Rabu, Maret 08, 2017

Mual dan Muntah Selama Enam Bulan Saat Hamil?


Saya seorang ibu dari anak berusia tiga tahun ketika memutuskan untuk hamil lagi. Saya dan suami telah berembug kiranya si sulung telah siap untuk diberi seorang adik untuk menemaninya bermain. Lagipula putriku bukan anak yang manja dan tampak tertarik pada anak kecil.

Akhirnya saya hamil anak kedua, bahagia tak terkira sebab tak jauh dari perencanaan bisa hamil. Tak seperti kehamilan anak pertama, saat hamil kedua ini banyak keluhan yang kurasakan. Mual dan muntah hebat mulai usia kandungan 3 hingga 6 bulan. Rasa takut pun muncul tatkala setiap makanan yang masuk selalu kumuntahkan, mencium aroma masakan saya muntah, badan lemas dan tak bersemangat.

Sebagai ibu, tentunya saya mendambakan bayi yang sehat. Rasa takut muncul saat kubaca bahwa usia kehamilan trimester pertama sangat rawan sehingga ibu hamil tidak boleh sakit. Bagaimana jika bayiku kurang nutrisi karena kurangnya asupan makanan dari ibunya?

Kok bisa khawatir gitu? Padahal udah pernah hamil kan?

Iya sih, tapi yang kedua ini beda dengan hamil anak pertama. Pas hamil anak pertama doyan banget makan. Apapun bisa masuk, istilah jawanya “Ngebo” alias kayak kebo, makan dan tidur aja. Hahaha.

Mitos Seputar Mual danMuntah yang Tidak Terjadi pada Saya

Mual dan Muntah Tak Dapat Dihindari Ibu Hamil
Saat belum menikah, seringkali saya mendengar kabar jika ibu hamil tidak bisa menghindari mual dan muntah. Ah, itu sih cuma mitos. Buktinya saat hamil anak pertama saya tidak mual dan muntah sama sekali. Bahkan karena gak tahu kalau hamil, saya ikut donor darah yang menyebabkan kurang darah. Untung begitu telat datang bulan, langsung periksa ke dokter dan tahu kalau hamil.

Bayi Kurang Gizi Jika Ibu Hamil Sering Muntah
Logis juga ya jika setiap makanan dimuntahkan, maka gizi tidak bisa diserap buah hati di kandungan. Tapi alhamdulillah meskipun mual dan muntah selama enam bulan, bayiku lahir dengan selamat tak kurang suatu apapun. Saya pikir, mual dan muntah malah bisa melindungi bayi saat pembentukan organ berlangsung.
Aira, anak kedua saya lahir dengan selamat dan sehat

Mual dan Muntah pada Ibu Hamil karena Stress
Bisa jadi mual pada ibu hamil dikarenakan oleh tingkat stress yang terlalu tinggi. Terlepas dari penyebabnya, stress bisa meningkatkan produksi asam lambung dan membuat ibu mual. Namun, saya tidak stress dan mual masih tetap terasa. Sehingga saya simpulkan, tingkat stress tidak terlalu berpengaruh pada mual dan muntah.

Mual dan muntah yang saya rasakan bisa jadi berbeda dengan ibu hamil lainnya. Karena setiap orang berbeda-beda keluhan saat hamil. Jadi, jika saya bisa menghindari mitos seputar mual dan muntah, belum tentu orang lain bisa. Namun, ada lima tips yang dapat kubagikan kepada setiap ibu hamil, untuk mengatasi rasa mual dan muntah yang berlebih.

1. Bermalas-malasan sejenak
Semua wanita yang pernah mual saat hamil, biasanya akan merasakan ingin muntah saat bangun tidur dan harus segera beranjak dari kasur. Uuhh, pusing dan mual kan? Kalau udah begitu jadi malas beraktivitas.

Nah, untuk mengatasinya, saya bermalas-malasan dulu di tempat tidur. Tidak segera beranjak dari kasur. Biasanya saya juga menyiapkan air putih hangat dan cemilan buah disamping tempat tidur. Berjaga-jaga jika bangun tidur dan mual menyergapku.

Jika mual sudah mereda, barulah saya beranjak dari tempat tidur untuk beraktivitas. Memang tidak mudah ya bunda, apalagi saat hamil memiliki anak berusia tiga tahun. Bisa dibayangkan betapa repotnya. Iya kalau pak suami cool and calm kayak suamiku, kalau enggak? #ecieeh…

2. Ngemil Buah
Selalu bawa buah ke kantor
Wanita mana yang tidak suka ngemil? Hampir semua wanita suka cemilan. Tapi saat hamil dan sering muntah, coba angkat tangan, siapa yang masih suka ngemil? Naaah… pada ngilang deh, hihihi.

Tenang ibu-ibu, saya punya solusinya. Dulu, saat mual pas hamil muda saya suka bawa buah ke kantor. Buah kaya vitamin dan mineral, so pasti aman untuk ibu hamil. Karena kaya vitamin, kuusahakan makan buah setiap hari sebagai pengganti asupan vitamin dari makanan yang seringkali kumuntahkan. Apalagi jika buahnya dalam kondisi dingin, beuh, seger banget. Tapi saya suka bawa buah yang berair dan sedikit beraroma.


Jangan takut dibilang pelit saat harus membawa buah yang terbatas dan gak bisa mengajak teman kantor untuk menikmatinya bersama. Sabar. Mereka pasti tahu kalau ibu hamil butuh banyak vitamin. Misalnya stok buah di rumah banyak, saya bawa semua untuk dinikmati bersama teman-teman di kantor. Kebersamaan itu indah kok.

3. Makan Sesuka Hati
Bukan berarti apa aja yang kuinginkan akan kumakan, karena belum tentu yang masuk ke mulut  bisa bertahan lama di perut. Maksudku makan sesuka hati adalah menyesuaikan hati aja. Saat ingin makan di warung, ya saya pergi ke warung. Tanpa berpikir sedikitpun apakah makanan mengandung MSG ataukah dimasak secara higienis. Hanya satu yang kupikirkan, makanan tersebut masuk ke perut dengan selamat.

Bahkan pernah selama hampir 3 bulan saya makan rujak uleg setiap malam, ketika sejak pagi sampai sore hampir semua makanan kumuntahkan. Gak perih tiap malam makan rujak? Gak diare karena kebanyakan petis? Enggak tuh, emang benar kata orang, hamil itu penuh keajaiban. Heuu…

Ada yang menyarankan untuk makan sedikit tapi sering.  Tapi tetap saja makanan yang sedikit akan kumuntahkan jika perut menolak, entahlah, saya juga gak tahu penyebabnya. Ada juga yang bilang hindari makanan berlemak, ah teori, buktinya saya suka makan gule atau sayur lodeh, asal hatiku senang dan ingin. Pokoknya makan sesuka hati, maka akan sukses tertelan dan bertahan lama di perut.

4. Konsumsi Vitamin
Kalau ini wajib ya, Bu! Sejak merasakan mual dan muntah saya segera periksa ke bidan dan mendapat vitamin B6. Saya gak ingin terjadi apa-apa dengan bayi yang kukandung. Meskipun mual dan muntah setiap hari, vitamin juga tak pernah absen dari jadwalnya. Setiap pagi dan malam. Selain vitamin B6 dari bidan, saya juga mengonsumsi omega squa karena benar-benar takut ada apa-apa. Ternyata nih, setelah minum vitamin mual bisa berkurang. Kira-kira hal itu juga berlaku pada ibu hamil lain apa tidak? Entahlah, saya belum survey. Heuu…
Bersyukur aira tumbuh dengan sehat dan ceria
5. Hindari Stress, Stay Rileks
Stress ternyata bisa mempengaruhi psikologis ibu hamil lho. Gak percaya? Buktikan deh, tapi hamil dulu ya! Hehehe. Lalu bagaimana biar ibu hamil tidak terlalu stress, terutama menghadapi perubahan saat hamil muda? Berikut tips yang pernah kulakukan.

Istirahat cukup selalu kulakkan setiap hari, saya tidak pernah memforsir kegiatan sehari-hari hingga akhirnya membuat stress.

Selalu berpikiran positif juga dapat mengurangi stress. Pikiran negatif akan menambah beban hidup dan ion negatif yang muncul bakalan membuat stress, jadii… saat hamil kuusahakan untuk selalu berpikiran positif.

Melakukan hal yang menyenangkan sangat penting untuk ibu hamil, selain menghilangkan stress juga untuk menghibur bayi yang ada di dalam kandungan. Jangan dikira jika ibu sedih maka bayi bisa bahagia. Oleh karenanya, ibu hamil harus selalu bahagia dengan melakukan hal yang menyenangkan. Sehingga bayi juga ikut senang.

Rasanya seperti ada connector antara pikiran ibu hamil dan bayi di kandungan. Saat saya sedih, sang bayi gelisah dan saat hatiku senang dia bergerak dengan tenang. Oh iya, melakukan hal yang menyenangkan dapat berupa hobi, kalau saya sih suka nonton drama korea yang lucu-lucu, traveling bersama anak dan suami, juga mendengarkan musik klasik.



Jadi, sehat tidaknya bayi dalam kandungan, ibu lah yang dapat menjaganya, siapa lagi?

Menjaga bayi agar tetap sehat sejak dalam kandungan adalah sebuah investasi yang tak ternilai demi kebahagiaan anak di masa yang akan datang.

6 komentar :

  1. Anak pertama saya Hyperemesis mbak, muntah berlebih sampai opname 2 kali, sukses lombanya yaa

    BalasHapus
  2. terima kasih telah berkunjung mbak prima. Wah, sampai opname ya mbak? Berarti saya gak ada apa-apanya ya. hehe
    Amiin, gud luck juga mbak prima

    BalasHapus
  3. Bener banget Mbak, Bumil gak boleh stress, harus happy dan gak punya hutang biar kehamilannya menyenangkan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya suka staement yg terakhir, "gak punya hutang" ehehehe, kayaknya wajib tuh karena hutang bikin gak tenang
      Terima kasih kunjungannya

      Hapus
  4. Dua kali mengalami kehamilan, alhamdulillah saya hanya sesekali aja mual, ga sampai muntah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah banget ya mbak, jadi lebih nikmat hamilnya, hehe...
      makasih telah berkunjung

      Hapus