Menu Sahur Sederhana dan Praktis untuk Anak-Anak

Bundadzakiyyah.com – Mengajarkan puasa kepada anak-anak memang tidak mudah, tapi tidak sulit juga jika orang tua mau berusaha. Memang mereka belum ada kewajiban berpuasa tapi kewajiban setiap orang tua adalah mengenalkannya kepada anak-anak. Biasanya, bagian tersulitnya adalah mengajak mereka sahur. Untung saja saya selalu siap menu sahur sederhana dan praktis.

Kebetulan putri sulung saya (7,5y) gampang dibangunkan untuk sahur. Kalau kata saudara-saudara sih memang anaknya nurut banget sama orang tua, jadi mudah bangunin sahurnya. Ah enggak juga kok, sebagai anak-anak dia juga pernah enggak mau sahur, pengen mokel (batalin puasa). Apalagi kalau sudah lihat adiknya makan, makin pengen buka aja setiap saat.


Sejak taman kanak-kanak saya sudah mengajak si Kakak berpuasa dengan cara yang mudah. Meskipun belum full atau hanya setengah hari yang penting dia ikut-ikutan dulu. Di sekolah kan ibu gurunya pasti nanya tuh, “anak-anak, siapa yang hari ini berpuasa?” Jadi si Kakak dengan bangga angkat tangan karena dia puasa walaupun sepulang sekolah jam 10.00 biasanya dia akan berbuka lebih awal. Hahaha

Nah, menu sahur sederhana dan praktis saya sediakan untuk putri sulung saya saat Ramadhan. Biasanya saya tanya dulu mau sahur sama apa, tapi dia selalu bilang sahur apa aja yang Bunda bikin. Seandainya anak-anak sahur ala food combining kayak saya, pasti lebih simple lagi, hehehe.

Sayangnya mereka masih belum terbiasa, masih tahap icip-icip saja, Jadinya ya saya siapkan menu favorit dia biar makin semangat sahurnya.

Nugget 


Menu sahur sederhana yang pertama adalah nugget, saya bikin banyak untuk untuk dibekukan. Saya variasikan nugget dengan tahu, ayam, dan sayur (wortel) sehingga anak-anak enggak bosan. Selain praktis menggoreng nuget enggak perlu lama jadi pas banget nih jika bunda bangun kesiangan, hehehe. Oiya, nuggetnya saya buat sendiri ya biar lebih sehat tanpa pengawet.

Omelet sayur


Menu sahur selanjutnya adalah omelet sayur. Ya, selain praktis omelet sayur juga disukai anak-anak. Olahan telur, daun bawang, wortel, daun kol dan aroma mentega menambah semangat si sulung untuk sahur. Biasanya sih kakak request omelet kentang, omelet sosis jamur, atau omelet jamur kentang. Memasak omelet membutuhkan lebih banyak waktu daripada nugget, biasanya bahan saya siapkan sebelum tidur dan masukkan ke kulkas.

Abon


Ini nih menu sahur yang paling simple, enggak usah masak yaitu abon. Abon bisa langung dimakan dengan nasi hangat. Kakak paling suka abon tuna, tapi biasanya saya juga siapkan abon ayam dan abon lele. Siapa tahu kakak bosan abon tuna dan bisa sahur dengan abon lainnya. Tinggal beli aja di supermarket dan biasanya bertahan hingga tiga bulan, yang tanpa pengawet ya. Kadang juga bikin sendiri dan saya simpan di kulkas.

Sandwich


Menu terakhir yang juga favorit kakak untuk sahur adalah sandwich. Anggota keluarga saya penggemar roti, varian apa saja mereka suka. Suami dan anak-anak “pengabdi roti” sedangkan saya enggak. Entahlah meskipun sering melihat mereka makan roti saya enggak tertarik tuh. Bukannya enggak doyan tapi biasa aja sih.

Nah, kadang-kadang aja nih sandwich saya siapkan untuk menu sahur si kakak. Bahan dan isinya sederhana kok, seperti roti tawar, telur ceplok/keju slice, tomat, dan selada. Tapi saya khawatir kalau makan sandwich dia kurang kenyang jadi jarang sekali sahur dengan sandwich. Hehehe

Itu dia menu sahur sederhana dan praktis untuk anak-anak. Saya lebih memilih menyiapkan sahur tanpa ribet yang penting kan menu sahur sehat dan badan tetap segar sepanjang hari. Kalau masalah lapar sih pasti ya, namanya juga puasa.

Kalau teman-teman biasanya sahur sama apa?


Post a Comment

0 Comments