Sabtu, Juli 08, 2017

Memilih Sekolah Dasar yang Tepat untuk Anak, Jangan Malas Lakukan 5 Hal ini


Hai Emak... Bapak... THRnya udah habis? Atau masih tersisih untuk persiapan anak daftar sekolah dan beli perangkat-perangkatnya? Kalau saya sih alhamdulillah meskipun nggak dapat THR tapi sudah beli seragam untuk si kakak yang hendak masuk sekolah dasar. Eits... jangan mikir macam-macam ya, Mak. Bukan duit angpaunya anak-anak kok yang buat belanja, soalnya mereka udah antisipasi banget dengan menabungkan semua uangnya (pinteeer... biar nggak diakali emaknya, hahaha).

Baca juga: Tidak dapat THR, Cek Cara Saya Mendapatkan Penghasilan Tambahan

Mengapa saya segera membeli seragam padahal masuk sekolah masih kurang dua minggu? Iya, soalnya kalau belinya mepet dengan tanggal masuk sekolah biasanya kehabisan ukuran yang diinginkan. Daripada kehabisan dan harus pergi ke penjahit untuk ngecilin tuh seragam, mending beli sekarang. Kalau alat tulisnya nggak perlu hunting karena saya punya toko ATK, jadi si kakak sudah milih-milih saat saya kulakan (belanja grosir untuk toko).

Nah, tahun ini adalah pengalaman pertama saya mendaftarkan si sulung ke sekolah dasar. Setiap orang tua pasti ingin dong memilihkan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya, sehingga harus hati-hati dalam memilih sekolah. Tidak boleh grusa-grusu alias tanpa berpikir panjang, karena pendidikan dasar sangat menentukan kualitas pendidikan anak selanjutnya. Memang benar jika ini adalah pengalaman pertama saya dalam memilihkan sekolah dasar untuk anak, tapi saya juga melalui banyak pertimbangan.

Baca juga: Sudahkah Anak Kita Berliterasi Kritis?

Bagi saya memilih sekolah dasar untuk anak adalah hal penting karena saya tidak ingin salah dalam memilih sistem pengajaran dan lingkungan belajar. Apalagi sekarang banyak bermunculan sekolah dasar yang pastinya membuat para orang tua bingung tujuh keliling mau memilih yang mana. Jangan khawatir, saya punya tips memilih sekolah dasar yang tepat untuk anak.

1. Survey

Jika Anda telah memutuskan untuk menyekolahkan anak di sekolah formal, jangan malas melakukan survey secara langsung. Alih-alih hanya membaca brosur, datanglah langsung ke lokasi dan lakukan komunikasi dengan warga sekolah. Jangan khawatir jika berpasang-pasang mata ibu-ibu yang sedang menunggui anaknya tertuju kepada Anda. Demi anak, ya kan?

Perhatikan keamanan dan kebersihan lingkungan sekolah, guru, hingga sistem belajar disekolah tersebut. Jika perlu berbincang-bincang langsung dengan gurunya sehingga benar-benar tahu tanpa harus mengira-ngira. Nah, saat ini kan ada kurikulum K13 yang menurut saya berat banget jika diterapkan untuk anak sekolah dasar. Alhamdulillah masih ada sekolah dasar yang menerapkan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP.

2. Mengukur Jarak dari Rumah ke Sekolah

Kedua, jangan malas mengukur jarak rumah ke sekolah. Tidak harus dengan meteran sih, hihihi. Bisa dikira-kira saja asalkan tidak terlalu jauh. Untuk anak sekolah dasar tidaklah bagus jika harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah. Waktu banyak terbuang di jalan dan fisiknya lelah sebelum menerima pelajaran. Lebih baik pilih sekolah yang dekat dengan rumah, tapi perhatikan kualitas juga ya, Mom.

Baca juga: Sudahkan Kita Membaca Bersama Anak?

Karena berbagai alasan, saya dan kakak saya dulu pas sekolah dasar harus menempuh jarak yang cukup jauh yaitu satu jam perjalanan. Sehingga kami sering tidak belajar karena capek. Untungnya saat itu pelajaran belum sesulit sekarang dan untuk masuk di sekolah favorit tidak terlalu ketat. Jadi saya dan kakak masih bisa sekolah di SMP dan SMA negeri.

3. Meminta Rekomendasi Teman

Ketiga, jangan malas dan sungkan meminta rekomendasi teman yang lebih dahulu menyekolahkan anaknya. Meskipun tidak 100% akurat, pengalaman adalah guru terbaik, rekomendasi teman tidak akan menjerumuskan kita kan? Malah dapat memberikan wawasan dan gambaran secara langsung melalui narasumber terpercaya. Mungkin saja pihak sekolah memberikan informasi terbaik tentang sekolahnya, tapi teman akan memberikan rekomendasi terbaiknya.

4. Libatkan Anak 

Jangan malas juga untuk melibatkan anak dengan mengajaknya datang langsung ke sekolah dasar yang diincar. Harapannya ia akan merasakan langsung kenyaman tempat belajar dan lingkungan sekolah barunya. Dengan melibatkan anak untuk memilih secara langsung, akan membuatnya bertanggung jawab akan pilihannya. Tentu saja tidak serta merta memberikan wewenang penuh kepada anak 😆😆. Tapi juga mengawalnya memilih sekolah dasar terbaik sesuai kemampuan anak dan kita, dalam segala hal.

Baca juga: Alun-alun Malang, Aman dan Nyamankan untuk Bermain Anak-anak?

5. Mengukur Kemampuan Finansial

Sebagai orang tua tentu saja ingin anaknya sekolah di tempat yang terbaik, dengan fasilitas lengkap dan sistem belajar terbaik. Namun jangan pernah menghiraukan kemampuan finansial kita. Jer Basuki Mawa Bea, mana ada sih sekolah yang murah dengan konsep internasional. Nah loe? Pastikan kita bisa membayar sekolah anak, tidak hanya saat masuk tapi hingga lulus.

Itulah 5 tips yang sebaiknya Anda lakukan, saat memilih sekolah dasar yang tepat untuk anak. Intinya pilihkan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak serta visi-misi kita sebagai orang tua. Perlu diingat bahwa kemampuan dan perkembangan anak tak bisa dipaksakan. Sudah menjadi hak anak untuk mendapatkan pendidikan terbaik, dan kewajiban kita memberikannya. Semoga pendidikan yang kita berikan kepada anak dapat mengantarkannya menuju masa depan terbaik. Amiin.

Yuk, share pengalaman Anda saat memilihkan sekolah dasar yang tepat untuk anak di kolom komentar. Terima kasih kunjungannya.

11 komentar :

  1. tfs bunda sarannya bermanfaat sekali

    BalasHapus
  2. tipsnya benerrrr banget ini mba. Thanks for sharing ya
    kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  3. Saya sudah mendaftarkan anak sulung saya masuk SD. Sebenarnya ya bukan pilihan ideal saya, sih. Tapi kalau saya memilih yg ideal, kemampuan finansial tidak mencukupi. Hehe.
    Selain itu, anak juga terpengaruh dgn teman-temannya. Banyak temannya yg sekolah di yayasan yg sama dgn TK nya, jadinya dia juga maunya di sana :)

    BalasHapus
  4. bagaimanapun kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak tersayang, terutama masalah pendidikan.. nice tips.. ditunggu kunjungan baliknya.. :)

    BalasHapus
  5. Setuju nih Teh, terutama masalah berteman. Karena lingkungan sangat memperngaruhi banget sama anak. Jadi kalau dari kecil sudah berada di lingkungan yang baik, in shaa Allah akan kebawa baik.

    Terutama peran orang tua dalam mendidik anak ya, Teh..

    BalasHapus
  6. trmksih bnyk infonya kawan sangat bermanfaat sekali. klu ada waktu bolehlah brkunjung heheheh

    BalasHapus
  7. Thanks mau berbagi ilmu, tapi terkadang prosentase dan jenis cara melibatkan anak yang sulit ....

    BalasHapus
  8. Makasih infonya bunda, bermanfaat banget..
    Walau anakku masih TK, tapi aku sdh mulai search SD mana yg terbaik untuk anakku.

    BalasHapus