Rabu, Desember 28, 2016

Surat Untuk Ibu



Assalamu’alaikum
Salam sayang teruntuk Ibuku tercinta
Ibu, Alhamdulillah kabarku baik, sehat, dan selalu dalam lindunganNya. Semoga kabar Ibu demikian adanya.

Maafkan aku telah membuat Ibu cemas karena terlambat memberi kabar.

Ibu adalah kekuatan bagiku. Ibu adalah semangat hidupku, lalu bagaimana mungkin aku melupakanmu?

Saat kangen Ibu, aku juga membuka album foto. Berharap engkau ada di sampingku, membelai lembut kepalaku, mendengarkan keluh kesahku. Seandainya waktu bisa kuputar, ingin aku kembali ke masa itu. Dimana Ibu selalu membelaiku, menciumiku. Ah Ibu, aku kangen sekali padamu.
Bagaimanapun, waktu terus bergulir dan aku telah dewasa. Aku telah berkeluarga, namun Ibu yang selalu ada di pikiran. Saat sedang memasak, aku selalu ingat petuah Ibu. Saat sedang bermain dengan anakku, aku teringat pesan Ibu “jangan biarkan anak kecil bermain sendirian, temani ia”. Pun saat sedang bersama suami, Ibu yang ada di benakku “jangan sampai membiarkan perut suamimu kosong, karena cinta datang dari hati dan hati dekat dengan perut”. Hehehehe… Wejangan Ibu selalu membuatku tersenyum.

Ibu jangan khawatir, aku akan selalu mengabari Ibu. Tak ada tempat terbaik untuk berkeluh kesah selain engkau, Ibu. Akan kupastikan Ibu selalu mendapatkan kabar terbaik dari anakmu ini.
Aku selalu bersyukur terlahir dari rahim Ibu. Seandainya aku bisa memilih, aku ingin selalu berada di dekatmu dan merawatmu, Ibu. Namun, jarak tak akan pernah bisa memisahkan hatiku denganmu Ibu. Engkaulah pelita hidupku, kebahagianmu adalah kebahagianku juga.

Aku sayang padamu Ibu.


Anakmu tercinta- Eni Rahayu

0 komentar :

Posting Komentar