Wednesday, September 05, 2018

Bagaimana Mempersiapkan SDM dalam menghadapi Industri 4.0?


Bagaimana Mempersiapkan SDM dalam menghadapi Industri 4.0 – Jawabannya ada di dalam acara Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika (Selisik 2018). Pasti pada penasaran apa sih Selisik itu? Selisik adalah media bagi para praktisi dan akademisi untuk saling berbagi ide dan pengalaman baru mengenai disiplin ilmu dibidang informatika dan telekomunikasi.

Kali ini, Selisik 2018 yang merupakan acara tahunan digelar di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung. Topik yang akan dibahas dalam seminar ini adalah bagaimana mempersiapkan SDM dalam menghadapi Industri 4.0. Wow seru banget pastinya karena materinya sedang booming. By the way, teman-teman sudah pada tahu belum apa itu industri 4.0?

Industri 4.0 atau industri generasi empat adalah industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Revolusi industri 4.0 dimulai dengan revolusi internet pada tahun 90-an. Hehm… saya masih SMP kala itu, internet masih belum merajalela seperti saat ini donk.

Baca juga: Seminar Parenting Bahaya Narkoba pada Anak

Seperti teman-teman tahu ya jika revolusi industri 4.0 telah mengubah ekonomi, pekerjaan, dan bahkan masyarakat itu sendiri. Banyak teknologi fisik dan digital yang digabungkan melalui analitik, kecerdasan buatan, dan Internet of Things (IoT) untuk menciptakan perusahaan digital yang saling terkait dan mampu menghasilkan keputusan yang lebih tepat. Jika teman-teman tahu, revolusi 0.4 ditandai dengan hadirnya robot pintar, super komputer, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan segala sesuatu yang memungkinkan manusia lebih mengoptimalkan kerja otak

Melalui seminar yang merupakan kerjasama antara Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT Bandung) dengan APTIKOM Jawa Barat, IndoCEISS dan NERIS ini diharapkan peserta memperoleh ilmu tentang mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi industry 4.0. Diketuai oleh Ibu Harya Gusdevi, S.Kom.,M.Kom., acara ini juga menjadi ajang dalam mengumumkan pemenang lomba game, animasi dan app tingkat mahasiswa seluruh pulau Jawa.

Pembicara pertama dalam seminar yang berlangsung pada Sabtu (1/9) ini adalah  Bapak Ir. Priyantono Rudito, M.Bus.,Ph.D. Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementrian Pariwisata ini menuturkan materi tentang Menyiapkan Sumber Daya Manusia untuk Menghadapi Industry 4.0 dengan mengembangkan Digital Mastery.

Baca juga: Jangan Jadi Orang Tua Gaptek

Bagaimana implementasi digital mastery? Melalui konsep 3C yaitu Context, Concept, dan Content.
Tentu saja keahlian atau kemampuan digital mastery ini sebaiknya dimiliki atau diterapkan oleh sebanyak mungkin SDM agar mampu memberikan respons terbaik terhadap fenomena era digital atau industri 4.0. 

Mau tidak mau, revolusi industry 4.0 telah memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam berbagai aspek kehidupan. Tahu kan Gojek, Google, Apple, dan Fecebook? Mereka adalah beberapa contoh bisnis raksasa yang pada dasarnya memberikan solusi dan membantu sesama. Nah, contoh nyata dari hasil revolusi industry 4.0 adalah peralihan penggunaan alat bantu dalam bidang pertanian, awalnya secara manual kemudian menggunaka mesin dan pada nantinya akan dibantu robot.

Bagaimana Mempersiapkan SDM dalam menghadapi Industri 4.0
sumber: Materi Selisik 2018
Eh, bentar deh. Dibantu robot? Saya kok jadi bayangin semua pekerjaan IRT dibantu robot ya? Akan jadi sebesar apa tubuh saya karena kurang gerak? 😂

Contoh lain sebagai dampak dari kecanggihan teknologi adalah di bidang kesehatan. Orang tidak perlu ribet dan antri saat akan menggunakan layanan kesehatan. Revolusi industry 4.0 menghadirkan aplikasi HaloDoc yang dikembangkan oleh Validic. Aplikasi ini merupakan inovasi teknologi yang mempermudah akses di bidang kesehatan sebagai solusi yang cepat, akurat, aman, dan terpercaya.

Terus, apa yang terjadi dengan perusahaan yang menggunakan banyak karyawan dalam proses produksinya? Tentu saja akan terancam sebagai imbas dari adanya revolusi 4.0. Oleh karena itu Bapak Priyantono menghimbau perusahaan untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Untuk tetap bertahan dalam kompetisi, setiap perusahaan harus mampu menyiapan Sumber Daya Manusia yang memiliki motivasi tinggi.
sumber: Materi Selisik 2018
Penyiapan Sumber Daya Manusia dapat dilakukan dengan mengembangkan Digital Mastery (Digital Leadership dan Digital Capability) melalui pendekatan trilogy yaitu experiental learning, coaching, dan unlocking from within. Namun, dalam implementasinya trilogy tersebut perlu melakukan kolaborasi antar generasi.

Pembicara kedua dalam seminar ini adalah Prof. Dr. Suyanto, MM yang pernah sukses dalam pembuatan film animasi Battle of Surabaya (film keren yang belum sempat saya tonton, kabarnya film ini terkenal lho di kancah perfilman internasional). Menurut Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta ini modal utama perguruan tinggi dalam mengelola sekolahnya adalah berpikir progressive.

sumber: Materi Selisik 2018
Menurut Prof. Dr. Suyanto, pada revolusi industry 4.0 sumber daya manusia akan terbagi menjadi empat yaitu professional, entrepreneur, sciencetist, dan artist. Nah, perlu sekali untuk memperluas network dan berinovasi tanpa henti agar selalu produktif. Produktivitasnya pun harus bernilai lebih dan berdaya saing, untuk itu diperlukan alur yang dimulai dengan Design, Production, Branding, Channeling. 
Wow banget ya teman-teman, materi seminarnya. Industri 4.0 bukan hanya sekedar jargon siap tidak siap. Terpenting adalah mempersiapan diri sebaik mungkin untuk menghadapi segala tantangan tak terduga yang muncul sebagai dampak revolusi industry 4.0. Bukankah perubahan hanya bisa diawali dari diri sendiri?

Sudah siapkah teman-teman menghadapi era #MakingIndonesia4.0? Yes, harus siap!

Sumber:
sttbandung.ac.id
mobnasesemka.com
materi selisik 2018

15 comments :

  1. memang mau nggak mau kita harus beradaptasi dengan kecanggihan teknologi yang semakin menggeser tenaga manusia :D

    ReplyDelete
  2. yes, perubahan diawali dari diri sendiri. Siap enggak siap kita musti hadapi segala tantangannya..Semoga revolusi industri 4.0 berjalan sesuai dengan yang diharapkan

    ReplyDelete
  3. Teknologi berkembang begitu cepat. Mestinya wawasan dan keahlian kita pun berbanding lurus dengan itu. Kalau statis aja, sudah pasti terlibas. Eh tapi saya sudah menyiapkan apa, ya? Huhuhu ... Ternyata masih begini-begini aja. Bebenah segera, ah.

    ReplyDelete
  4. Keren banget ini seminarnya, kita harus bisa bersaing di industri 4.0. Wah mantep banget mba tulisannya. Makasih sharingnya.

    ReplyDelete
  5. Jaman serba canggih, ada plus minus sih,tapi apapun itu kita hanya perlu bersiap menghadapinya.

    ReplyDelete
  6. Kudu mempersiapkan diri dari sekarang untuk menuju era 4.0 ya mba.

    ReplyDelete
  7. Kecanggihan tehnologi tentu ada positif & negatifnya, tp bijaklah menggunakan tehnologi.

    ReplyDelete
  8. Perlu SDM yang berkualitas menghadapi revolusi industri 4.0

    ReplyDelete
  9. Biar nggak ketinggalan jaman dan kesempatan di era milenial ini kita memang harus terus belajar ya mba.

    ReplyDelete
  10. Mulai tol yang ngurangin sdm, besok bs jadi bank juga gak pakek teller ya mbak, udah digantikan mesin setoran smua. Wah anak2 harus mempersiapkan diri dalam revolusi 4.0 ya mbak :)

    ReplyDelete
  11. Mau ga mau ya harus siap menyongsong revolusi industri 4.0. Aku kok malah jadi kepikiran, kalau semua robot, nasib para pekerja bagaimana. Umk juga bisa bersaing ga ya mbak

    ReplyDelete
  12. aku menggarisbawahi hasil SELISIK ini, bahwa teknologi jangan sampai menghilangkan peran manusia. Menggantikan sih boleh, tapi jangan sampai membuat manusia jadi menyerahkan semua hidupnya pada mesin. Makanya diperlukan SDM yang sangat berkualitas menghadapi revolusi industri 4.0 ini.

    ReplyDelete
  13. Sekarang teknologi Makin canggih ya, Kalo ga update bisa ketinggalan 😄

    ReplyDelete
  14. Revolusi industri 4.0 mulai sering saya dengar, nih. Emak2 blogger spt kita harus siap, baik tuk diri sendiri atau mempersiapkan buah hati sbg calon2 pengisi tantangan masa depan. Nice info, Mbak

    ReplyDelete
  15. Saya kemarin ketipu waktu dengerin kalau zaman sekarang masak nggak perlu pisau, tapi pakai gadget. Nggak taunya bahas go-food hihihi

    ReplyDelete