah hati turut serta menikmati indahnya ciptaanNya. Harapannya traveling bisa menjadi salah satu pelepas lelah bagi wanita, terutama emak-emak yang seharian bergulat dengan waktu menyelesaikan pekerjaan domestic. Tapi apa jadinya jika pulang traveling Emak malah merasa pusing tujuh keliling karena banyak noda di wajah, cucian numpuk, dan badan pegal-pegal kecapekan gendong di kecil. Beuh…

So, yuk lakukan tips traveling nyaman berikut agar Emak aman dari keluhan.

Tentukan waktu dan tempat yang tepat

Pergi traveling saat padatnya arus liburan, menurut saya kurang tepat. Kenapa? Karena akan membuat Emak lelah di perjalanan, belum lagi jika si kecil merengek saat perjalanan. Nah, agar traveling Emak nyaman, tentukan waktu yang tepat untuk traveling. Jangan sampai kelelahan menghabiskan waktu di jalan karena macet. Menurut saya waktu yang tepat untuk traveling adalah saat off season, nggak bareng sama liburan sekolah atau libur akhir tahun. Tentukan juga tempat yang tidak memerlukan perjalanan panjang, hal ini untuk menghindari kelelahan diperjalanan. Apalagi jika harus mengajak anak yang masih bayi.

Bagi tugas dengan suami

Kekuatan wanita ada batasnya, meskipun Emak merasa bisa menjadi supermom. Pastikan untuk bisa berbagi tugas dengan suami. Jika perlu sebelum berangkat diskusi dulu dengan pasangan tentang pembagian tugas yang dilakukan saat traveling. Beruntung sekali jika ada keluarga lain yang bisa ikut membantu, adik atau kakak Emak misalnya. Tapi idealnya sih suami sendiri ya, jadi lebih momentable #eh

Ringkes Barang Bawaan

Sulit? Iya sih, tapi kalau nggak diringkes tuh bawaan Emak saat traveling, yang rugi emak sendiri. Ringkes maksudnya disingkat #eh apa ya? Maksud saya kalau biasanya Emak bawa barangnya banyak banget, kurangilah hingga lebih ringkas gitu. Semoga paham dengan maksud saya, hihihi.
Kalau sebelum ada anak-anak emak suka bawa make up bak perias artis, saat ini coba dikurangin bawaannya cuman facial wash, BB cream, bedak, dan lipstick. Jika biasanya Emak bawa handuk lengkap mulai handuk muka hingga handuk mandi, coba deh sekarang bawa handuk mini aja yang multifungsi. Harapannya dengan ringkes barang bawaan saat traveling, emak bisa lebih nyaman di perjalanan.

Gunakan Disposible Underwear yang nyaman

Bawa disposable underwear (celana dalam sekali pakai) aja biar nggak ribet. Daripada harus bawa underwear cadangan yang malah akan membuat tas Emak menjadi berat. Apalagi sekarang telah hadir disposable underwear milik UKM dari Bandung. Bahannya terbuat dari spandex sehingga tidak bunyi kresek-kresek saat dipakai, berbeda dengan disposable underwear yang berbahan mirip kertas. Jadi lebih nyaman saat dipakai seharian.

Kemasan plastik sederhana dan belum bermerek, karena produk ini masih baru
Dengan desain yang unik, produk ini bisa dipakai oleh pria maupun wanita. Ukurannya? Tenang saja, bisa menyesuaikan ukuran tubuh lho. Wuih, ciamik tenan. Traveling lebih nyaman dan aman tanpa bingung harus memikirkan dimana menjemur underwear, wkwkwk. Karena ukurannya fleksibel, Emak nggak perlu khawatir jika undewear disposible ini kekecilan atau malah kedodoran. Pas banget deh dipakai. Saya aja yang BBnya 55kg plus plus (plus berapa? RHS 😂) cukup dan nyaman kok.

Produk Disposible Underwar Berbahan Spandex




ukuran yang masih bisa melar menyesuaikan ukuran tubuh


Apa nggak takut iritasi? Alhamdulillah enggak, saya sudah buktikan pada kulit saya yang sangat sensitif. Selain murah dengan harga Rp. 5rb, juga praktis untuk dibawa karena ringan serta nyaman dipakai dan higienis, sehingga sangat cocok dipakai pada saat perjalanan wisata dan pemakaian sehari-hari.

Lalu, dimana Emak bisa mendapatkan produk yang nyaman untuk traveling ini?
Gabung di grup wa ini aja yuk https://chat.whatsapp.com/EiWUDQTrWzc6Z9m3WU2cod
Nanti info lengkapnya ada di grup. Oke Mak... Happy traveling.