Wednesday, March 22, 2017

Menjadi Wanita yang #MemesonaItu adalah Anugerah


Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi
D'Masiv-Jangan Menyerah

Tahu kan lirik lagu D’masiv berjudul “Jangan Menyerah.” Saya suka lagu ini, seakan selalu memberikan dorongan positif kepada setiap pendengar. Begitu juga saya yang hampir selalu merasa tidak sempurna dengan keadaan. Saya yang tidak pernah langsing, tidak punya banyak uang, tidak jenius, dan masih banyak lagi kekurangan yang saya miliki.

Tapi setiap kali mendengar lagu “Jangan Menyerah” saya merasa lebih beruntung daripada orang lain yang mungkin lebih menderita dari saya. Saya menyadari jika bisa menyukuri apa yang ada maka hidup adalah anugerah. Tetap menjalani hidup ini dengan melakukan yang terbaik.

Seiring berjalannya waktu saya menikah dengan seseorang yang membuat saya semakin bersemangat menjalani hidup. Tak ada lagi keputusasaan dan merasa sempurna. Kami memang tidak sempurna, tapi kami berusaha saling melengkapi untuk menjadi sempurna. #MemesonaItu saat suami dapat menerima diriku apa adanya. Oleh karenanya, setelah menikah saya dapat menyimpulkan arti kata memesona sebagai berikut.

#MemesonaItu, The Real Mom



Menjadi ibu adalah anugerah setiap wanita. Siapa sih yang tidak ingin dikarunia anak dalam pernikahannya? Meskipun ada juga wanita yang terpaksa membuang anaknya, saya yakin bukan karena tidak ingin menjadi ibu melainkan belum siap.

Bagi saya menjadi “the real mom” dimulai dari saat wanita mengandung, melahirkan, dan mendampingi tumbuh kembangnya. Bukan berarti wanita karir belum benar-benar menjadi seorang ibu, karena saya juga bekerja di luar dan harus merelakan si kecil bersama ayahnya di rumah. Bukankah wanita karir juga mengandung, melahirkan, dan menyusui anaknya? Hanya saja waktu mereka membersamai anak-anak terkadang minim.

#MemesonaItu saat seorang wanita bisa menjadi “the real mom” dan bukan ibu abal-abal. Mengapa saya katakan abal-abal Karena banyak sekali wanita yang telah melahirkan anaknya namun tidak memperlakukan mereka sebagai seorang anak. Kurang memberikan kasih sayang sepenuh hati, asal dikasih makan, dikasih uang, kebutuhan anak terpenuhi, ya sudah. Jika begitu seorang ibu tak ada bedanya dengan pelayan atau pembantu.

The real mom akan dapat memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada anak-anaknya. Tidak setengah setengah bahkan rela memberikan nyawa, jika perlu. Namun tetap dalam porsi yang benar, tidak kurang dan tidak lebih. Dengan begitu seorang ibu benar-benar menjadi ibu yang sesungguhnya. Memesona sekali bukan?

#MemesonaItu, Bisa Menjadi Kekasih yang Dirindukan



Hal kedua yang membuat saya selalu memesona adalah bisa menjadi kekasih yang selalu dirindukan suami dan anak-anak. Tidak peduli sesibuk apapun hari-hari saya, suami dan anak-anak selalu merindukan kehadiranku. Sebagai seorang istri dan ibu dari dua orang putri, saya selalu berusaha untuk menghadirkan quality time di dalam keluarga kecilku.  

Terbukti suami dan anak-anak selalu merindukan masakan saya yang tidak mewah seperti masakan restoran namun berbumbu cinta dan kasih yang melimpah. Mereka selalu merindukan omelan dan ocehan saya, sepi katanya jika saya menjadi pendiam bahkan satu hari saja. Itulah mengapa #memesonaitu, bisa menjadi kekasih yang selalu dirindukan di dalam keluarga kecilku.

#MemesonaItu, Bisa Berdampingan dengan Ibu Mertua

Menikah bukan hanya menyatukan dua insan, tapi juga dua keluarga. Setelah menikah, seorang wanita tidak hanya harus beradaptasi dengan suami baru, tapi juga keluarga dan mertua. Banyak yang mengatakan lidah mertua itu tajam, hingga ada tanaman bernama lidah mertua (bentuk ujungnya runcing). Ah, tidak juga. Tergantung sikap dan pola pikir masing-masing.

Bagi saya, ibu mertua adalah ibu yang melahirkan suami, berarti ibu saya juga. Berbeda dengan ibu kandung, yang telah kukenal sejak kecil. Ibu mertua baru bisa kukenal setelah saya hidup bersama suami, sebagai istri tentunya. Seperti halnya menghadapi suami baru yang terkadang berbeda pemikiran dengan saya. Menghadapi mertua juga sama. Harus lebih dalam menjajagi setiap hal bersama beliau, yang pada akhirnya saya dan ibu mertua bisa berdampingan.

Berdampingan dengan ibu mertua berarti bisa hidup bersama, saling menyayangi dan mengerti, tanpa ada perselisihan sedikitpun merupakan hal yang memesona. Saat mendengar kisah teman-teman dan orang lain tentang perselisihan dengan mertuanya, saya merasa sangat beruntung karena belum pernah sekalipun mengalaminya.

#Memesonaitu, Pandai Mensyukuri Kenyataan

Untuk apa hidup jika tak pandai bersyukur? Begitu pikir saya. Berwajah cantik, tapi tidak bersyukur juga percuma. Punya suami kaya, tapi tidak mensyukuri juga sia-sia. Masih mending yang punya wajah pas-pasan atau memiliki suami tidak berduit tapi bisa mensyukuri keadaan, hidup lebih enjoy.

Bagi saya #memesonaitu jika kita bisa menyukuri setiap detik waktu yang kita lalui. Kanyataan hidup yang harus kita hadapi. Entah baik ataupun buruk, itu kan penilaian kita. Kalau menurut Tuhan itu yang terbaik, bagaimana? Diberi hidup adalah suatu anugerah, jangan disia-siakan. 

Yap, begitulah #memesonaitu menurutku, kalau kamu? Yuk, tulis #memesonaitu versi dirimu, klik banner berikut ya!
 pancarkan pesonamu

26 comments :

  1. tulisan mbak eni sangat keren.. semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi para wanita...

    ReplyDelete
  2. Ih sweet banget mba. Seneng ya kalau kita bisa memesona si dia

    ReplyDelete
  3. Bener mba.. Memesona itu ga hrs cantik yaa. Cantik tp hatinya ga baik, udh ga terlihat mempesona lg di mata orang2 :D.. Aku selalu seneng ngeliat orang yg bawaan nya ceriaa trs. Ga prnh komplain, bersyukur, ramah, jd kapanpun diliat, walopun mungkin dia ga cantik2 amat, tp inner beautynya menonjol. Jd terlihat mempesona

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak fanny, nyenengin ya
      makasih udah berkunjung

      Delete
  4. Wahhhh....., Aku bukan wanita ini...
    salah komen aku....
    wkwkwkwkwk......
    Tapi emang bener kok, mantab nih artikel...
    keren...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, hahaha, gak apa mas, cowok juga boleh baca kok.
      btw, makasiih

      Delete
  5. Semoga Mbak Enni tetep bisa mempesona yaaaa. Gak berkurang dimakan zaman dan waktu. :*

    ReplyDelete
  6. Kereen...bisa berdampingan dengan mertua 👍

    ReplyDelete
  7. wahhh menginspirasi bangettt ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas andre, salam kenal

      Delete
  8. Terutama ya itu Mak, pandai mensyukuri kenyataan. Apalagi sekarang era socmed. Di socmed banyak bertebaran postingan teman-teman yang kita kenal yang kadang bikin baper. Unggah foto selfie di mobil lah, unggah foto rumah baru, jalan-jalan cantik dsb. Di saat begini kita harus mensyukuri kehidupan kita. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, iya mbak benar, kalau kita bisa mensyukuri kehidupan kita gak akan ada deh iri hati
      makasih sudah berkunjung

      Delete
  9. Luar biasa ya perempuan itu, bisa memesona dengan caranya msing2, jd kekasih, jd ibu dll

    ReplyDelete
  10. tulisan ini memesona saya :-)

    ga berat sebetulnya ya mbak untuk jadi memesona.

    ReplyDelete
  11. Banyak bersyukur dan ikhlas, bagiku itu memesona

    ReplyDelete
  12. So sweet mbak. Bersyukur ini y yang kadang lupa kita lakukan.thanks pengingat nya

    ReplyDelete
  13. Tanpa kita sadari kita sudah memancarkan pesona itu ya, Mbak Eni..
    Keren..

    ReplyDelete
  14. Jadi ibu dan istri emang gak mudah, tapi kaau disyukuri ternyata bisa jd lbh ringan ya mbak :D

    ReplyDelete