Toko Buku, Tempat Favorit Sejak Dulu Kala


Apa yang dirasakan ketika di toko buku?

Adalah tema hari ketiga dari One Day One Pot (ODOP) grup ISB dan mengingatkan saya saat SMA. Saya betah banget berada di toko buku. Seandainya ibu tidak mewajibkan saya tidur di rumah dan toko buku buka 24 jam non stop, mungkin saya memilih menginap di toko buku. Melihat buku-buku berjajar di rak selalu membangkitkan semangat hidup saya. *bukan berarti saya enggak semangat hidup ya*

Rasanya seperti ada semangat baru saat membaca lembar demi lembar cerita yang ada di Chicken Soup (buku favorit saya saat SMA). Saya pun selalu berkhayal seadainya saya punya banyak uang dan bisa memborong semua buku yang saya suka. Saya juga rela menyisihkan uang saku dan membawa bekal makan siang hanya untuk membeli novel Lupus yang kocak itu.



Tak jarang saya dan teman-teman SMA berlama-lama di toko buku untuk menuntaskan novel Harry Potter. Hampir setiap hari kami datang untuk membacanya lembar demi lembar, hehehe. Kok bisa menemukan buku yang kemarin dibaca? Iya, biasanya kami sembunyikan di jajaran buku yang berbeda teman, wkwkwk. Kalau esoknya masih ketemu ya alhamdulillah.

Mungkin karena saat itu toko buku isinya ya buku bacaan, belum ada alat tulis sekolah dan kantor, sehingga rak-rak masih terasa longgar. Berbeda dengan sekarang dimana toko buku juga menjual alat tulis, alat olahraga, hingga mainan anak-anak. Akhirnya rak-rak terasa full bahkan saya sering kesulitan menemukan buku-buku tanpa melihat katalog di computer.

Toko Buku, Tempat Favorit Sejak Dulu Kala


Jika ditanya berapa jumlah pakaian yang saya simpan di almari, sudah pasti saya bisa menjawab karena tidak terlalu banyak. Tapi jika ditanya berapa jumlah buku saya? Hehehe, banyak dan enggak bisa ngitung. Sebagian juga sudah saya berikan ke taman baca.

Ya, saya lebih memilih beli buku daripada baju. Kalau kata dosen saya dulu buku adalah investasi leher ke atas sedangkan pakaian adalah investasi leher ke bawah. Membaca adalah sarapan otak, jangan sampai otak enggak diberi nutrisi, bisa pikun nanti. Gitu aja sih!
Mengapa sih saya betah banget ada di toko buku?

1. Mengurangi Stress


Membaca sangat menyenangkan bagi saya dan bisa menenangkan pikiran. Untuk itu pergi ke toko buku adalah pilihan utama saat bosan, banyak pikiran, ataupun dilanda masalah. Membaca buku bisa membuat saya tenang dan kadang malah dapat solusi. Hal ini karena di toko buku banyak jenis buku yang bisa gonta-ganti saya baca, hehehe. Fokus mencari buku dan membacanya bisa membuat saja melupakan sejenak permasalah dan stress pun berkurang.

2. Berasa Punya Perpustakaan Pribadi



Apa salahnya berkhayal toh tidak akan membuat kita mati, wkwkwkwk. Boleh lah sekali-sekali berkhayal punya perpustakaan pribadi sebesar toko buku. Jadi tiap kali pergi ke toko buku tuh saya merasa punya perpustakaan yang besar dan bisa membaca sepuas hati saya. Eh kan bukunya dibungkus plastic? Tenang, banyak kok yang plastiknya terbuka.

3. Refreshing


Refreshing tidak hanya dilakukan di tempat wisata, di toko buku juga bisa kok. Melihat orang-orang berdasi dan professional, melihat aneka buku berwarna-warni di ruangan yang sejuk tuh bisa merefresh otak saya. Lumayan lah gratis. Sebenarnya selain di toko buku bisa juga dilakukan di perpustakaan.

4. Menambah Pengetahuan


Tak dapat dipungkiri jika membaca dapat menambah pengetahuan karena buku adalah jendela. Membaca ditoko buku membuat saya merasa menggenggam dunia karena bisa membaca buku jenis apa saja. Biasanya saya akan membaca setiap jenis buku sedikit-sedikit atau secara global gitu. Setelah sedikit paham saya ganti buku lain. Lumayan lah tahu dikit-dikit lama-lama menjadi bukit.

5. Teladan Positif untuk Anak-anak


Alhamdulillah anak-anak pun suka kalau diajak ke toko buku daripada ke mall. Bukankah menanamkan budaya baca kepada anak harus sejak dini? Salah satu cara yang saya lakukan adalah mengajak mereka ke toko buku. Seperti halnya saya, anak-anak sangat gembira berada di toko buku dan bisa memilih buku untuk dibaca dan kemudian dibelinya.



Bukankah orang tua adalah teladan terbaik untuk anak-anak? 

Saya berharap mereka juga menjadikan toko buku sebagai tempat favorit saat sudah dewasa nanti. Lalu kami bisa menghabiskan waktu bersama-sama di toko buku dan membaca buku bersama, pasti seru dan menyenangkan deh.

Itu sih alasan saya kenapa suka ke toko buku. Meskipun akhir-akhir ini saya jarang sekali pergi ke tempat favorit saya itu karena domisili saya pindah ke Kabupaten Malang tapi tetap saja kalau ke kota saya menyempatkan diri. Sayangnya saya bukan tipe yang pandai mengabadikan momen jadi saya eggak punya foto saat berada di toko buku.

Sebelum saya akhiri postingan ini, marilah menjadi pembaca yang bijak dengan tidak membeli buku sebagai pajangan saja, hwhwhw. *reminder buat saya juga sih

Apakah teman-teman juga masih punya buku bersegel di rak buku? Kalau iya, sama dong dengan saya, LOL.



Post a Comment

2 Comments

  1. Chicken Soup, salah satu buku bacaan paling favorit jaman kuliah. Bener banget sih, Mbak. Baca itu banyak banget manfaatnya. Meski remeh temeh kaya komik atau novel. Cuma sayang nih, aku semenjak ada ada gadget jadi males baca, hiks

    ReplyDelete
  2. Asik banget kalo pas Ramadhan, trus ngabuburit di toko buku
    Gak berasa, tiba2 udah adzan Maghrib ajaaaa :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete