Sunday, February 11, 2018

Zalfa Miracle Anti Aging Serum, Menghalau Kulit Kusam dan Berminyak


Beberapa bulan ini saya lagi rajin banget pakai skincare. Iya, soalnya saya lagi ada di rumah dan punya banyak waktu untuk berlama-lama memijat-mijat wajah, hehehe. Padahal biasanya malas banget berkutat dengan wajah dan "tetek bengek"nya.

Tapi, karena saya sekarang kerja online jadi punya banyak waktu untuk merawat wajah. Ya, membuat suami senang itu kan ibadah. Pasti dia senang donk kalau wajah istrinya kinclong. Bahkan, seminggu sekali saya paksa suami untuk saya rawat mukanya. Saat saya scrubbing, dia juga ikutan, hahaha. Gak papa lah maksa dikit kalau untuk kebaikan.

By the way, saya sedang mencoba sebuah kosmetik alami yang membuat wajah saya mulus dan nggak berminyak lho. Kasih tahu, jangan?

Kasih tahu aja deh biar bermanfaat, hehehe. Saya sedang mencoba Zalfa Miracle Anti Aging Serum, untuk menghalau kulit kusam dan berminyak.

Berani Mencoba karena Alami

 
Zalfa Miracle Anti Aging Serum


Saya memiliki wajah yang sensitif. Dulu, saat masih remaja saya sampai nggak pernah pakai make up sama sekali, bedak sekalipun. Kenapa? Karena suka ada jerawat yang nongol kalau lupa bersihkan wajah. Nah, untuk pembersih wajah pun harus selektif kalau nggak ingin wajah memerah dan bentol-bentol.

Setelah menikah wajah saya pun masih sensitif, saat malas membersihkan wajah setelah memakai make-up maka siap-siap saja diserang jerawat. Huft... Kecuali kosmetik berbahan alami, wajah saya jarang komplain. Hampir tidak pernah bermasalah dengan kosmetik yang benar-benar berbahan dasar alami atau tanpa bahan berbahaya.

Terus... kok saya berani mencoba Zalfa Miracle Anti Aging Serum? Karena berbahan alami dan terdaftar di BPOM, makanya saya berani mencobanya. Selain itu, Zalfa juga jelas tidak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, tretinoin, dan zat warna Rhodamin B.

Jujur, saya baru kenal sama Zalfa beberapa bulan yang lalu terus saya cek di Instagram, eh ternyata nih brand udah femes dan testimoni positifnya udah bejibun. Seperti yang saya tulis di postingan tentang Cantik Aman dan Halal dengan Zalfa Mircle Skincare.
Zalfa Miracle Anti Aging Serum
komposisi produk ada di box dan botol kemasan


Zalfa Miracle Anti Aging Serum dengan vitamin C generasi terbaru secara klinis terbukti memiliki efek yang lebih baik dibanding dengan produk lain yang mengandung vitamin C,  menjamin ketersediaan collagen dalam kulit untuk menjaga elastisitas kulit.

Kandungan glucan, sebagai skin immune, wound healing, dan anti inflammation. Aloe vera extractnya juga berfungi sebagai anti iritasi dan anti-inflammasi pada kulit serta merangsang pertumbuhan sel kulit baru. Aloe vera juga membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit sehingga kulit tampak lebih halus. Juga membantu menghilangkan bekas jerawat dan nodahitam (flek) di wajah.

 Kemasan


 Zalfa Miracle Anti Aging Serum memiliki kemasan yang elegan, menurut saya. Berwarna putih dan imut, enak nih dibawa kemana-mana. Kayaknya sih kemasannya dari melamin gitu, sempat dijatuhin sama si adek, saya takut pecah eh ternyata enggak, hahaha. Parno, kosmetik saya banyak yang tercecer lantaran diberantakin si adek. Mulai dari lipstik yang tutupnya hilang hingga bedak yang kacanya pecah.
Zalfa Miracle Anti Aging Serum
kemasan yang imut dan praktis, gak meluber saat dipencet


Model botolnya pencetan gitu, jadi bisa dikeluarkan sesuai pemakaian aja dan lebih hemat karena nggak meluber kebanyakan. Hihihi

 Pada samping kanan kotak kemasan terdapat keterangan komposisi sedangkan samping kiri terdapat keterangan kandungan soybean extract dan cara pemakaiannya. Keterangan ini bisa untuk cek ya, terbuat dari bahan yang aman atau enggak. Saya sih selalu cek komposisi kosmetik yang akan saya beli, jangan sampai ada kandungan berbahaya seperti merkuri dan teman-temannya.

Oiya, terdapat juga logo halal MUI, nomor POM, expired date, dan keterangan ml isi produk dalam kemasan. Bisa dibilang, melalui kotak kemasannya saja kita sudah disuguhi informasi lengkap yang memang dibutuhkan saat akan membeli produk kecantikan.

Warna dan Teksture


Zalfa Miracle Anti Aging Serum
teksturnya bening dan gak lengket

Kemasan botol dan pencetan, sudah pasti texturenya cair, berwana bening ringan, dan nggak lengket. Untuk penggunaanya saya bersihkan dulu wajah dengan facial foam lalu dikeringkan. Setelah itu aplikasikan ke wajah, terasa dingin di wajah… uuuhhh sukaak. Aroma segar mint juga tercium tapi nggak menyengat sih. Saya pakai per bagian karena cepat banget meresapnya, kening, pipi kanan, pipi kiri, hidung, dan dagu, dua menit saja udah meresap serumnya.


Setelah Pemakaian Selama Satu Minggu


Zalfa Miracle Anti Aging Serum tidak menggunakan parfum sehingga aromanya alami bahan aktif. Saat digunakan pada wajah, awalnya seperti terasa lengket namun lama kelamaan menjadi lebih kenyal dan pagi hari saat dibilas wajah terlihat segar dan kencang. Jujur ya… wajah saya jadi lebih cerah dan nggak kusam lagi meskipun tanpa make-up.

Zalfa Miracle Anti Aging Serum
Before After penggunaan Zalfa Miracle Anti Aging Serum

Memang, awal pemakaian saat baru 2-4 hari timbul jerawat dan minyak berlebih. Pas saya tanya teman-teman juga sama reaksinya, katanya sih itu proses pengangkatan sel kulit mati. Oh, benar juga karena saya jarang bersihkan wajah jadi banyak sel kulit mati yang menumpuk. Alhamdulillah tidak ada proses pengelupasan apalagi perih di wajah.

Sebenarnya, penggunaan Zalfa Anti Aging Serum akan lebih baik lagi hasilnya jika digunakan setelah mengoleskan Zalfa Night Cream pada wajah. Mengapa? Karena 

Tips Menggunakan Anti Aging

Tahu sendiri kan kalau anti aging berfungsi untuk mencegah penuaan? Tapi itu terjadi jika penggunaan anti aging sesuai pada tempatnya. Berikut tips penggunaan anti aging agar hasilnya maksimal.
  • Pilih anti aging dengan komposisi alami sehingga aman untuk wajah Anda
  • Pastikan anti aging yang Anda pilih telah terdaftar di BPOM
  • Bersihkan wajah secara teratur sebelum tidur
  • Usahakan untuk tidak gonta-ganti anti aging agar kulit tidak merasa bingung.
  • Gunakan anti aging pada malam hari agar hasilnya maksimal, kenapa? Karena kulit beregenerasi tiga kali lebih cepat di malam hari ketimbang di siang hari. Lebih baik lagi jika serum anti aging diaplikasikan pada penggunaan krim malam.
  •  Konsumsi air mineral yang cukup
  • Jauhi nikotin
  • Tidur cukup (disarankan 6 jam sehari)


Siapa bilang anti aging khusus untuk wanita 40 tahunan yang memang kulitnya sudah mulai menua? Saya juga butuh cyiin... Kalau Anda juga penasaran dengan Zalfa Miracle Anti Aging Serum, coba intip website resmi atau instagramnya. Tanya-tanya via whatsapp juga bisa lho, nomernya di 087770274448. Pelayanannya OK loh!
.
Anda pernah pakai anti aging atau skincare? Gimana hasilnya? Sharing di komen yuk!

Saturday, January 27, 2018

Bermain-main Ke Bromo Yuk! Wisata Alam yang Menyejukkan Mata.

Subhanallah…
Tak henti-hentinya saya mengucapkan kekaguman atas ciptaan Allah yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Bagai anak ayam yang baru keluar dari kandangnya, rasanya saya ingin berlarian ke sana kemari di tengah hamparan padang pasir dan savanna.

Begitulah yang saya rasakan tatkala pertama kali berkunjung ke Bromo, tempat wisata yang bagaikan magnet telah menarik wisatawan untuk datang. Jakarta, Bali, Jogja, bahkan dari Perancis, adalah beberapa orang asing yang saya temui kala itu, Minggu, 14 Januari 2018.

Entah mimpi apa, Bu Dewi tiba-tiba menawari saya untuk menemaninya ke Bromo. Tanpa babibu,langsung saja saya terima tawarannya. Saking happynya saya sampai lupa mendata barang apa saja yang harus saya bawa, maklum ini perjalanan pertama saya ke gunung jadi ada beberapa yang tertinggal.

Perjalanan Menantang


Seperti biasa, saat akan traveling apalagi ke tempat yang belum pernah terjamah, saya cenderung penasaran dan sulit tidur. Hahaha, kebiasaan ini sudah sejak kecil dan belum bisa hilang. Apa berarti saya akan ngantuk di perjalanan? Tentu saja tidak karena traveling itu selalu menyenangkan, hihuhihu.

Pak Paring, lelaki paruh baya yang menjemput saya (kebetulan jip yang disewa Bu Dewi dekat dengan rumah saya, dan saya nggak kenal, wkwkwk) datang tepat jam 5.00 pagi sesuai kesepakatan. Kata beliau berangkat pagi lebih enak agar nggak terlalu panas saat naik ke puncak Bromo. Saya pun hanya manggut-manggut saat diberi tahu. Hati saya terlalu bahagia untuk menyela, hahaha.


Dalam perjalanan jip berhenti sejenak untuk mengambil penumpang, murid Bu Dewi yang akan menemani kami ke Bromo, namanya saya lupa. Lalu, setengah enam kami sampai di rumah Bu Dewi yang sedang menunggu bersama satu orang muridnya. Total ada empat orang penumpang dan satu supir dalam jip yang menuju Bromo. Bismillah… kami pun berangkat.

Oiya, awalnya saya pakai sandal karena sepatu saya ketinggalan di rumah ibu di Malang. Saya juga nggak kepikiran harus pakai sepatu. Alhamdulillah, sepatu adiknya Bu Dewi pas dengan kaki saya. Meskipun sebenarnya sepatunya kurang nyaman (sstt… ).

Perjalanan ke Bromo sungguh menantang, mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman berpetualang *sambil nyanyi lagu ninja hattori. Ya, memang perjalanannya seperti itu, naik turun gitu. Dalam hati saya istighfar terus, karena kabut tebal menyelimuti perjalanan kami sedangkan sisi kanan atau kiri jalan adalah jurang terjal.

Menantang sekali deh pokoknya, apalagi setelah melewati pos pemantauan. Medan semakin menantang, menyesak saya nggak foto medannya, Saya terlalu sibuk memandang sekeliling yang asing namun mengasyikkan.

Untung saja kami naik jib, karena kalau naik motor saya gak bisa bayangin melewati medan yang sulit dengan udara dingin yang menyengat. Untung aja suami nggak mau saya ajak ke Bromo berdua dengan sepeda motor. Padahal saya berkali-kali mengajaknya, tapi feeling suami selalu tepat. Untung…untung…

Pasir Berbisik

Setiba di Bromo, Pak Paring memarkir jipnya di tempat yang seharusnya. Banyak jip yang sudah berjejer rapi, “berangkat jam berapa ya mereka?” tanya saya dan tak ada yang menjawab, hahaha. Mereka sibuk mengamati lalu lalang orang.

Seperti kebiasaan saya saat traveling, hal pertama yang saya tuju adalah toilet. Apalagi kami akan menempuh perjalanan (berapa kilo ya? Sekitar dua jam jalan kaki santai) dari tempat parker jip ke puncak. Beuh… toiletnya antri puanjang dan lama book…

Dalam perjalanan ke puncak, berkali-kali ada tawaran naik kuda dan kami tolak dengan halus. Saya, Bu Dewi, dan kedua murid Bu Dewi - yang sudah lulus SMA – ingin menikmati perjalanan sambilmendengarkan pasir berbisik, hahaha. *ngeles aja padahal nggak punya uang. Salut deh pada kegigihan pemilik kuda yang menawarkan kudanya untuk naik ke puncak. Mereka menawarkan mulai dari 125 ribu hingga 75 ribu, ahahaha… Tetap saja kami tolak, untung saja nggak ada dukun yang bertindak.


Saya sangat penasaran dengan pasir berbisik. Kok hanya saya yang penasaran? Iya, soalnya Bu Dewi dan kedua muridnya sudah pernah ke Bromo dan ini adalah ketiga kalinya bagi mereka. Ternyata pasir berbisik itu suara angin yang bergemuruh meniup pasir hingga beterbangan. Saya lupa nggak bawa masker, akhirnya mulut saya beberapa kali kemasukan pasir.

Kawah Bromo

Penasaran dengan puncak Bromo, saya ingin menaklukkannya dengan berjalan kaki. Bisa? Saya yakin bisa meskipun harus berhenti setiap 5 menit sekali. Hosh… nafas saya terengah-engah, udah senin kamis aja rasanya nih nafas. Berhenti sejenak sambil mengisi paru-paru dengan udara pegunungan yang kurang segar – karena banyak kotoran kuda sepanjang perjalanan.



Sampai di bawah tangga – untuk naik ke puncak- ada sedikit kelegaan. Lalu, memandang tangga  yang entah berapa jumlahnya, katanya sih belum ada yang berhasil menghitung. Gimana mau hitung kalau naiknya aja ngos-ngosan, saya hampir putus asa di tengah perjalanan karena mendengar gemuruh angin yang semakin naik ke atas puncak semakin besar. Hiiii… sereeem…

Tapi, sayang jika saya nggak sampai puncak. Apalagi perjalanan ini full disponsori oleh Bu Dewi, belum tentu juga saya bisa ke sini lagi. Akhirnya kubulatkan tekad untuk naik ke atas, untung aja badan lagi fit dan perut udah terisi beberapa biscuit sebelum naik tadi.

Bu Dewi sudah ada di atas lebih dulu, ya iyalaah… Bu Dewi langsing, beda dengan saya yang harus membawa beban tubuh yang kelebihan ini (sampai-sampai dalam hati bertekad ingin diet, hahaha). Sesampai di atas, plash… lega dan capek langsung hilang. Tapi eh tapi, kok lutut saya langsung gemetar melihat ke bawah, semua orang jadi kecil banget, melihat ke dasar kawah yang dalam.


Tangan saya berpegangan erat ke dinding, lutut tak berhenti bergetar, phobia saya kumat. Jujur, saya lupa kalau phobia pada ketinggian. Saking happynya dan pengen naik ke puncak, saya nggak ingat sama sekali kalau takut ketinggian. Alhasil, setelah cekrak cekrek upload, saya pun turun dengan lutut yang tak mau diajak kompromi. Sambil merayapi tembok, saya sampai di bawah dengan selamat. Hahaha… Lebay.

Bagi saya, naik ke puncak gunung itu seperti orang nikah, sekali saja seumur hidup. Nggak lagi deh… Yakin? Kayaknya sih iya, insyaallah.

Coba kalau ada escalator ya ditangga yang tinggi itu, pasti nggak capek. Oiya, saya jadi penasaran, siapa ya yang bangun tangga setinggi itu? *buka buku sejarah

Padang Savana

Setelah turun dari puncak kami pun sarapan di dalam jip, setelah sebelumya beli nasi di warung dekat parkiran. Tahu nggak, karena anginnya sangat kencang dan menerbangkan pasir ke mana-mana, saat makan ada pasir halus yang ada di piring. Kerana lapar, tak ada yang menghiraukannya, hihihi… Sakit perut? Alhamdulillah enggak, udah baca doa kok pas mau makan. Hehehe

Saat perjalanan pulang kami mampir di padang savanna yang terletak di selatan gunung Bromo. Sepintas, padang savanna tampak seperti bukit-bukit hijau yang menyuguhkan pesona padang rumput hijau yang terhampar luas.

Banyak pengunjung yang mengabadikan momennya disini. Tak sedikit pula yang menggunakan lokasi ini untuk foto prewedding atau berbagai keperluan lainnya. Untuk bisa sampai ke padang savanna, kami juga melewati hamparan lautan pasir yang memaksa kami untuk berhenti sejenak untuk take a picture.

Itulah perjalanan kami ke Bromo, lokasi wisata yang seakan tak pernah habis menyegarkan mata. Keindahan alamnya membuat kami ingin datang lagi dan lagi, kecuali naik ke puncak, insyaallah udah kapok.


Friday, January 26, 2018

6 Barang Traveler yang Wajib Dibawa Saat Musim Hujan

Photo: travelfashiongirl.com

Barang bawaan memang sangat penting apalagi saat traveling. Namun jangan sampai barang bawaan menjadi hambatan ketika kamu melakukan perjalanan entah itu bersama keluarga ataupun pasangan, bisa-bisa nggak jadi traveling karena sibuk dengan barang.

Apalagi jika kamu akan traveling saat musim hujan, pastinya sulit dan repot jika membawa barang bawaan melebihi kapasitas. Meskipun kamu memiliki tiket pesawat Garuda dengan fasilitas bagasi yang lebih besar, kamu tetap harus membawa barang bawaan tersebut dengan menggunakan angkutan darat. Malah itu yang berat, ya kan?

Untuk mengurangi bebanmu saat  melakukan perjalanan pada musim hujan, ada baiknya memilih barang-barang yang penting saja. Apa saja barang-barang tersebut? Berikut adalah ulasannya.


1. Payung

Meskipun pada awalnya payung didesain untuk melawan cuaca panas atau menahan sinar matahari yang sangat terik. Namun justru kini payung dikenal sebagai alat untuk menahan hujan, 'sedia payung sebelum hujan' begitu kata-kata yang sering kita dengar.

Bentuk payung bervariasi, mulai dari payung paling kecil, payung besar, hingga payung yang bisa dilipat. Jika kamu traveling pada saat musim hujan, lebih baik membawa payung lipat yang muat di kantong dan tidak terlalu memakan kapasitas yang terbatas.Selain itu gak perlu ribet karena harus menenteng payung besar kemana-mana. *sambilbayanginCaplin

Baca juga: Wisata Hemat ala Emak Ngirit

Zaman now, payung sudah modern karena berbahan tipis namun tetap kuat. Tapi hati-hati ya kawan, karena barang ini paling cepat hilang. Kalau nggak tertinggal di sebuah tempat, biasanya tertukar dengan milik orang lain. Jadi, pastikan memilih payung yang unik dengan warna yang anti mainstream sehingga tidak mungkin tertukar dengan payung milik orang lain.


2. Jas Hujan

Jas hujan adalah alternatif untuk kamu, makhluk adam yang kurang suka atau malu untuk membawa payung. Meskipun sedikit merepotkan, jas hujan tetap saja dibutuhkan untuk mengantisipasi jika hujan turun saat traveling.

But, don't worry, beragam jas hujan mulai dari yang berukuran seperti kantong baju sampai dengan jas hujan yang digunakan oleh para nelayan yang memiliki ketebalan dan kekuatan yang lebih baik dibandingkan jas hujan lainnya.

Untuk traveling, lebih baik memilih jas hujan lipat yang tidak makan tempat sehingga bisa dimasukkan ke dalam tas kecil sekalipun.


3. Dry Bag

Dry bag biasanya digunakan oleh para penyelam atau traveller yang gemar snorkeling. Fungsi dry bag adalah untuk menyimpan barang-barang agar tetap kering meski pun dibawa ke dalam laut atau kolam. Harga dry bag pun sangat bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000.

Buat traveler seperti kamu, yang masih suka traveling pada saat musim hujan terutama mengunjungi tempat-tempat air terjun. Kamu bakal membutuhkan tas seperti ini. Jadi, dompet, handphone, maupun barang-barang berharga kamu akan aman bila disimpan di dalam dry bag.


4. Sandal Gunung

Sandal gunung akan lebih mudah kering saat digunakan. Lagipula, sandal gunung sudah cukup untuk traveling, hiking ke air terjun, atau sekadar jalan-jalan di pantai. Jika menggunakan alas kaki yang tidak mudah kering, dikhawatirkan akan berjamur dan malah membuat kaki menjadi bau tidak sedap. Apalagi jika kulitmu sensitif, saat lembab kaki mudah lecet lho.

Baca juga: Temukan Nuansa Romantis di Sudut-sudut Kota Pahlawan

Banyak kok merek sandal gunung yang dijual dengan harga sangat terjangkau, mulai dari Rp100.000 sampai dengan Rp500.000 di toko peralatan gunung. Meskipun juga tersedia beberapa sepatu gunung namun yang paling cocok buat musim hujan adalah sandal gunung. Mudah kering dan tidak licin meskipun dalam kondisi jalan basah.

Sandal gunung sangat fleksibel. Jika kedinginan dan cuaca dalam kondisi yang bersahabat, kamu hanya tinggal menggunakan kaus kaki. Namun, dalam medan jalan yang berbatu memang kurang cocok, yang penting tetap waspada dan bisa berhati-hati selama melakukan perjalanan.


5. Kantung Plastik

Jangan sepelekan kantung plastik pada saat musim hujan. Setidaknya, sediakan beberapa kantung plastik untuk ukuran sedang dan ukuran besar. Kantung plastik ukuran sedang bisa digunakan untuk menyimpan barang berharga agar tidak terkena air hujan saat tas basah terkena air.

Meskipun kadang tas kamu sudah menggunakan cover yang anti air, tidak ada salahnya tetap melindungi beberapa barang berharga kamu dalam tas. Apalagi beberapa dokumen penting seperti paspor atau visa saat kamu sedang traveling keluar negeri.

Baca juga: Taman Pintar Yogjakarta, Kawasan Wisata Ramah Keluarga

Kantung plastik ukuran besar akan sangat berguna untuk memisahkan pakaian kotor atau pakaian basah agar tetap bisa dibawa dalam satu tas. Sangat merepotkan jika kamu membawa kantong plastik yang terpisah. Kantung plastik tidak perlu terlalu tebal, yang penting cukup untuk memisahkan pakaian yang sudah digunakan dengan pakaian yang masih baru dan belum digunakan.


6. Cover Bag

Meskipun beberapa ransel sudah anti air, namun terkadang lapisan lilinnya akan terkikis sedikit demi sedikit karena air dan cuaca panas. Cover bag hanya sekadar untuk mengantisipasi saja agar tidak ada kebocoran pada tas.

Gunakan cover bag hanya dalam kondisi cuaca hujan atau lembab. Hindari menggunakan cover bag dalam kondisi panas terik karena akan memengaruhi kualitas lapisan lilin cover bag. Juga, jangan pernah mencuci cover bag dengan menggunakan air, cukup disikat menggunakan sikat halus untuk menghilangkan noda.

Jika sudah packing barang-barang di atas, kamu hanya tinggal berangkat ke tujuan kamu. Apalagi jika sudah mengantongi tiket pesawat garuda ke luar negeri. Jangan lupa pula gunakan aplikasi booking hotel untuk mengetahui informasi tentang hotel terdekat dengan tempat wisata yang kamu kunjungi, sehingga kapanpun kamu bisa reservasi hotel dengan cepat.

Thursday, January 25, 2018

Sembuh Lebih Cepat Hanya dengan Buah dan Sayur



“Maak… maap mlm2 ganggu.”
“Aku nemu blogmu yang bahas wasir.”
“Itu serius Mak, pengalaman pribadi?”
WhatsApp dari seorang teman dumay menyapa saya malam-malam, pukul 21.32 WIB. Hihihi, untung pas belum tidur sehingga saya balas chatnya dan obrolan kami tentang wasir pun berakhir dengan manis malam itu.

Berawal dari Coba-coba

Teman saya yang chat malam-malam itu bukan hanya penasaran apakah itu pengalaman pribadi saya, tetapi tentang food combining yang saya sebut sebagai salah satu cara menyembuhkan wasir. Kok bisa? Penasaran? Baca aja artikel saya Cara Ampuh Mengobati Ambeien Secara Alami.

Saya nggak ingat betul kapan tepatnya mencoba food combining. Awalnya sih ada saudara yang sering nyebut-nyebut food combining tuh gampang banget, nggak bikin lapar, enak deh pokoknya. Saya jadi penasaran dan browsing semua informasi tentang pola makanan sehat tersebut.

Saat itu saya belum mengenal mbak Widyanti Yuliandari. Pertama kali kenal food combining, saya kepoin akun Bang Erikar Lebang di twitter. Praktisi food combining ini membuat saya semangat untuk menjalani pola makan sehat. Hingga akhirnya saya berhasil menerapkan pola makan food combining selama dua bulan.

Selama menjalankan pola makan sehat ini saya mendapat banyak komentar lucu (mengarah ke negatif sih sebenarnya). Di kantor teman-teman menganggap saya aneh karena sering makan lalapan atau raw food. Di rumah saya juga pernah dibilang kayak kambing, karena makan sayur mentah. Tapi it’s okey, saya berhasil mengabaikan perkataan mereka. Toh yang makan saya, bukan mereka.

Selama dua bulan tersebut, berat badan saya turun 10kg (75 kg menjadi 65 kg). Yeaayyy…. Orang-orang yang sering ngatain saya aneh, kayak kambing, dan lain-lain udah pada diem. Capek mungkin karena saya tidak pernah menggubrisnya, hahaha. Saya pun terkenal sebagai wanita yang doyan sayur dan ogah makan nasi. Padahal gak juga sih, saya juga makan nasi tapi dikit, lebih banyak sayurnya.

Buah dan Sayur, Obat Alami Paling Ampuh

Sejak mengenal food combining, saya jarang sekali menyentuh obat kimia. Kecuali saat sakit terlalu parah dan saya tak bisa mengontrol tubuh saya, harus ke dokter dan diinfus, baru deh terpaksa pakai obat kimia. Alhamdulillah sejak rutin mengonsumsi sayur dan buah jadi jarang sakit. Kalau sakit berarti kurang asupan buah dan sayur, begitu prinsip saya.

Buah dan sayur memiliki kandungan yang sangat nyata bermanfaat bagi tubuh. Memang, kandungan vitamin dan serat pada buah dan sayur berbeda-beda. Oleh karenanya saya mengonsumsi beraneka macam buah, tak hanya satu jenis saja. Ajaib, saya yang biasanya pilih-pilih buah jadi doyan semua buah (kecuali kelengkeng) setelah menerapkan food combining.

Bukan hanya saya yang merasakan manfaat mengonsumsi buah dan sayur secara rutin, anak-anak dan suami juga mendapatkan dampaknya. Bahkan, Aira, putri kedua saya jadi doyan jus sayur karena sering mencicipi jus yang saya konsumsi setiap hari. Kebetulan Aira nggak doyan protein hewani, udah semacam vegetarian aja dia.

Orang tua dan beberapa saudara sempat berkomentar negatif saat tahu Aira nggak bisa makan protein hewani, bau amis saja dia langsung muntah. Pokoknya nggak doyan deh, kalau olahan masih mau sih, kayak pentol, nugget, atau kerupuk ikan. Itu pun nggak seberapa, hanya sedikit yang bisa dia makan.

Tapi mau gimana lagi, meski banyak orang yang bilang kalau nggak doyan ikan otaknya nggak bisa cerdas, saya nggak ambil pusing deh. Terpenting Aira jarang sakit, alhamdulilah, dan kemampuan berpikir serta motoriknya juga baik-baik saja.

Sembuh dari Penyakit Hanya dengan Buah dan Sayur

Ini sih pengalaman saya, sembuh dari sakit hanya dengan buah dan sayur. Pluuuusss.. banyakin minum air putih. Tapi banyak lho yang nggak percaya, hanya senyum aja saat saya bilang jarang minum obat kimia. Saya dan suami punya prinsip, selagi masih bisa dengan yang alami nggak perlu lah beli obat. Selain hemat juga sehat.

Beruntung sekali memiliki pasangan hidup yang berpikiran sama, paling tidak bisa mengimbangi dalam beberapa hal. Menggunakan bahan-bahan alami untuk menyembuhkan penyakit, misalnya. Lalu, penyakit apa saja sih yang biasanya hanya sembuh dengan buah dan sayur?

1. Flu

Sakit yang disebabkan virus influenza ini biasanya ditandai dengan gejala batuk, pilek, dan sakit kepala. Nah, saat kami sudah mulai bersin-bersin langsung deh konsumsi jeniper dan minum air putih lebih banyak dari biasanya. Ternyata benar apa yang telah saya baca pada beberapa artikel jika flu bisa hilang dengan sendirinya asalkan cukup asupan nutrisi.

Untuk melawan flu saya dan keluarga biasanya mengonsumsi buah jeruk, tomat, strowberi, atau nanas. Saya pribadi genjot dengan lalapan atau raw veggies, langsung deh gak jadi flu. Sayangnya anak-anak dan suami belum doyan makan lalapan jadi mereka saya kasih buah-buahan aja.

2. Diare

Saya pernah terkena diare dan ogah minum obat. Diare sering disikapi salah secara umum. Menurut praktisi food combining, prinsip dasar diare adalah mekanisme pertahanan tubuh. Intinya diare adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mengembalikan harmoni dalam sistem cerna, apapun masalah dihadapi.

Nah, keyakinan itulah yang membuat saya nggak menyelesaikan diare dengan obat. Saya lebih memilih mengonsumsi buah. Kenapa? Apa nggak takut tambah diare? Ya enggak laah.. Buah dan sayur kan lebih mudah dicerna.

Logikanya, saat diare tubuh kekurangan cairan, makanya kita harus segera mengganti cairan tubuh dengan air putih dalam jumlah yang banyak. Mengonsumi buah dan sayur yang kaya akan mineral lebih baik daripada minum oralit.

Saat diare, kami sering makan buah yang banyak mengandung air seperti buah pir, semangka, jeruk, atau melon. Sebenarnya makan papaya, apel, salak, juga nggak masalah kok. Hanya saja buah berair menurut saya lebih pas saat diare, mungkin karena tubuh banyak keluar cairan ya.

3. Ambeien atau Wasir

Kalau pengalaman ini hanya saya yang mengalami, suami dan anak-anak enggak (naudzubillah yaa). Setelah pakai obat apapun nggak mempan, eh ada yang mempan tapi kambuh lagi, Alhamdulillah hanya buah dan sayur lah yang dapat menyembuhkan wasir saya. Semoga saja permanen ya, karena sejak menerapkan food combining dalam pola makan, wasir udah nggak pernah nongol lagi. Paling cumin intip-intip doang, wkwkwk.

Pernah saya coba banting setir, cheating terlalu lama, ulalaa… wasir hampir kambuh. Udah malas coba-coba deh, soalnya wasir tuh sakit banget buat jalan, dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.
Food combining semacam kebutuhan deh buat saya sekarang. Buah dan sayur wajib ada setiap hari. Nggak bisa bayangin harus operasi wasir yang katanya sakitnya minta ampun. Duh, mending saya makan raw food (sayuran mentah) daripada harus operasi, hihiiiiiii

Nah, itulah tiga penyakit ringan yang bisa sembuh hanya dengan mengonsumsi buah dan sayur. Sebenarnya tak hanya harus makan buah dan sayur, pola hidup sehat juga harus diiringi dengan yang lain, yaitu istirahat teratur, rajin beraktifitas fisik dan positif thinking. Jadikan pola hidup sehat sebagai kebutuhan dan bukan hanya ikut-ikutan.



Being healthy and fit isn't fad or a trend instead. It's lifestyle




Wednesday, January 24, 2018

Eduwisata Ramah Anak di Kota Batu


Saat hendak menentukan tujuan tempat wisata, hal pertama apa yang menjadi bahan pertimbangan Anda? Kalau saya selalu mempertimbangkan muatan edukasi yang ada ditempat wisata tersebut. Kebetulan anak-anak masih berumur 3 dan 6 tahun, jadi cocok sekali jika diajak belajar sambil bermain. 

Konsep eduwisata selalu jadi pilihan saat ingin berlibur bersama anak-anak. Selain memberikan layanan wisata pada umumnya, tempat wisata seperti ini juga memasukkan unsur pendidikan yang sesuai dengan tema yang diambil.

Di Kota Batu, ada beberapa eduwisata yang bisa kalian kunjungi saat weekend atau holiday tiba. Selain banyak unsur pendidikannya, eduwisata berikut ini juga ramah anak lho.

Jatim Park 1 


Terletak di lereng Gunung Panderman, Kota Batu, Jatim Park 1 adalah salah satu eduwisata yang terkenal di Jawa Timur. Cukup banyak wahana pendidikan di Jatim Park 1 yang dapat dinikmati bersama anak-anak, seperti Volcano, Galeri Nusantara, Science Center (Kimia, Fisika, & Biologi) Outdoor Science Center, Amazing Human Body, anjungan Jatim & Irian Jaya, diorama binatang langka, miniatur candi-candi, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Tiga Tempat Wisata yang Bikin Saya Mupeng

For Your Information, anak-anak saya paling betah ada digaleri belajar dan science. Lha wong saya dan suami yang udah gede aja senang bermain-main peralatan fisika, apalagi anak-anak. Serasa kembali ke masa lalu saat masih berada di bangku SMP. Dulu, belajar IPA tak terlalu menyenangkan seperti sekarang. Bersyukurlah kalian wahai generasi millennia.😃

Selain wahana bermain dan belajar, fasilitas yang disediakan pun cukup lengkap, tempat makan, toilet, musholla, dan tempat peristirahatan. Ada juga kolam renang yang pastinya membuat anak-anak gembira sepuasnya. Sebelum pulang, jangan lupa mencoba permainan ekstrim yang juga dapat Anda nikmati secara gratis. Tapi hanya untuk orang dewasa ya, kalau anak-anak sih wahana permainan yang lebih aman.

Museum Tubuh


Berada satu area dengan Jatim park 1, The Adventure of Museum Tubuh Bagong adalah eduwisata berikutnya yang wajib dikunjungi bersama anak-anak. Jika Anda ingin menelusuri ‘pabrik manusia’, datang saja ke Museum Tubuh Bagong. Disini pengunjung bisa mengetahui segala aktivitas yang bekerja di dalam tubuh manusia.

Baca juga: Wisata Hemat ala Emak Ngirit

Namanya saja museum, jadi Anda akan disuguhi sederet zona tubuh yang penuh dengan pengetahuan seputarnya. Mulai zona gigi dan mulut, zona hidung, zona mata, zona telinga, blood veseel zone, zona hati, zona ginjal, dan lainnya. Menariknya lagi, museum ini juga dilengkapi dengan koleksi kadaver manusia yang diawetkan. Namun sayang, pengunjung tidak boleh mengambil gambar untuk kenang-kenangan.

Tentu saja anak-anak sangat suka berkunjung ke Museum Tubuh, apalagi rasa ingin tahu anak-anak  sangat besar. Di tempat ini mereka dapat mengobati rasa penasaran tentang organ tubuhnya melalui replika-replika yang ada ditiap zona. Informasi tentang ‘pabrik tubuh’ akan disampaikan oleh guide yang berada di tiap zona atau melalui multimedia yang telah disediakan.

Jatim Park 2


Tidak terlalu jauh dari Jatim Park 1, ada Jatim Park 2 yang terdiri dari Museum Satwa dan Secret Zoo. Mengapa destinasi wisata ini cocok untuk anak-anak? Di Museum Satwa, Anda dapat mengenalkan berbagai macam binatang dari seluruh dunia. Apakah aman? Tentu saja, karena hewan yang dipamerkan dalam bentuk diorama yang lengkap dengan habitatnya. Ada juga hewan yang telah diawetkan.

Sedangkan di Secret Zoo, Anda dapat menyaksikan berbagai hewan langka secara dekat. Melalui pembatas yang dibuat untuk hewan-hewan tertentu, Anda dapat mengenalkan berbagai satwa kepada anak-anak secara langsung.

Baca Juga: Lima Tempat Wisata Theme Park di Malang

Dibedakan menjadi beberapa zona, membuat pengunjung dapat menikmati tingkah laku hewan dengan nyaman. Mulai dari zona primitive, reptile garden, zona aquarium, zona savannah, pasar Afrika, fantasy land dan adventure land. Serta terakhir adalah zona tiger land.

Semua satwa yang dipamerkan tampak nyata, sangat manarik dan inilah kesempatan mengenalkan aneka satwa kepada anak-anak tanpa takut diterkam atau digigit. Pada zona tertentu ada pembatas dinding dan kaca tebal, zona hewan buas misalnya, sehingga sama sekali tidak membahayakan pengunjung.

Eco Green Park

 

Edusiwata berikutnya yang tak jauh dari Jatim Park 2 adalah Eco Green Park. Dengan misi utamanya sebagai wahana edukasi bertaraf internasional, Eco Green Park sangat menjaga kebersihan dan kerapian. Tempat wisata yang ramah anak ini berfokus pada ekosistem dunia burung dan reptil.

Baca juga: Ada Apa di Eco Green Park?

Eco Green Park adalah tempat wisata bernuansa lingkungan dan ekosistem yang dikemas secara edukatif dan atraktif. Tidak hanya penampilannya saja yang keren dan cantik, tempat wisata yang buka setiap hari ini juga bertaraf internasional. Wahana yang tersedia memadukan konsep wisata alam, kebudayaan, lingkungan, dan seni yang inspiratif, menarik, dan mendidik. Wuih.. cocok banget dong ya kalau mengajak seluruh keluarga.

Ada 35 wahana gratis yang dapat dinikmati saat berkunjung ke Eco Green Park, mulai dari insectarium, walking bird, plaza music, jungle adventure, peternakan, taman biogas, dan masih banyak lagi.

Predator Fun Park



Taman wisata yang menyuguhkan hewan predator, berupa buaya dan ikan buas yang dikemas secara unik dan tak kalah menarik dibandingkan wahana wisata lainnya di Kota Batu adalah Predator Fun Park. Di wisata ini, Anda dapat mengenalkan kepada anak-anak berbagai macam bentuk buaya yang sudah diawetkan dan berupa patung.

Bacajuga: Liburan Seru di Predator Fun Park

Suasana mirip museum dengan berbagai pengetahuan tentang buaya. Beberapa buaya di penangkaran dan ikan buas di kolam bisa diberi makan. Anda juga bisa foto bersama ikan yang didapat saat memancing, untuk kemudian dilepaskan kembali.

Tak hanya itu, ada juga area untuk bersenang-senang seperti playground, rumah sesat, area trampoline, family fun house, waterpark, rumah disko, berburu salamander, dan rumah hantu yang juga dapat menambah keceriaan anak-anak. Having Fun deh pokoknya!

Jatim Park 3

 

Yuhuu… Ada tempat wisata baru di Kota Batu, Jatim Park 3. Wah, kayaknya Jatim Park Group nggak puas hanya dengan Jatim Park 1 dan 2 saja sehingga dibangun Jatim Park 3. Menawarkan aneka ragam Dinosaurus atau wahana Dino Park, Jatim Park 3 telah dibuka pada akhir tahun 2017. Anda dapat mengenalkan perkembangan Dinosaurus kepada anak melalui wahana galeri 5 zaman melalui kereta yang dapat memuat 50 orang.

Ada juga galeri musik dunia yang berisi aneka alat musik mulai zaman kuno hingga modern, wahana The Legend Star yang berisi patung-patung lilin artis yang mirip aslinya. Belum lagi wahana invinity atau rumah kaca raksasa, gedung teater yang dapat memuat 2000 penonton, fun tech, dan berbagai wahanan mainan anak yang dapat dinikmati. 

Wisata Nyaman Bersama Anak-anak

Nah, itulah eduwisata yang cocok untuk anak-anak. Namun ada yang menganggap jika traveling bersama anak itu repot sekali. Agar rencana wisata bersama anak yang telah Anda susun jauh-jauh hari nggak sampai gagal, simak dulu tips berikut ini.
  1. Pastikan anak-anak dalam kondisi fit atau sedang tidak sakit. Hal ini bisa Anda persiapkan jauh hari, jadi saat Anda telah merencanakan traveling beberapa hari ke depan, usahakan anak-anak terjaga kondisinya. Memang sakit itu datangnya dari Allah, namun tak ada salahnya berusaha menjaga si kecil sehingga jika hari-H tiba rencana traveling berjalan lancar.
  2. Perhitungkan dengan matang kekuatan anak saat berada di tempat rekreasi. Misalnya, menyewa E-Bike jika dirasa anak sangat membutuhkannya. Jangan sampai anak pingsan kecapekan di tengah jalan karena harus melewati rute yang terlalu jauh (bagi anak-anak), hehehe.
  3. Siapkan peralatan tempur untuk mendokumentasikan setiap peristiwa ketika berada di tempat rekreasi. Membawa alat foto sendiri (meskipun hanya smartphone) dapat menghemat dan lebih efektif dibandingkan menggunakan jasa foto di tempat wisata. Because every moment is precious, jangan sampai kehilangan momen berharga.
  4. Nikmatilah kegiatan wisata Anda bersama anak-anak. Hindari perasaan terlalu baper saat ada kejadian ‘tak terduga’yang terjadi. Misalnya saja smartphone jatuh saat traveling (naudzubillah), maka jangan lantas hati Anda baper seharian sehingga tidak menikmati aktivitas berlibur.
  5. Mengingat rute tempat wisata yang agak panjang dan lama (udah kayak ngeklan ajah), gunakan pakaian yang nyaman dan alas kaki yang bukan high heels. Bawa juga topi untuk melindungi diri dari sinar matahari yang menyengat. Jangan lupa juga untuk sedia payung sebelum hujan.
Itulah beberapa eduwisata yang dapat Anda kunjungi saat ke Kota Batu dan juga tips agar traveling bersama anak lebih nyaman. Kalau Anda masih punya referensi tujuan eduwisata di kota Anda,boleh donk ditulis di kolom komentar.

Terima kasih. Semoga bermanfaat. Happy Traveling 😍



Tuesday, January 23, 2018

Wisata Hemat Ala Emak Ngirit


Halo Emak super ngirit 😃

Saat anak merengek minta jajan, tega nggak sih membiarkannya? Apalagi jika jajanan yang diminta harganya nggak seberapa. Ya udah kasih aja deh daripada nangis, kan?

Tapi saat anak minta traveling? Apalagi pas tanggal tua, sedangkan masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Gimana? Masih bisakah Anda menolak? Saya sih ragu, bisa nggak ya?

Apalagi jika anak saya yang jarang keluar rumah itu hanya minta ke alun-alun, atau bermain pasir di taman. Nggak mungkin lah saya biarkan dia kecewa dan mengumpat dalam hati “Emak pelit”, huhuhuuuu. Tak ada cara lain, ya harus dituruti.


Tapi kalau minta jalan-jalan ke tempat wisata yang nggak semurah-meriah alun-alun atau taman kota? Tunggu dulu, saya harus berpikir seribu kali untuk mengabulkannya. Itu sih dulu, mikir lamaaa sekali saat anak minta traveling ke tempat wisata yang ada wahananya, bukan hanya bermain pasir dan ayunan.


Baca juga: Alun-alun Malang Bukan Sekedar Tempat Nongkrong

Akhirnya, saya pun memutar otak. Bagaimana caranya bisa mengajak anak berlibur ke tempat wisata tapi nggak bikin kantong bolong. Alhamdulillah, saya pun bisa mengajak anak-anak menikmati berbagai wahana di tempat wisata tanpa harus pusing tujuh keliling setelahnya.

Ngirit bukan berarti pelit, bukan? Ini dia tips wisata hemat ala emak ngirit, *berdasarkan pengalaman.

1. Rencanakan Jauh Hari 


Membuat perencanaan jauh-jauh hari sangat penting dilakukan. Apalagi jika harus ngirit dengan sejumlah pemasukan keuangan bulanan. Sebisa mungkin kita sebagai emak, yang pengen ngirit disetiap suasana, harus bisa mengatur keuangan tersebut.

Cara yang biasa saya lakukan adalah menentukan waktu, kapan akan traveling, dan jumlah budged yang dibutuhkan. Lalu jumlah budget akan saya bagi dengan tenggat waktu pengumpulan dana (hingga hari-H). Ribet ya? Emang. 😀

Baca juga: Hutang Lunas dengan Celengan

Misalnya, saya akan traveling saat holiday, biasanya bulan Juni-Agustus. Setelah saya rinci, saya membutuhkan dana kurang lebih satu juta rupiah. Sekarang bulan Januari, masih ada waktu 5-6 bulan untuk mengumpulkan dana. Nah, berarti per bulan saya harus mengumpulkan uang sekitar 200 ribu.

Dengan merencanakan jauh-jauh hari, Anda nggak perlu risau jika saatnya tiba. Uang belanja juga nggak akan ikut ludes terbawa ke tempat wisata karena sudah ada dana yang kita sisihkan setiap bulan.

2. Datangi Tempat Wisata Terdekat


Tips selanjutnya adalah datangi tempat wisata yang dekat dengan tempat tinggal. Ya, kalau terpaksa nggak ada yang deket banget boleh laah asal nggak sampai keluar kota. Kalau memang terpaksa harus keluar kota, balik lagi pada tips pertama, perencanaan. 😃


Beruntung tempat tinggal saya, Kota Malang adalah tempat yang memiliki bejibun destinasi wisata. Mulai dari park theme, waterboom, hingga tempat wisata yang bernuansa alam dan hutan. Bahkan di dekat rumah saya yang notabene berada di desa juga banyak bermunculan tempat wisata baru, seperti Wisata Hutan Pinus, Bon Pring, dan juga GSS (Gunungsari Sunset).

Oleh karenanya jika ingin ngirit ya kunjungi saja tempat wisata yang dekat tempat tinggal, paling tidak masih berada di dalam kota sehingga dapat menekan pengeluaran dalam hal transportasi. Lebih ngirit lagi jika tempat wisata yang didatangi murah meriah.

3. Jika Ada Supir Pribadi, Kenapa Harus Kendaraan Umum?


Sudah lama sekali saya malas naik angkot alias angkutan umum. Selain sering berhenti menunggu penumpang di beberapa spot juga fasilitas yang kurang menyenangka n seperti asap rokok dari penumpang lain. Apalagi saat ini telah hadir angkutan online yang menawarkan fasilitas lebih baik dengan harga yang tidak jauh berbeda. Ya, kalau dibilang mahal sih enggak juga karena memang layak lah ya. Serasa punya sopir pribadi aja deh. Hehehe

Tapi, sopir pribadi yang saya maksud disini adalah suami. 😂😃. Yup, jika masih ada suami yang bersedia jadi supir kemana pun tujuan kami, maka kendaraan umum akan kami coret dari daftar planning liburan. Saat ini, kemana-mana kami pergi menggunakan sepeda motor karena belum punya mobil. Berhubung anak-anak masih kecil maka kami bisa boncengan berempat, entah dua atau tiga tahun lagi saat si sulung sudah kelas 3 SD, masih muat nggak ya?

Menggunakan kendaraan pribadi adalah tips selanjutnya jika ingin berwisata tapi nggak ‘berat di ongkos’. Alternatif moda transportasi pribadi ini sih bisa digunakan jika berwisata di dalam kota saja. Kalau mau keluar kota, kami memilih transportasi umum lah yaw, bisa-bisa nggak jadi rekreasi karena kecapekan naik sepeda motor berempat, 😜.

4. Bawa Bekal Lebih Baik


Bukan hanya pertimbangan dana yang minim maka harus membawa bekal saat ke tempat wisata, tapi juga aspek kebersihan dan kesehatan juga perlu dipikirkan. Kebetulan suami saya jarang sekali makan di luar, semacam warung ataupun restoran. Kebiasaan ini pun menular kepada saya yang sebelum menikah sering jajan di warung.

Kebiasaan yang tidak buruk ini ternyata dapat dimanfaatkan saat berwisata, daripada membeli makanan yang harganya sudah pasti mahal, mending bawa bekal dari rumah. Anak-anak pun jarang mau makan masakan warung kecuali bakso, mie, atau ayam goreng, selain itu mereka nggak terlalu doyan.

Ternyata, membawa bekal saat mengunjungi tempat wisata bisa membuat irit pengeluaran. Kadang saya merasa ragu membeli makanan di tempat wisata, selain harganya mahal juga rasanya yang kadang kurang pas di lidah. Hanya jika terpaksa saja kami membeli makan di tempat wisata, misalnya saat kami tidak membawa bekal karena alasan tertentu.

5. Perhitungkan Budget yang Tersedia


Tips selanjutnya ini sangat penting, memperhitungkan budget yang tersedia dengan secermat mungkin. Jika perlu tidak hanya dibayangkan tapi juga ditulis dalam sebuah kertas atau notes smartphone. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan pengeluaran yang dapat dilakukan saat berada di tempat wisata.

Namanya emak-emak kalau lihat barang bagus atau lucu pasti mupeng kan, ya? Nah, jika kita tidak memiliki catatan pengeluaran saat berwisata, bisa-bisa pengeluaran lebih dari perkiraan. Jika perlu bawa uang secukupnya sesuai anggaran yang telah ditentukan. Simpan uang cadangan di tempat terpisah, jika perlu tersembunyi atau sulit dijangkau sehingga saat lapar mata Anda masih dapat mempertimbangkannya lebih selektif.

Pernah lho, saya tergiur dengan topi lucu buat anak-anak saat di Jatim Park. Harganya sih nggak terlalu mahal dan membuat saya langsung mencomotnya dan membawanya ke kasir. Saat hendak membayar, saya membuka dompet dan kaget setengah mati karena kosong. Dompet saya yang tidak berbilik itu hanya menampilkan recehan, berharap tiba-tiba muncul "dokkaebi ahjussi" yang membayarkan barang saya.😥

Beruntung saya masih punya persediaan muka, kalaupun malu masih bisa ganti dengan muka yang lain, hahaha. Saya meminta maaf karena tidak jadi membeli barang yang telah dipilih. Untungnya lagi kasirnya baik, kayaknya sih masih PSG atau anak magang gitu deh, jadi nggak berani pasang tampang sewot. Hahaha.

Sesampai di rumah, saya baru ingat jika duitnya tersimpan di kantong belakang tas ransel, yang sedang dibawa suami. Sigh...

6. Patuhi Rencana yang Disusun


Tips terakhir adalah mematuhi rencana yang telah disusun. Apa gunanya membuat perencanaan anggaran sedangkan Anda berbuat “Semau Gue”? Memang, tidak semua yang direncanakan bisa berhasil. Tapi sayang sekali bukan, jika perencanaan yang telah dibuat diabaikan begitu saja.

Jadi, jika ingin berhasil melakukan wisata hemat ala emak ngirit maka Anda harus mematuhi planning yang telah Anda susun sejak jauh-jauh hari. Agar tidak terjadi besar pasak daripada tiang. Anda pun bisa pulang dengan hati dan wajah gembira karena tidak tertekan lantaran uang ludes.

Apa gunanya berwisata jika setelahnya kita bingung atau stress memikirkan pengeluaran yang membengkak. Bukannya untung malah buntung, hihihi





Monday, January 22, 2018

Tiga Tempat Wisata yang Bikin Saya Mupeng



Welcome 2018, ada rasa bahagia menyeruak di hati, saat kembang api terdengar saling bersahutan di udara. Apa pasal? Di awal tahun ini saya akan resign dari pekerjaan seperti yang saya sampaikan pada tulisan saya tentang Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner. 

Tahu nggak, sebelum resign saya sempat iri pada teman-teman yang sering pergi traveling. Apalagi saat membaca tulisan blogger yang sedang traveling, hingga ke luar negeri. Sejak itulah saya jadi sering membayangkan, enaknya kalau saya bisa traveling sesuka hati tanpa harus menunggu waktu libur kerja.

Itu sih hanya salah satu khayalan tingkat tinggi saya. Meskipun sudah berhenti kerja belum tentu saya bisa traveling kapan saja dan kemana saja. Ya kalau ada pintu Doraemon, 😂. Secara penghasilan suami ditambah saya sebagai blogger belum cukuplah kalau untuk traveling yang tiketnya mahal apalagi sampai nginep di hotel.

Memang, bisa memanfaatkan salah satu kemampuan saya sebagai blogger, menjadi endorser tempat menginap misalnya. Tapi tetap saja harus diperhitungkan beberapa pengeluaran lain, seperti makan dan cemilan untuk anak-anak. Masak iya, saat anak merengek minta es krim yang sedang dimakan orang saya hanya diam saja? Beruntung jika nggak sampai ada yang ngasih es krim karena menganggap kami orang kere, malu donk 🙈.

Tapi, meskipun baru resign bukan berarti saya gak bisa traveling bersama keluarga. Saya pun menabung untuk merencanakan berkunjung ke tiga tempat berikut.

1. Jatim Park 3

Tempat pertama yang ingin saya kunjungi adalah Jatim Park 3 di Kota Batu. Tempat wisata baru yang sedang hits adalah Jatim Park 3, pengembangan core bisnis dari Jatim Park Group. Setelah sukses dengan Eco Green Park, Jatim Park 1 dan 2, juga predator fun park, Jatim Park 3 resmi dibuka pada akhir tahun 2017.

Pesona T-Rex dan saudara-saudaranya menjadi magnet utama Jawa Timur Park 3 yang ingin dikenal sebagai Dino Park ini. Apalagi Jawa Timur Park 3 menjadi wahana satu-satunya di Kota Batu sekaligus terbesar dan terlengkap dalam menyajikan berbagai wahana bertema Dinosaurus.

Wuih, semakin ngiler untuk mengajak anak-anak main ke Jatim Park 3, pasti mereka langsung teriak-teriak kegirangan melihat Dinosaurus raksasa yang bisa bergerak. Ada banyak wahana baru yang dapat dinikmati, seperti The Legend Star, Music Gallery, Hi-Tech Multimedia, Invinity, Gedung Teater, dan Red Carpet.

Harga tiket yang standar, sama dengan Jatim Park yang lain, kisaran 100 rb s.d. 150 rb, pasti ramai ya saat holiday. Apalagi kabarnya akan dibangun hotel dan apartemen.

2. Milkindo

Tempat wisata selanjutnya yang menjadi incaran saya di tahun 2018 adalah Milkindo. Berada di Kepanjen, masih satu kabupaten dengan tempat tinggal saya, saya malah belum sempat berkunjung ke tempat ini. Padahal sejak membaca review salah satu blogger Malang, saya sudah mupeng ingin mengajak suami dan anak-anak tamasya ke Milkindo.



Semakin keki saat suami dan anak-anak pergi menikmati wahana di Milkindo bersama kedua adik dan ponakan saya. Waktu itu saya nggak bisa ikut karena ada acara yang lebih penting, dan sedikit menyesal karena nggak bisa ikut.

Menurut suami, anak-anak senang sekali saat berada di Milkindo, apalagi bisa bermain dengan kelinci dan memegang kuda. Duo Dzakiyyah memang suka sekali mengunjungi tempat wisata yang dapat berinteraksi dengan binatang.

Tampak dari foto-foto mereka yang menikmati sekali berbagai wahana yang disuguhkan. Peternakan sapi, menunggang kuda, play ground, trampoline, taman kelinci, kereta mini, dan juga spot-spot keren yang instagrameble.

Nggak salah kan kalau saya berencana mengunjungi Milkindo di tahun 2018?

4. Taman Kelinci

Masih di Kota Batu, selain Jatim Park 3 saya juga mupeng sekali dengan Taman Kelinci yang ada di Jalan Paralayang Pujon. Tak hanya bisa berinteraksi dengan kelinci, yang mana Aira dan kakaknya pasti senang banget, tapi juga bisa cekrak-cekrek upload di spot-spot yang instagramable. Kabarnya di Taman Kelinci ini juga ada rumah hobit, itu lho yang mirip sama rumahnya Bilbo Baggins di film Hobbit.

Melihat antusiasnya Duo Dzakiyyah saat berkunjung ke Milkindo, saya jadi membayangkan betapa senangnya jika mereka diajak ke Taman Kelinci. Benar saja, saat saya tanya mau ke Eco Green Park atau ke Taman Kelinci, bersamaan mereka berteriak, “TAMAN KELINCIIII.” 😍

Iya, soalnya Eco Green Park sudah berkali-kali mereka kunjungi sampai hafal jalurnya. Bahkan sebelum Aira lahir, kakaknya sudah lebih dahulu ke tempat wisata yang mengusung green ecosystem tersebut.

Waah… jadi nggak sabar ingin segera ke Taman Kelinci dan berfoto ria di rumah hobbit serta mengelus-elus kelinci,😋😄😆.

Itulah tiga tempat wisata yang ingin sekali saya kunjungi bersama suami dan kedua putri kami, Duo Dzakiyyah. Sebenarnya masih banyak sih yang ingin saya kunjungi, seperti Rumah Pohon dan Daun Coklat, melihat sunrise di Penanjakan Bromo, atau ke pantai di Malang Selatan.

Lalu, kenapa hanya tiga tempat ini saja yang saya targetkan di tahun 2018?

1. Murah dan Mudah Dijangkau.

Kalian yang mengikuti update-an blog saya pasti tahu kalau saya baru saja resign, jadi saya masih harus membuat beberapa perencanaan jika ingin traveling ke banyak tempat. Belum lagi masa-masa penyesuaian yang harus saya jalani, jika biasanya ‘ngantor’ sekarang harus di rumah.

Tapi traveling tetap masuk dalam planning donk, lagian saya resign juga salah satunya ingin bisa traveling tanpa harus menunggu cuti kerja. 😄😎. Oleh karenanya, di tahun 2018 ini saya ingin jalan-jalan ke tiga tempat yang telah saya sebutkan.

Semoga, tahun berikutnya saya bisa traveling ke tempat-tempat lainnya yang ingin saya kunjungi. Kalau bisa sih ke luar kota seperti keinginan suami.

2. Belum Pernah Kami Kunjungi

Bukan berarti tempat wisata yang telah saya kunjungi bersama keluarga nggak ada yang menarik sehingga ‘ogah’ balik. Museum Satwa, Secret Zoo, dan Eco Green Park adalah tempat favorit Duo Dzakiyyah, dengan senang hati mereka akan setuju jika diajak mengunjunginya lagi meskipun dengan berjalan kaki selama dua – tiga jam.

Begitulah, anak-anak selalu punya energi ekstra untuk menikmati hal-hal luar biasa yang membuat mereka senang dan bahagia. Mereka nggak pernah mengeluh lelah meskipun harus berjalan jauh.

Lalu mengapa saya tidak ingin berkunjung lagi ke tiga tempat wisata favorit anak-anak? Pastinya ingin sesuatu yang baru laah, dan anak-anak juga nggak menolak kok diajak ke Jatim Park 3, Milkindo, dan Taman Kelinci.

Si sulung penasaran sekali saat saya menyebut Dino Park yang ada di Jatim Park 3, begitu juga si bungsu yang berteriak-teriak saat saya pertontonkan video replika Dino yang bisa bergerak dan bersuara. Hahaha, emaknya makin antusias donk.

3. Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui

Sebagai blogger, traveling bukan sekedar untuk menghibur diri atau bersenang-senang tapi juga sebagai amunisi untuk menulis di blog. Istilahnya sekali mendayung dua tiga pulai terlampaui, jalan-jalan sekalian menuliskan pengalaman explore tempat wisata di blog.

Nah, kalau datang ke tempat yang sama nggak mungkin donk saya tulis lagi (kecuali dalam sudut pandang lain). Mending berkunjung ke tempat wisata yang belum pernah saya datangi. Keuntungan yang didapat juga berlipat, selain hati senang juga punya materi untuk ditulis.

Itulah tiga tempat yang ingin saya explore di tahun 2018, kalau kamu ingin berkunjung ke mana saja di tahun 2018? Share di kolom komentar kuy!




Thursday, January 11, 2018

Happy Birthday Malang Citizen, Mau Jadi Apa Sekarang?

Satu tahun sudah Malang Citizen lahir, satu tahun itu pula saya bergabung dengan komunitas blogger di Malang ini. Ibarat bayi yang baru lahir, usia satu tahun adalah bayi yang masih merangkak atau sedang belajar berjalan. Tapi MC adalah bayi ajaib yang sudah bisa berjalan dengan cepat, layaknya The Flash yang bisa melesat secepat kilat, hehehe.

Perkembangan Malang Citizen bisa dibilang sangat cepat, kayak kelebihan nutrisi sehingga bisa bertumbuh lebih daripada seharusnya. Saya sebagai anggota yang baru setahun, bangga bisa bergabung di Malang Citizen. Banyak sekali yang saya dapatkan setelah bergabung dengan komunitas ini.

Kok Bisa Gabung di Malang Citizen?


Saat baru pertama ngeblog, saya nggak kenal dengan Malang Citizen, bahkan saya nggak tahu jika blogger itu ada komunitasnya. Saya sih awalnya ngeblog cuma buat sharing pengalaman atau informasi yang ada dibenak.

Kak SeHariadi sedang memotong tumpeng (foto: Richo)
Awalnya saya berteman dengan mbak Ivon di Instagram dan Facebook karena sama-sama anggota grup facebook Ibu-Ibu Doyan Nulis. Saya sering baca update statusnya mbak Ivon tentang kuliner di IIDN hingga saya tertarik untuk memesan kue darinya. Sejak itulah saya sering stalking efbi mbak Ivon dan penasaran dengan aktivitasnya sebagai blogger. Biasanya mbak Ivon juga update keseruannya saat bareng Malang Citizen (dulu namanya Blogger Ngalam, apa ya? Saya lupa, hehe).

Lalu, karena saya sering update tentang liputan yang terbit di Harian Surya, mbak Ivon menyarankan agar saya gabung di Malang Citizen. Kebetulan pas saya gabung, Malang Citizen baru aja diresmikan. Akhirnya, yeaaayy... saya pun gabung di komunitas keren ini setelah memenuhi beberapa persyaratan, salah satunya menulis di website Malang Citizen.

Ini tulisan saya waktu itu: Ada Apa dengan Komunitas Blogger Malang Citizen?

Apa Untungnya?


Banyak, jujur banyak sekali keuntungan yang didapat setelah bergabung dengan Malang Citizen. Satu hal yang paling saya suka adalah motivasi, yup, saya selalu termotivasi untuk menjadi lebih baik karena Malang Citizen. Bagaimana tidak, setiap anggota di Malang Citizen memiliki kompetensi berbeda-beda dan itu membuat saya semangat.

Keseruan di acara Tumpengan Satu Tahun Malang Citizen
Saat acara ultah MC, Minggu, 7 Januari 2018 kemarin, ada beberapa anggota baru yang juga hadir. Salut deh dengan semangat mereka ngeblog dan bergabung dengan Malang Citizen. Motivasi mereka untuk bergabung di komunitas ini adalah ingin lebih semangat nulis dan juga bisa belajar dari beberapa blogger di MC.

Kalau buat saya pribadi, selain memotivasi saya untuk rajin ngeblog, keuntungan yang telah saya dapatkan semenjak bergabung dengan komunitas kece ini adalah sebagai berikut.

1. Mendapatkan Teman Baru

Hal yang sulit bagi saya karena saya termasuk introvert adalah memiliki teman baru. Tapi alhamdulillah melalui komunitas Malang Citizen saya bisa mendapatkannya. Apalagi teman yang memiliki passion sama yaitu ngeblog. Kalian pasti bisa membayangkan betapa menyenangkannya berbincang tentang hal-hal yang sama-sama disukai.

Tak hanya itu, teman-teman yang saya dapatkan juga lintas umur, lintas profesi, dan juga lintas kota. Hahaha, meskipun sama-sama berada di Malang tapi ada beberapa anggota yang asalnya dari luar Kota/Kabupaten Malang, bahkan luar pulau. Seperti Madura, 😂.
Dok: Richo


2. Rezeki Melimpah

Bukan hanya "banyak anak banyak rezeki" tapi "banyak teman banyak rezeki" juga benar adanya lho. Buktinya setelah bergabung di Malang Citizen, alhamdulillah rezeki mengalir tiada henti. Rezeki darimana? Yang pasti bukan hasil dari ngepet, 😎, ya dari ngeblog laaah. Beberapa kali saya bisa kuliner gratis atau masuk ke tempat rekreasi gratis berkat Malang Citizen. Kok bisa? Penasaran? Penasaran? Gabung aja yuk di Malang Citizen.

3. Mendapatkan Profesi Baru

Sebelum menjadi full time blogger seperti sekarang, saya adalah pegawai tata usaha. Kuputuskan untuk resign dari kantor karena beberapa alasan seperti yang telah saya ceritakan pada postingan sebelumnya.

Mungkin kalian mau membacanya: Untuk Wanita yang Ingin Berhenti Bekerja

Bukan hanya full time blogger yang saya geluti saat ini, karena kegiatan meliput yang saya pelajari dari teman-teman di Malang Citizen, saya juga mendapatkan profesi baru yakni menjadi mentor dalam Training Reportase. Ah, mungkin saya masih berada di kantor tata usaha sekolah jika saya belum jadi blogger dan bergabung dengan Malang Citizen, hehehe.

4. Meningkatkan Kemampuan Menulis dan Blogging

Asal tau aja ya, semua anggota di Malang Citizen nggak ada yang pelit ilmu. Pengetahuan apapun yang dimiliki selalu dibagikan kepada anggota, disitulah saya merasa beruntung. Awal ngeblog tulisan saya masih ecek-ecek, seiring bertambahnya waktu, sekarang tulisan saya sudah lumayan (kelamaan nunggu dipuji, kwkwkwkw). Terbukti dari pengunjung blog saya yang awalnya hanya 500an per bulan, sekarang PVnya sudah sekitar 2500 per bulan.

Ehm... apalagi ya? Sebenarnya masih banyak manfaat yang saya dapatkan tapi saya rangkum menjadi empat itu saja ya.

Acara Seru, Tumpengan Satu Tahun Malang Citizen

Peringatan ulang tahun MC yang pertama ini seru banget dan ini adalah acara pertama yang saya hadiri (dimana anggotanya banyak yang datang). Soalnya pada acara-acara sebelumnya yang saya hadiri hanya beberapa anggota saja yang hadir. Maklum laah... harus bagi waktu dengan kegiatan yang lain.

Nyesel banget seandainya saya gak bisa hadir, saya bela-belain datang meskipun bawa AIRA(si kecil yang saya yakin akan minta ini itu saat acara). Benar saja, dia minta ke KM sampai tiga kali karena gak mau BAB di kloset (biasanya WC duduk sih), #maaf gak penting banget dibahas.

Meskipun saya gak dapat doorprize, tapi saya puas bisa ber haha hihi dengan teman-teman. Apalagi saat beberapa anggota harus maju ke depan menceritakan pengalamannya, paling kocak tuh mbak Nikmah yang sudah ketawa padahal belum cerita,hahaha. Dia penulis buku homor, makanya suka ketawa, wkwkwk.

Then, ada tumpeng yang kami makan bersama setelah dipotong ujungnya oleh Pak Ketua, Kak SeHariadi. Tumpeng, sebagai rasa syukur kami atas berdirinya MC selama setahun ini. Meskipun tumpeng satu tempeh (apa ya bahasa Indonesianya?) harus dimakan 30 anggota, ya... lumayan lah (lumayan kurang) 😁😁 Untung aku dapat dua porsi, punya AIRA aku yang abisin, #gagaldiet)

Happy Birthday MC, Mau Jadi Apa Sekarang?


Tidak hanya manusia yang ingin selalu memperbaiki diri dan menjadi yang lebih baik, komunitas blogger Malang Citizen juga ingin berubah menjadi lebih baik di ulang tahunnya yang pertama ini. Malang Citizen ingin mengarah ke media (bukan hanya komunitas blogger semata).

Ehm, gimana ya? Jelasnya nih Malang Citizen akan dibuat semakin bernilai ekonomis dengan membuat core bisnis bernama MC-Media yang bergerak dibidang sosial media marketing dari management content, kayak BP Network gitu.

Para pengisi acara (Dok. Richo)

Kok bisa PD gitu ya Malang Citizen? Padahal kan MC (panggilan akrabny) hanya komunitas lokal. Eit, jangan salah, meskipun MC adalah komunitas blogger lokal, sudah banyak lho lembaga/pihak yang menghubungi MC untuk dijadikan media partner.

Terbukti beberapa kali Malang Citizen diundang ke acara launching produk ternama seperti Taman Wisata Jatim Park 3, launching produk Queen Apple milik Farah Queen dan beberapa acara besar lainnya di Kota Malang.

Hal inilah yang membuat pihak Malang Citizen berniat membuka diri atau mengepakkan sayapnya ke ranah media marketing. Ditambah anggota-anggota MC yang keren dan mumpuni dibidangnya masing-masing, kami yakin MC akan bisa semakin terkenal sebagai MC-Media. Amiin.

Dok. Richo

Acara ditutup dengan foto bersama, setelah sebelumnya Kak SeHariadi menyerahkan jabatannya kepada ketua komunitas baru, Kak Endrita (pemilik blog endrita.id) sebagai ketua komunitas Malang Citizen periode 2018-2019. Semoga Kak Endrita semakin semangat ya membangun MC dan MC-Media. Amiin.

Selamat Ulang Tahun Malang Citizen. Semoga semakin bertumbuh dan berkembang menuju cita-cita yang diinginkan. Amiin

Kalau kamu? Sudah bergabung di komunitas blogger di kotamu kah?


Pengantin Baru? Ini 5 Permasalahan yang Sering Dialami.


Pasangan mana sih yang tidak ingin bahagia? Setiap pasangan pasti ingin hidup tenang bersama tanpa ada perselisihan sedikitpun, kalau bisa sih sampai ajal menjemput. Namun apa daya jika baru menikah saja pasutri sudah pisah ranjang? Apa kata tetangga atau orang tua melihat pengantin baru yang tiba-tiba pulang ke rumah orang tua masing-masing, padahal baru saja menikah.



Ada beberapa alasan yang menyebabkan perselisihan pengantin baru, bisa masalah pribadi atau ada hubungannya dengan keluarga. Bukankah menikah itu tidak hanya menyatukan dua pribadi yang berbeda, tapi juga dua keluarga. Berikut beberapa alasan yang menyebabkan pengantin baru mengalami perselisihan (mau bilang pertengkaran, terlalu ekstrim).

1. Menikah di Usia Labil

Kedewasaan seseorang tidak ditentukan oleh umur. Ada orang berumur 18 tahun tapi dia sudah dewasa dalam hal pemikiran, namun ada orang yang berumur 30 tahun tapi berfikirnya masih kekanak-kanakan. Nah, jika ada pengantin baru yang menikah di usia muda dan sama-sama kurang dewasa dalam berpikir, siap-siap saja sering terlibat perselisihan. Mengapa? Selain emosi masih labil, pasangan yang belum dewasa dalam berpikir saling mempertahankan egonya.

2. Belum Siap dalam Hal Keuangan

Keuangan adalah hal sensitif untuk dibahas, terutama dalam berumah tangga. Banyak pasangan yang akhirnya kandas di tengah jalan karena terkendala keuangan. Entah kekurangan uang ataupun kelebihan uang, hehehe. Kalau kekurangan uang terus cerai sih banyak ya, emangnya ada pasangan yang kelebihan uang juga broken? Ada dong, itu kelebihan uangnya gak berkah, bisa saja karena suami menikah lagi atau uang didapat dari korupsi. Naudzubillah…

Nah, bagi pengantin baru yang belum siap dalam hal keuangan biasanya akan menghadapi permasalahan dalam babak kehidupan barunya. Apalagi jika pasangan tidak saling memahami dan memiliki gaya hidup mewah, padahal kekurangan. Sang istri ingin dicukupi segala kebutuhannya tanpa memandang pekerjaan suami yang pas-pasan. Jika suami kurang tegas maka perselisihan bisa terjadi dan berakibat perceraian.

3. Banyak Tuntutan

Namanya juga baru menikah, baru saja hidup bersama pasangan. Jika biasanya bangun tidur hanya ada guling, setelah menikah akan ada seseorang yang memelukmu. Jika biasanya kentutmu tak ada yang mendengar, setelah menikah kalian akan berbagi aroma kentut tanpa saling protes.

Lalu, saat harapan tak sesuai dengan kenyataan, apa yang akan terjadi? Harapannya sih suami selalu rapi dan tampan saat ke kondangan, eh malah dandanan kasual dan pakai sandal jepit. Harapannya sih istri selalu tampil wangi dan jelita bak bidadari khayangan, eh di rumah tiap hari pakai “seragam kebesaran” alias daster, dan masih banyak harapan-harapan lain yang jauh dari kenyataan.

Berbagai macam tuntutan inilah yang dapat menyebabkan perselisihan pengantin baru. Meskipun sebelum menikah merasa kayak Masha and Miskha yang saling pengertian (bear selalu paham keinginan Masha, dan sebaliknya) tapi setelah menikah malah sebaliknya.

4. Kurang Dukungan Orang Tua

Sebagai pasangan baru, apalagi jika pasutri tidak saling kenal (tidak melalui masa pacaran), membutuhkan banyak dukungan dalam segala hal. Apabila keluarga dekat tidak mendukung, maka pengantin bru harus berjuang dalam mengarungi rumah tangganya sendirian. Huft.. Padahal awal membangun bahtera rumah tangga itu tidaklah semudah yang dibayangkan.

Oleh karenanya, tak jarang pasangan baru yang kurang dukungan dari orang tua mengalami permasalahan bahkan sampai cerai (naudzubillah), tapi banyak juga sih yang bertahan hingga dapat merebut kembali hati orang tua (rebutan sama siapa coba?). Seiring berjalannya waktu biasanya orang tua rela dan memberikan dukungan penuh, apalagi setelah melihat lucunya cucu-cucu yang lucu dan persis kakek-neneknya.

5. Kejujuran

Jujur adalah sikap tauladan nabi Muhammad SWA, karena tauladan sudah pasti bermanfaat bagi setiap orang yang meneladaninya. Bagi pasutri yang baru menikah, jujur juga wajib dimiliki. Apa pasal? Dalam awal berumah tangga, kejujuran sangat diperlukan apalagi ini adalah pertama kali tinggal bersama seseorang yang dikenal setelah dewasa.

Bahkan meskipun (jika ternyata) pasangan kita adalah seseorang yang telah dikenal sejak kecil, tetap saja dibutuhkan kejujuran dalam membangun rumah tangga yang harmonis.Pasutri yang tidak saling jujur akan menimbulkan perseteruan atau perselisihan yang hebat. Makanya, jujur kepada pasangan sangat penting karena kunci suksesmembangun rumah tangga, salah satunya adalah melalui saling percaya yang dibangun diatas kejujuran.

Cara Menyelesaikannya?




Sebenarnya tidak perlu khawatir jika pengantin baru mengalami beberapa permasalahan yang telah saya sebutkan. Pengantin baru juga manusia yang harus mengalami proses adaptasi karena bertemu dengan orang-orang baru. Apalagi tinggal bersama pasangan baru yang akan hidup selamanya dan berharap hanya maut yang memisahkan. Uhuk 😜

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, saat menghadapi permasalahan rumah tangga ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut.

1. Introspeksi Diri

Hal pertama yang perlu dilakukan jika pengantin baru mengalami permasalahan adalah introspeksi diri. Kenapa? Karena dengan mengoreksi diri sendiri maka orang akan dapat menurunkan egonya. Jika pasangan baru masih berpegang teguh pada pendirian dan egonya maka permasalahan akan sulit diselesaikan. Introspeksi bukan berarti menyalahkan diri sendiri tapi menyadari kekurangan dalam diri, manusia mana sih yang tanpa kekurangan? 

2. Stop Menyelesaikan Masalah Melalui Sosmed

Beberapa waktu lalu, saat orang terdekat saya punya masalah dengan pasangannya, mereka memilih saling diam dan menyelesaikannya melalui dunia maya. Oh My God, saya nggak habis pikir, bisa-bisanya mereka - yang katanya saling mencintai - betah untuk tidak menyapa. Saya aja tinggal berjauhan satu hari rasanya udah tahunan (ceileeee…). 

Lalu apa yang terjadi dengan saudara saya? Mereka pisah ranjang, padahal baru menikah dan belum ada satu tahun. Udah gitu si istri sedang hamil. Astaghfirullah…

Mereka yang lagi problem memilih tinggal di rumah orang tua masing-masing. Saat bertengkar mereka saling caci maki di sosmed (untung gak sampai dishare, hiiiii). Pas saya baca BBM dan WA mereka, ya ampuuun udah kayak perang Irak-Iran aja. Kenapa bisa tambah parah? Karena setiap orang berbeda dalam mengintepretasikan tulisan. Isi tulisannya gak marah-marah, tapi yang baca pas emosi, ya tetep aja tulisannya diartikan sedang marah. 

Alhamdulillah saya berhasil menjadi mediator sehingga mereka bisa baikan lagi.

Sejak saat itu saya selalu was-was, jangan sampai permasalahan rumah tangga (apapun sih sebenarnya, gak cuman masalah RT) diselesaikan melalui sosmed, yakin deh, bukan selesaikan masalah tapi malah memperparah.

3. Segera Lebih Baik

Segera selesaikan masalah sekecil apapun itu. Misalnya suami gak mau makan masakan istri, eh istri ngambek. Terus itu dianggap hal sepele oleh suami dan dibiarkan begitu saja. Stop cuek, selesaikan dulu, minimal suami minta maaf sehingga istri yang capek-capek masak merasa lega hatinya. Coba kalau masalah kecil ini dibiarkan dan berlarut, bisa jadi istri memendam amarahnya dan bagaikan bom waktu akan meledak kapan saja (jika masalah yang lebih besar datang). 

Jadi… jangan pernah menganggap sepele masalah rumah tangga sekecil apapun. Segera selesaikan agar tidak menumpuk masalah baru.

4. Usahakan Orang Tua Tidak Tahu

Jika ada masalah yang dialami pengantin baru, lebih baik jika orang tua tidak mengetahui. Namanya sudah berumah tangga, berarti sudah harus mandiri, malu donk kalau sampai orang tua terlibat. Begitu juga dengan orang tua pasangan, sebisa mungkin untuk menghindari campur tangan rumah tangga anaknya, apalagi sampai ikut-ikutan membuka dan membaca isi hape, bisa berabe. 

Curhat sih boleh, tapi usahakan dulu untuk menyelesaikan berdua dengan pasangan. Jika ternyata kesulitan barulah libatkan orang tua atau saudara dekat. Jadi berusaha dulu ya, jangan dikit-dikit ngadu ke orang tua. Kayak anak kecil ajah, hahaha.

6. Selesaikan dengan Kepala Dingin

Penting sekali menyelesaikan masalah dengan kepala dingin agar tidak timbul masalah baru. Saat terlalu emosi, lebih baik diam dulu dan menjauh dari sumber masalah tapi jangan terlalu lama. Sebagai muslim boleh lah ambil wudhu dan sholat sunah. Barulah jika kepala sudah dingin, hati agak lunak selesaikan masalah dengan hati-hati. Menyelesaikan masalah saat hati dongkol akan menghasilkan keputusan yang membuat Anda menyesal. Percayalah!

7. Perbanyak Istighfar

Kembalikan semua pada Allah SWT, jika permasalahan tak kunjung selesai atau sulit diselesaikan. Hanya Allah yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana dalam membuat keputusan. Mungkin kita menginginkan sesuatu yang terbaik, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Perbanyak istighfar untuk mengingat Allah. Yakinkah diri bahwa segala yang terjadi adalah kehendakNya dan tak lepas dari skenarioNya.

Itulah lima permasalahan yang biasanya terjadi pada pengantin baru dan tips menyelesaikannya. Semoga bermanfaat. Kalau Anda, pernahkan memiliki permasalahan yang sulit diselesaikan?Biasanya apa yang kalian lakukan? Yuk,sharing dikomentar! Terima kasih