Saturday, November 25, 2017

Jangan Menyerah, Bipolar Bisa Disembuhkan


Masih ingat dengan artis bernama Marshanda yang pernah mengidap bipolar disorder? Dulu saya acuh sekali dengan berita tersebut, saya kira hanya berita yang mengada-ada agar artis menjadi terkenal. Eh ternyata bipolar disorder adalah penyakit yang butuh penanganan serius. Memang penderita tampak baik-baik saja seperti orang normal, tapi mood mereka lebih sering berganti.

Berasal dari kata “bi” (dua) dan “polar” (kutub),  bisa dikatakan jika penderita bipolar mengalami gangguan perasaan dengan dua kutub yang berbeda, yakni fase mania (kebahagiaan) dan fase depresi (kesedihan). Penderita bipolar dengan mudah berganti mood  secara ekstrim. Parahnya, depresi dapat mengarah pada tindakan bunuh diri.

Saat depresi, penderita bipolar akan mengalami penurunan mood hampir sepanjang hari, menurunnya minat dan kesenangan, berat badan dan nafsu makan berkurang, susah tidur (tidur terus), malas bergerak (bergerak terus), merasa lelah, dan hilang energi. Perasaan penderita juga lebih sensitif, merasa tidak berarti, dan memiliki rasa bersalah yang berlebihan. Selain itu konsentrasi, kefokusan, dan cara berpikir juga menurun. Kemudian penderita akan berdiam diri, menutup diri dari lingkungan karena tidak berani menghadapi orang, dan kemudian berdampak pada keinginan bunuh diri yang datang terus menerus dan berulang.

Sedangkan pada fase mania, pengidap bipolar disorder akan mampu begadang atau tidak tidur, tidak merasakan kantuk bahkan sampai berhari-hari. Mereka akan lebih banyak bicara atas tekanan yang ada, aktivitasnya meningkat, memiliki banyak ide-ide yang kreatif dan inovatif namun tidak berpikir risiko atau cara yang tepat untuk mewujudkannya. Penderita bipolar juga merasa memiliki harga diri yang tinggi, merasa terhina, terlecehkan dan sendirian. Selain itu, perhatian si penderita akan dengan mudah beralih kepada hal-hal yang tidak penting, bahkan tidak relevan.

Mereka juga terlibat atau melibatkan diri pada kegiatan yang menyenangkan dan berisiko menyakitkan dirinya sendiri, seperti belanja berlebihan, aktivitas seksual yang tidak sesuai, bisnis yang merugikan, memiliki rasa takut kehilangan sesuatu yang menurutnya penting dan mampu melakukan apa saja karena ketakutannya.

Sendy Hadiat, Disorder Bipolar yang Tangguh

Adalah Sendy Winduvitri, pengidap bipolar sejak tahun  2012, yang sayangnya baik diri maupun keluarganya belum tahu tentang penyakit yang dideritanya. “Saat itu saya tinggal sendiri di Indonesia,  keluarga saya tinggal di Amerika,” tukas Sendy.

Wanita yang di dunia maya terkenal dengan nama Sendy Hadiat ini juga menambahkan jika kakak pertamanya telah ada di Amerika sejak tahun 2002 dan disusul oleh kakak keduanya pada tahun 2005. Hingga sekarang, mereka berkewarganegaraan Paman Sam. Lalu pada tahun 2011, orang tuanya menyusul ke Amerika.

Hingga tahun 2015, saat ayahnya, Edi Hadiat, meninggal dunia setelah berkunjung ke Bali, keluarga Sendy belum memahami bagaimana cara memperlakukan seorang pengidap bipolar. Tekanan yang dihadapinya masih sama dan belum ada perubahan. “Ditambah tekanan, cacian, makian, serta hujatan dari mantan istri suami saya beserta keluarganya, juga keluarga inti dari suami saya yang dipengaruhi oleh mantan istri suami,” Sendy menjelaskan masa lalunya.

Di tahun 2017, wanita ini akhirnya mencari sendiri arti bipolar, penyebab, cara pencegahan, dan bagaimana mengatasinya. Dibukanya kembali buku tentang bipolar yang dibelinya sejak 2013 namun belum pernah dibaca dan berusaha menemukan psikiater yang disebutkan dalam buku tersebut.
Dibantu oleh sang suami, baik saat berkonsultasi dengan sang dokter kejiwaan maupun meyakinkan keluarga untuk memahami pengidap bipolar, Sendy Hadiat merasa memiliki kekuatan untuk kembali menjadi wanita yang berarti dalam hidup suami dan anak-anaknya. Dia pun menyadari jika dirinya mengidap bipolar.

Berawal dari situlah, Sendy Hadiat belajar lebih dalam tentang bipolar, berusaha memahami dua fase yang ada pada dirinya, dan berusaha menjaga stabilitas ketenangan hati dan pikiran sebelum menjadi stressor yang akan menyulut pemikiran keliru dalam otak. “Untuk itu saya berusaha menghindari faktor-faktor penyebab stress yang dapat membuat kambuh fase depresi dan mania,” tukasnya.

Saat ini, ibu dari empat anak ini telah bisa memahami fase mania dan depresi dalam dirinya sehingga tidak mengalami panic attack yang berlebihan. Meskipun masih mengonsumsi obat saat membutuhkan, Sendy merasa lega bisa kembali merasakan menjadi seorang perempuan sekaligus istri dan ibu yang berarti untuk anak-anaknya. “Tahun ini saya merasa memiliki keluarga yang utuh di mana ada satu kesatuan,” ujar wanita yang pernah ke psikolog seminggu dua kali ini.

Di tahun ini pula Sendy dapat menerima dirinya sebagai bipolar disorder yang memang bukan pilihannya namun karunia dari Allah SWT. Banyak hal positif yang menurutnya bisa dilakukan setelah memahaminya bipolar.

Akhirnya Kumenemukan-Mu dan Menemukannya

Kisah Sendy sebagai penderita bipolar dan perjalanan hidupnya penuh rintangan, seperti pelecehan, bullying, dan siksaan batin bahkan beberapa kali mencoba bunuh diri, hingga akhirnya dia menemukan Allah di hatinya, dituliskan dalam sebuah buku berjudul Menemukan-Mu dan Menemukannya.

Sebagai bentuk kepedulian kepada perempuan lain, khususnya pengidap bipolar disorder, buku ini berpesan kepada pembaca agar tidak menyerah pada keadaan, terus berjalan, dan melangkah. Allah Maha Baik dan Maha Penolong yang tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya.

Ditulis hanya dalam waktu dua hari, buku setebal 160 halaman ini bercerita tentang pengalaman Sendy menjadi pengidap bipolar, mulai dari mengapa ia mengalami bipolar hingga bagaimana usaha untuk menghadapinya. Buku yang digarap saat menjadi peserta Privat Writing Coach ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca, khususnya perempuan, bahwa keluarga merupakan akar dari semua kehidupan, baik mental maupun jiwa.

Sendy menambahkan jika lemahnya kejiwaan bukanlah penghambat untuk menginspirasi orang lain. Singkirkan malu dan buka mata hati untuk menerima saudara-saudara dan sahabat perempuan yang membutuhkan pelukan. Segala kejadian dalam episode kehidupan kita pasti ada hikmahnya. Sadarlah bahwa tidak ada rencana yang dapat mengalahkan ketetapan dan ketentuan Allah SWT.

Wah, masih baca cuplikan kisahnya aja sudah bikin penasaran ya, pasti bukunya menarik nih. Oiya, untuk mengenal Sendy Hadiat lebih dekat kalian bisa bergabung di grup facebook Biling (Bipolar Care Healing) atau langsung klik aja link berikut. Bagi kalian yang ingin membeli bukunya bisa PO mulai tanggal 7 Desember 2017 ya, atau langsung aja hubungi Indscript.


37 comments :

  1. Peran orang sekitar sangat penting ya. Udah kena bipolar tapi mendapatkan tekanan/bully ya makin jadi. :(

    ReplyDelete
  2. Harus aware ya Mbak, membantu bukan menjauhi

    ReplyDelete
  3. Asal melakukan hal2 yg disarankan bisa sembuh ya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Menarik sekali bukunya. Apalagi tentang bipolar. Dulu aku juga pernah sih bikin kolab buku tentang Skizofrenia. Entah kenapa tertarik banget kalo soal penyakit psikologis mirip gini

    ReplyDelete
  5. Jangan menyerah dengan keadaan,Sendy saja bisa

    ReplyDelete
  6. Belajar banyak dari ketangguhan seorang Sendy Hadiat

    ReplyDelete
  7. Banyak sekali poin yg saya temukan, bahkan sebelum membaca bukunya. Semoga dengan buku dan tulisannya, mbk Sendy bisa menjadi sarana belajar bagi semua orang.

    ReplyDelete
  8. Karena semua penyakit ada obatnya. Sepertinya bukunya layak baca yaa mba?

    ReplyDelete
  9. Akan ada banyak inspirasi dan pengetahuan yang bisa diserap dari buku2 seperti ini ya.

    ReplyDelete
  10. Menarik
    Mungkin sebenarnya di sekitar kita banyak yang menderita bipolar, baik yang disadari atau tidak. Sayangnya lingkungan dan masyarakat kadang tidak mau tau dan menganggap penderitanya mengalami gangguan mental/gila

    Mudah-mudaha, lewat bukunya, Sendy lebih banyak lagi berbagi dan membuka mata masayarakat agar mengerti bagaimana penanganan yang tepat pada mereka yang mengalami bipolar

    ReplyDelete
  11. Sendy Hadiat menemukan dirinya lebih bahagia sekarang setelah mengetahui apa itu Bipolar.

    ReplyDelete
  12. Sulit gak ya mbak mengenali tanda-tanda gangguan ini. Kepo banget nih.

    ReplyDelete
  13. kalau banyak dukungan dari keluarga dan terutama suami bagi yang sudah menikah tentu akan membuat kondisi membaik ya

    ReplyDelete
  14. wah jangan2 aku bipolar? hiks soalnya kalo lagi stres ya gitu, malas ngapa2in, pinginnya mager dan tidur aja. kalo lagi on bisa pe begadang trs nyelesaiin ini itu

    ReplyDelete
  15. Semoga bukunya dibaca oleh banyak perempuan Indonesia.

    ReplyDelete
  16. Penyebab bipolar itu apa ya? Teman saya mengidap bipolar, ciri-cirinya sesuai dengan yang mbak jabarkan di atas.

    ReplyDelete
  17. buku ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan apa itu bipolar.

    ReplyDelete
  18. Wah dengan baca buku ini berarti akan nambah pengetahuan kita tentang bipolar. Aku baru tau tentang bipolar ini ya saat berita ttg Marshanda waktu itu.

    ReplyDelete
  19. Menarik nih mbak, aku baru tahu loh klo bipolar bisa disembuhin. Penasaran pengen baca bukunya. Nice info mbak

    ReplyDelete
  20. Gak kebayang bagaimana Sendy menjalani hidupnya tanpa ketidakpahaman dari orang-orang di sekitarnya, :(

    ReplyDelete
  21. MashaAllah...
    Tabarakallahu, mba...atas tulisannya. Saya jadi tau tentang bipolar.
    Selama ini saya hanya bisa meremehkan pilihan hidup para orang-orang penderita bipolar ini untuk memilih hidup dengan cara yang tidak bahagia.


    Padahal ada hal yang memang mereka tidak mampu untuk mengendalikannya yaa, mba..

    Ingin sekali membaca bukunya...

    ReplyDelete
  22. Wah, ditulis dalam dua hari? Hebat ya bisa secepat itu.
    Btw semoga mb Sendy benar2 telah menemukan kebahagiaan yg hakiki, sampai kapanpun. Salut masih bisa menginspirasi orang lain :)

    ReplyDelete
  23. Ah, mesti baca bukunya nih buat pembelajaran.. Mesti masuk wishlist buku yang harus dibaca nih mbak.. ^^

    ReplyDelete
  24. Subhanallah. Dengan mendekatkan diri pada Allah jadi lebih tenang menjalani bipolar yaa

    ReplyDelete
  25. Segala episode kehidupan ada hikmahnya dan Sendy Hadiat telah menemukannya..Meutuskan untuk berbagi denngan sesama lewat buku berisi perjuangannya. Salut!

    ReplyDelete
  26. Bisa sampai gak tidur saking happy nya ya.., apakah bipolar termasuk gangguan syaraf ..sampai tak merasakan kantuk dan lelah..

    ReplyDelete
  27. Bipolar disorder ternyata bisa berakibat fatal smp ada keinginan utk bunuh diri ya Mak. Harus benar-benar ditangani secara tepat. Inspiratif:*

    ReplyDelete
  28. Kita harus menerima taksir Allah. Tapi, juga berusaha mencari solusinya, salut buat mba Sendy Hadiat.

    ReplyDelete
  29. Wah penasaran sama bukunya mbak. Sepertinya cocok juga buat emak2 moody kyk aku nih. Moga banyak yg bsia dipelajari TFS infonya ya

    ReplyDelete
  30. Perjuangan hidup yang hebat sekali

    ReplyDelete
  31. Lengkap ulasannya.
    Menjadi seorang desolder bipolar itu berat sekali, lingkungan akan memahaminya seperti orang sakit jiwa ya? Padahal beda...

    ReplyDelete
  32. Wah betul-betul hebat. mudah-mudahan banyak yang terinspirasi dari kisah Mba Sendi ini yah

    ReplyDelete
  33. Betul, Mbak. Sebuah kisah nyata yang membawa pesan agar jangan menyerah. Jadi lebih tau tentang Bipolar disorder juga nih. Salut tuk mbak Sendy

    ReplyDelete
  34. Makasih sudah berbagi Mbak Eni. Salut untuk semua perempuan Indonesia yang inspiratif!

    ReplyDelete
  35. Syukurlah, Mbak Sendy bisa mendapatkan suami yang pengertian dan mau mendukung untuk mengatasi gangguan bipolar yang dialami Mbak Sendy.

    ReplyDelete
  36. Mengalami gangguan, dan berusaha mencari solusinya sendiri. Masyaallaah...

    ReplyDelete