Friday, January 18, 2019

DeKofie, Menikmati Kopi dengan Cara Baru

DeKofie, Menikmati Kopi dengan Cara Baru

Banyak yang bilang kalau kopi memiliki banyak manfaat. Minum kopi di pagi hari bisa bikin badan segar atau meminumnya di malam hari bisa sebagai teman begadang. Nyatanya hal itu tidak terjadi pada saya. Minum kopi di pagi hari bikin perut saya sebah dan kembung. Pengen begadang dan minum kopi tapi tetap aja ngantuk.

Baca juga: Mr. Mac Resto Kekinian di Kota Malang

Ya, saya juga tahu kalau kopi memiliki banyak manfaat. Tapi gimana lagi ya? Sejak dulu kalau minum kopi perut terasa sebah dan kembung. Kopi jenis apa aja deh, mulai dari yang instan sampai kopi murni. Namun, bukan berarti saya tidak bisa merasakan manfaatnya juga tho? Soalnya manfaat kopi tidak hanya didapat saat kita meminumnya, bukan?

Ini dia manfaat kopi yang bisa didapatkan tanpa harus mengonsumsinya secara langsung, khususnya untuk kecantikan.

Mengangkat Sel Kulit Mati 

Wajah teman-teman sering terlihat kusam? Itu karena sel kulit mati di wajah sudah menumpuk. Coba diingat lagi kapan terakhir kali teman-teman melakukan scrubbing wajah? Nah, teman-teman bisa mencoba kopi sebagai scrub secara teratur. Teman-teman bisa mencampurnya dengan minyak zaitun atau facial foam.

Melembutkan dan Menghaluskan Kulit 

Setelah sel kulit mati terangkat, teman-teman akan mendapatkan kulit yang bersih dan halus. Jadi, bisa juga tuh diaplikasikan juga untuk bagian tubuh selain wajah, misalnya kaki dan tangan. 

Menyamarkan Bekas Jerawat
 
Noda jerawat yang berbentuk hitam atau kemerahan akan membuat wajah kurang mulus yes. Ternyata hal itu bisa disamarkan lho, yaitu dengan menggunakan kopi yang dicampur dengan madu. Lakukan secara teratur hingga noda yang ditinggalkan jerawat menjadi samar.

MengecilkanPori-pori 

Pori-pori yang besar cenderung menghasilkan minyak berlebih pada wajah. Tapi jangan terlalu khawatir karena menggunakan masker kopi secara rutin bisa mengecilkan pori-pori.

DeKofie, Menikmati Kopi dengan Cara Baru

DeKofie, Menikmati Kopi dengan Cara Baru

What? Selai kopi? Ini saya yang mainnya kurang jauh atau karena saya terlalu fokus nulis sampai nggak tahu ada selai kopi? Hihihi


Saat seorang teman menawarkan selai rasa kopi, langsung deh saya terima tanpa mikir. Nggak mikir kalau saya nggak doyan kopi. Nggak mikir kalau saya sering kembung setelah minum kopi. Juga nggak mikir harganya berapa. Soalnya saya kadung penasaran. 😂😂


Baca juga: Hidup Sehat dengan Cara Alami

Yup, DeKofie adalah selai rasa kopi robusta dengan campuran cokelat. Baru kali ini lho ada selai rasa kopi. Rasanya yang nggak terlalu manis dan ada sedikit pahit bikin saya gemes dan pengen cocolin apa aja ke selain kopi DeKofie, hehehe. *maruk
DeKofie, Menikmati Kopi dengan Cara Baru

Selain rasanya unik dan kekinian, kemasannya juga premium. Dibungkus dengan gelas kaca yang tebal sehingga penampilannya lebih eksklusif. Tapi jadinya berat kalau mau bawa selai ini kemana-mana, coba kalau kemasannya plastik ya biar bisa dibawa kemana-mana.

Jadi kalau teman-teman bosan dengan selai rasa buah atau sayur, cobain deh selai rasa kopi yang dikombinasikan dengan cokelat ini. Dijamin ketagihan deh! Teman-teman bisa memakannya dengan roti, crackers, atau biscuit. Nikmati perpaduan rasa manis, gurih, plus pahitnya robusta.


Baca juga: Kuliner Aceh yang Terlalu Lezat untuk Dilewatkan

Selai kopi DeKofie terbuat dari kopi murni robusta, kakao, gula, margarin, dan garam. Diproduksi oleh PT. Sejahtera Sentosa Indonesia, produk selai kopi DeKofie dikemas dalam toples kaca mini dengan berat bersih 220 gram dan sudah memiliki PIRT (2153573011458). Selai cokelat DeKofie ini juga sudah pernah hadir di pameran InternationalFood& Beverages di Kuala Lumpur Malasysia.

Agar produk ini dapat digunakan dengan baik, mending teman-teman mengikuti saran penyimpanan yang tertera dalam kemasan yaitu:

- Simpan pada suhu ruangan

- Jangan simpan dalam freezer

- Jangan terkena sinar matahayu langsung

Cokelat Kopi dengan Rasa Unik  

DeKofie, Menikmati Kopi dengan Cara Baru
Selain selai kopi, ada juga cokelat rasa kopi yang rasanya beneran unik. Nggak terlalu manis dan kopinya terasa banget, ada pahit-pahitnya dikit. Nah, kalau makan cokelat ini saya nggak terlalu khawatir jadi gendut karena masih harus berebut sama si adek (bungsu), hahaha.

By the way, itu fotonya kok kayak ada pohon kakao atau buah cokelat ya?

Iya, memang di belakang rumah saya ada pohon kakao yang masih sering berbuah. Tapi ternyata mengolah cokelat itu tidaklah mudah, pantesan harganya mahal, ye kan? Setelah memanen buahnya, harus memisahkan buah dan dagingnya. Setelah itu dicuci bersih dan dijemur hingga kering.

Seperti halnya kopi, cokelat juga memiiki banyak manfaat sebagai berikut.

1.Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Kandungan flavonoid pada biji kakao (asalnya cokelat) memiliki zat antioksidan yang bisa mengurangi penyakit jantung. Mengonsumsi cokelat dalam jumlah sedang juga bisa mengurangi resiko penyakit jantung. Tapi ingat ya teman-teman, tidak boleh berlebihan.

2. Membersihkan Kulit

Kok bisa? Iya, ternyata cokelat rendah gula dapat melindungi dari sinar UV. Kira-kira gimana caranya ya? Dikonsumsi seperti biasa atau digunakan sebagai masker? Hehehe

3. Mengurangi Nafsu Makan

Ah masa sih? Ini khusus cokelat hitam ya teman-teman dan sangat ampuh buat kalian yang hobi banget makan yang manis-manis. Terus kalau yang nggak suka manis kayak saya? Ngaruh nggak sih?

Sebenarnya kokoa di dalam cokelat mengandung kafein yang bisa menimbulkan efek negative. Tapi tenang saja, mengonsumsi cokelat secara benar dan tidak berlebihan masih bisa bermanfaat bagi tubuh kok. Misalnya mengonsumsi dark cokelat atau cokelat olahan seperti De Kofie yang sudah dikombinasikan dengan rasa kopi dan tidak terlalu banyak mengandung pemanis (terutama kalau kamu udah merasa manis ^_^)

Nah, itu dia cuap-cuap saya tentang kopi dan cokelat yang pernah saya hindari tapi sekarang sudah mulai akrab. Buat teman-teman yang penasaran dengan rasa De Kofie bisa langsung pesan di IG @dekofie.id atau buat yang di Malang bisa langsung meluncur ke Jl. Danau Maninjau Raya 125.


Monday, January 14, 2019

Museum Satwa, Rekomendasi Tempat Liburan yang Bikin Cerdas


Liburan memang telah usai, tapi Kak Sasa masih juga menagih janji saya untuk berlibur ke Museum Satwa di Jatim Park 2. Ya, Kak Sasa sih nggak salah karena memang saya sudah berjanji jika ada rezeki lebih akan mengajaknya ke Museum Satwa. Kebetulan saat libur sekolah saya masih harus merawat mama yang sakit sehingga liburan pun tertunda.

It’s okey, berlibur ke Museum Satwa akhirnya saya jadwalkan setelah kakak masuk sekolah yang kebetulan mama dirawat kembali oleh kakak di Surabaya. Beberapa hari sebelum berangkat ke Museum Satwa, kakak dan adik nih ribut banget menanyakan ini dan itu. Rupanya mereka sangat senang karena memang hampir setahun kami tidak mengunjungi tempat wisata.

Kenapa harus ke Museum Satwa? Bukan Eco Green Park atau Predator Fun Park aja. Itu sih tujuan wisata berikutnya ya, hehehe. Semoga ada rezeki lebih sehingga bisa mengunjungi kedua tempat wisata itu lagi.

Denger-denger nih, beli tiket masuk ke tempat wisata lebih murah lewat traveloka. Saya pun mencobanya dan benar saja, lebih murah. Yeay… *emakirit


Setelah booking tiket lewat aplikasi traveloka, di Jatim Park 2 saya melihat ada booth traveloka yang tak jauh dari loket pembelian tiket Jatim Park 2. Saking senangnya saya lupa mengambil gambar saat penukaran e-tiket dengan tiket masuk yang asli. Jadi Cuma saya ambil gambar boothnya ada deh, hehehe.

Museum Satwa Bikin Cerdas

Setelah menukarkan e-tiket yang saya beli di traveloka, kami pun memasuki museum satwa. Eh sebelumnya Kak Sasa minta foto di depan museum. Baru deh masuk dan tiketnya (berupa gelang anti air) dipasangkan oleh penjaganya.

Langsung deh kakak adik yang hampir setahun nggak berlibur ini berlarian dan tampak terkesima melihat pemandangan yang luar biasa. “Wah ada burung, ada hewan, ada sangkar besaaar!” Teriak si Adek yang bikin saya gemes.

“Bun, foto dong disini!” kata kakak sambil duduk di bangku yang dikelilingi replica burung. Wah, senangnya bukan main deh. Liburan yang tertunda nih ya ceritanya, hahahah.



Jadi, setelah melewati pintu masuk Museum Satwa pengunjung akan disuguhi sangkar raksasa yang berisi aneka burung unik. Namanya juga museum ya jadi semua hewan yang ada di tempat ini adalah replica dan juga hewan yang diawetkan. Hewan apa aja ada deh kayaknya. Hehehe… Oiya, Museum Satwa di Jatim Park 2 ini adalah museum satwa terbesar di Indonesia lho.

Kenapa sih saya bilang kalau Museum Satwa adalah rekomendasi tempat liburan yang bikin cerdas? Ya karena tidak hanya hiburan yang akan teman-teman dapatkan tapi juga edukasi untuk anak-anak dan orang dewasa. Secara otomatis pengunjung akan belajar tentang satwa-satwa yang telah diawetkan maupun yang berbentuk replika.

Meskipun nggak ada tour guidenya, semua hewan yang dipamerkan ada keterangannya kok. Selain itu kalian bisa menikmati hal-hal berikut di Museum Satwa.

Lukisan3D 

Lukisan 3D di Museum Satwa
Ada beberapa lukisan 3D (tiga dimensi) yang unik dan menarik di Museum Satwa. Cocok nih buat teman-teman yang ingin mempercantik sosmednya dengan konten yang menarik. 

Insectarium

Insectarium di Museum Satwa
Ingin tahu jenis-jenis serangga dari seluruh penjuru dunia? Masuk ada deh ke insectarium di Museum Satwa. Di sini saya melihat koleksi serangga yang beraneka macam, saya jadi tahu jika serangga itu banyak macamnya. Anak-anak terkagum-kagum lho melihat serangga secara langsung gini, nggak Cuma di buku. Mulai dari kupu-kupu, serangga hutan, laba-laba, dan masih banyak lagi.

Diorama Hewan

 

Diorama adalah miniature tiga dimensi untuk menggambarkan suatu pemandangan. Nah, di Museum Satwa ada juga diorama hewan-hewan dari berbagai negara. Sebagian besar diorama hewan berada di dalam etalase kaca yang besar. Ya, coba kalau nggak ada etalasenya pasti nggak akan bertahan lama karena rusak oleh tangan-tangan jahil pengunjung ya, hehehe.

Fosil Hewan Purba 

Kalau biasanya anak-anak hanya bisa melihat fosil hewan purba melalui ensiklopedia, di Museum Satwa mereka bisa melihat secara langsung dan berfoto bersamanya. Ada kerangka Tyranoshaurus Rex yang berukuran besar juga lho. Pencahayaannya keren banget, membuat kerangka tersebut seolah jadi pusat perhatian.

Mayapada Show

Dulu, saat si sulung masih berusia lima tahun belum ada nih pertunjukan musical. Sekarang, di Museum Satwa ada pertunjukan musical berjudul Mayapada Show. Menceritakan pentingnya menjaga alam termasuk hutan sebagai paru-paru dunia. Nah, show berbentuk drama musical dengan kostum yang menarik ini diadakan setiap hari pada pukul 11.00, 13.00, dan 15.00.

Fasilitas Cukup Lengkap

Untuk menngelilingi Museum Satwa di Jatim Park 2 ini teman-teman hanya perlu menyediakan waktu kurang lebih 3,5 jam (sudah termasuk foto-foto dan menonton Mayapada Show). Tapi ini dalam kondisi weekday ya, suasana tidak terlalu ramai. Kalau weekend biasanya ramai sekali dan untuk foto harus bergantian.

Karena rutenya tidak terlalu jauh maka tidak disediakan e-bike (kayak di Secreet Zoo), tapi jangan khawatir karena ada beberapa bangku yang bisa diduduku saat capek. Saking menariknya, dijamin nggak bakalan kerasa deh kalau Lelah. Hahaha.

Terus… terus… ada fasilitas apa aja sih yang bisa digunakan pengunjung?

Toilet

Fasilitas pertama yang sangat penting (khususnya buat saya, hahaha) adalah toilet. Gratis sih, tapi kalau kalian mau nyumbang buat kebersihan juga disediakan kotak amal kok. Sekali lagi karena rutenya nggak terlalu jauh, toilet hanya ada di dekat musholla aja. Ya, kira-kira setelah satu jam perjalanan laah (jalan santai sambil foto-foto ya).

Saran saya, sebelum masuk Museum Satwa pastikan kalian tidak sedang kebelet ya (BAK ataupun BAB) sehingga bisa menikmati pemandangan dengan baik tanpa rasa khawatir (akan ngompol, hehehe *sorry).

Warung Desa


Lapar saat jalan-jalan di Museum Satwa? Tenang, ada Warung Desa yang bisa kamu hampiri untuk membeli makanan atau camilan sekedar mengganjal perut lapar. Aneka minuman untuk menuntaskan dahaga juga ada.

Musholla 

Sehappy apapun, luangkan waktu untuk beribadah yes (khususnya yang muslim nih). Nah, ada musholla untuk sholat di dalam Museum Satwa. Letaknya udah saya jelaskan ya, dekat toilet. Oiya, saran aja nih buat kalian yang beli tiket terusan ke Secreet Zoo juga, dan masuknya jam 10.00 WIB, lebih baik sholat dhuhur dulu aja agar bisa menikmati wahana di Secret Zoo dengan lebih tenang.

Harga Tiket

Berdasarkan informasi yang saya baca dari web jtp.id berikut harga tiket masuk ke Museum Satwa yang berhasil saya rangkum. (update: 13 Januari 2019).

Jenis Tiket
Weekend
Weekday
Regular Jatim park 2
(Museum Satwa+Secret Zoo)
Rp. 120.000
Diskon 30% dari harga weekend
Terusan
(Jatim Park 2 + Eco Green park)
Rp. 150.000
Diskon 30% dari harga weekend
Paket Sakti (2 hari)/Supersakti (3hari)
Jatim Park 1, Jatim Park 2, Eco Green park, Predator Fun Park, Museum Tubuh, Museum Angkut, BNS

Sakti (Rp. 375.000)
Supersakti (Rp. 450.000)
-

Nah, kalau saya kemarin ke Jatim Park 2 beli tiket di Traveloka dan dapat potongan. Yeayy.. #emakirit

Kalian juga bisa coba lho!

Lokasi Museum Satwa

Nah, itu dia wahana, fasilitas, dan tiket yang ada di Museum Satwa. Lalu, dimanakah letaknya? Tepat sekali jika teman-teman menjawab ada di Jatim park 2, hahaha. Kalau alamatnya ada di Jl. Oro-oro Ombo No.9 Kota Wisata Batu – Jawa Timur – Indonesia.

Untuk menuju ke tempat ini kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi, ojol (ojek online), ataupun naik kendaraan umum seperti angkot dan bus. Oiya, jika naik bus atau travel kalian bisa klik di sini ya untuk cek harga tiketnya.


Belajar tidak melulu harus duduk di dalam kelas, mengunjungi Museum Satwa juga salah satu bentuk belajar secara langsung. Jadi, Museum Satwa ini cocok sekali dikunjungi oleh anak-anak mulai TK hingga mahasiswa, laki-laki maupun perempuan, bahkan kakek-nenek pun cocok lho berkunjung ke Museum Satwa.

Gimana? Tertarik untuk mengunjungi Museum Satwa? Atau teman-teman punya rekomendasi tempat wisata yang bikin cerdas lainnya? Yuk, sharing di kolom kometar.

Saturday, January 12, 2019

Villa Victoria Boutique Residences, Hadirkan Pengalaman Menginap yang Berbeda



Malang sudah mulai terkenal lho. Buktinya? Setiap musim liburan tiba Malang hampir selalu macet, apalagi yang dekat dengan tempat wisata. Jadi nggak aneh jika saat ini di Malang banyak berdiri penginapan. Mulai dari yang biasa saja sampai yang luar biasa, mulai dari yang murah hingga yang mahal.

Setiap penginapan memiliki ciri khas yang berbeda, seperti salah satu penginapan yang ada di Kota Malang yaitu Villa Victoria Boutique Residence. Hehm… Panjang ya namanya? Kalian juga bisa menyebutnya sebagai Hotel Victoria. Hehehe.

Senang sekali saat saya bersama teman-teman Malang Citizen berkesempatan hotel tour ke Villa Victoria Boutique Residence pada Minggu (6/01). Saat menuju lokasi saya sedikit bingung dan sempat kesasar karena nggak pakai google maps. Tapi ketika saya buka maps langsung sampai karena memang mudah dijangkau meskipun tidak berada di jalan besar.
Conferensi Press bersama Pak Alex selaku Marketing Communication Villa Victoria

Jadi lokasi Villa Victoria ini ada di Jl. Ciujug No. 7 Malang, dekat dengan daerah Sanan yang menjual pusat oleh-oleh Malang. Pantas saja meskipun baru dibuka satu tahun yang lalu, Hotel Victoria telah mendapatkan respon yang bagus dari masyarakat. Bahkan pernah menjadi tempat syuting film Yo Wes Ben yang dibintangi Bayu Skak, dkk lho. Wah, udah terkenal dong ya?

dok. IG @villavictoria.id


Menghadirkan konsep yang berbeda, Villa Victoria Boutique Residences menampilkan ciri khas Kota Malang sehingga tamu yang menginap dapat merasakan sensasi menginap yang sangat berkesan dan tak terlupakan. Bangunan bergaya colonial modern dapat menghadirkan kesan tersendiri bagi para tamu di tengah bisingnya Kota Malang.

Hadirkan Pengalaman Menginap yang Berbeda



Sudah tahu belum kalau Kota Malang memiliki banyak julukan? Mulai dari Paris Van East Java, kota pendidikan, kota bunga, kota apel, kota wisata, hingga kota kuliner. Tak hanya itu, Kota Malang juga memiliki cuaca yang nyaman dan sejuk dbandingkan kota lainnya di Jawa Timur.
doc. pribadi
Tak heran ya jika pemilik Villa Victoria ingin menghadirkan pengalaman menginap yang berbeda untuk tamunya melalui arsitektur bangunan, pelayanan, fasilitas, hingga makanan. Design interior yang berkonsep colonial membuat penginapan ini terkesan mewah dan klasik dengan dekorasi yang unik.

Baca juga: Penginapan Murah di Bandung

Sudah pasti Villa Victoria ini pas sekali untuk Anda yang ingin menjauh dari keramaian dan hiruk pikuk Kota Malang.

Modern Luxurious Business Class Hotel

Beneran deh jika Villa Victoria ini membuat tamu tetap betah dan tinggal berlama-lama. Bagaimana tidak? Fasilitas lengkap disediakan oleh penginapan ini mulai dari kamar dengan berbagai tipe, fasilitas kamar yang lengkap, resto dan kafe, meeting room, dan lingkungan yang mendukung.


Room



Villa Victoria Boutique Residences menyediakan berbagai tipe kamar dengan berbagai fasilitas yang akan saya sebutkan pada point berikutnya. Berikut ini type kamar yang ada di Villa Victoria.


Bunk Bed Room

Bunk Bed adalah ranjang atau tempat tidur susun yang biasanya dipakai di hostel. Di Villa Victoria ada 2 Bunk Bed Room dimana satu kamar berkapasitas 6 orang. Kamar ini cocok untuk backpacker yang hanya transit atau mencari penginapan dengan harga terjangkau.



Deluxe Twin Room

Deluxe twin room tentu saja memiliki ruangan yang lebih besar daripada bunk bedroom. Kamar ini dilengkapi dengan dua single bed yang terpisah.

Deluxe Double Room

Deluxe double room menyediakan double bed yaitu tempat tidur berukuran king size untuk dua orang.

Deluxe Superking Room

Deluxe superking room memiliki luas yang sama dengan dua tipe deluxe room lainnya, perbedaannya terletak pada bed superking yang tersedia. Kayaknya kamar ini cocok untuk tamu yang menginap bersama keluarga, misalnya ayah, ibu, dan dua anak.

Suite Double Room

Suite room memiliki ruangan yang lebih luas daripada deluxe. Tapi bednya tipe double atau king size. Wow, pastinya lebih luas donk.

Victoria Suite Room
Ini dia tipe kamar yang paling mewah karena menyediakan mini living room didalamnya.


Room Facilities


Menurut saya, fasilitasnya lengkap banget lho. Apalagi setiap ruangan menyediakan kamar mandi pribadi yang didukung dengan air yang deras, jernih, dan bersih. Oiya, saat pertama kali saya masuk ke salah satu ruangan, agak kaget melihat arang dan kopi bubuk. Kirain buat apaan? Eh ternyata ada keterangan “PENYERAP BAU” di atasnya, hahaha.

Baca juga: Zamzam Hotel Hommy and Friendly


Ternyata bukan hanya saya yang merasa aneh dengan hal tersebut. Beberapa tamu yang akan menginap juga ada yang berpikir pada hal magis, mengingat suasana hotelnya memang klasik ya. Ternyata memang arang dan kopi dapat menyerap bau tak sedap sehigga tanpa wewangian pun kamar hotel akan selalu segar dan tak berbau.

doc. IG @villavictoria.id

Meeting Room

Doc. IG @villavictoria.id


Villa Victoria Boutique Residences juga menyediakan ruang pertemuan yang meskipun mungil tapi juga executive. Dilengkapi dengan lampu yang elegan untuk menghidupkan ambience acara pada malam hari, ruangan ini juga memiliki penerangan alami yang berasal dari sinar matahari pada saat siang.

Berada di lantai dua, Jaya meeting room di Villa Victoria ini berkapasitas kurang lebih 60 orang dengan tempat konsumsi disediakan secara terpisah yaitu di Resto de Colonial.

Traditional Food

Menu yang sempat saya coba dan rasanya nampol banget, semua setuju kalau saya bilang menunya hommy banget
Meskipun tidak berada di tengah kota, namun Villa Victoria juga dekat dengan pusat kuliner dan oleh-oleh Kota Malang. Namun, Villa Victoria juga menyediakan Resto de Colonial dan Pasar Rakyat Café yang dapat menjadi tujuan tamu saat “mager” keluar hotel.


Resto de Colonial adalah restoran bergaya colonial modern yang menyajikan menu kebanggaan khas nusantara. Pengunjung yang datang bisa menikmati makanan sambil mendengarkan alunan music tempo dulu plus penggunaan bahan makanan yang berkualitas dengan menu khas rumahan.


Pasar Rakyat Café adalah tempat yang pas untuk sekedar nongkrong Bersama teman atau kerabat dengan menikmati teh hangat dan jajanan khas tradisional Indonesia.
Doc. IG @villavictoria.id
 Oiya, bicara soal makanan nih, Villa Victoria Boutique Residences juga memberikan welcome snack & drink dengan makanan tradisional. Btw, apakah ada western menu? Tentu saja ada seperti chicken stick misalnya. Tapi wisatawan asing malah lebih menyukai makanan tradisonal kok, habis enak sih serasa berada di rumah, hommy banget. Hehehe.


Selain itu?



Ada kelebihan, tentu saja ada kekurangan. Begitu juga dengan Villa Victoria yang juga ada kekurangannya, yaitu tidak ada kolam renang. Tapi keunikan dan kekhasan yang ditonjolkan dapat menutupi kekurangannya, kan?


Ada juga tamu yang pengin berkunjung ke wisata Bromo daaaan… Villa Victoria ternyata juga melayani open trip ke Bromo. Ya, sayang banget donk kalau kesempatan seperti ini sampai terlewatkan oleh pihak penginapan.

dok. IG @villavictoria.id

Oiya, satu lagi ya teman-teman. Kalau memang kalian ingin reservasi mending pesan secara online aja biar dapat diskon atau bisa juga menghubungi travel agent yang sudah kerjasama dengan hotel ini. Atau kepoin aja Instagram Villa Victoria untuk melihat promo atau tawaran special yang diacak (tidak setiap hari).


Oke deh, itu dia sekilas cerita saya setelah hotel tour ke Villa Victoria Boutique Residence. Kalau ada pertanyaan seputar hotel ini bisa ditulis di kolom komentar atau kalian hubungi langsung ke pihak hotel ya.


Friday, January 04, 2019

Mr. Mac Resto, Fast Food Kekinian di Malang


Kota Malang memang pas banget ya untuk membuka usaha kuliner. Banyaknya tempat wisata di Malang saat ini telah mengundang kehadiran wisatawan lokal maupun mancanegara. Wow banget kan ya? Tak heran jika banyak pengusaha kuliner yang memberanikan diri (bahkan bercita-cita) membuka gerainya di kota bunga ini.

Seperti Minggu (30/12) lalu saat saya diundang oleh resto yang baru saja meresmikan gerainya pada awal bulan yang sama. Adzan berkumandang saat saya akan berangkat menghadiri undangan tersebut dan saya putuskan untuk menunaikan sholat ashar lebih dahulu. Takutnya nanti kesulitan menemukan musholla atau masjid, yak an? Soalnya undangan jam 15.30 WIB.

Ternyata oh ternyata, Mbak Zie kirim pesan kalau di resto tersebut tersedia musholla. Oalaah…. Soalnya jarang banget resto yang menyediakan musholla, pasti nih resto besar deh kok ada mushollanya juga, pikir saya.

Setelah mengendarai sepeda motor selama kurang lebih 45 menit, saya sampai di sebuah resto dua lantai bernama Mr.Mac dengan tagline Nikmatnya Tak Terduga. Hehm… Baca nama dan taglinenya bikin saya makin penasaran deh. Apalagi kedatangan saya juga disambut ramah oleh pegawai yang ada di lantai satu. Mungkin dikira saya mau makan, tapi ternyata akan menghadiri pertemuan yang ada di lantai dua.

Setiba di lantai dua, ternyata teman-teman blogger sudah berkumpul dan makan siang. Hidangannya sepiring menu ayam krispi Mr.Mac. Hehm… kebetulan saya belum makan siang, setelah mengisi daftar presensi saya pun langsung menyantap jatah saya, piring berisi nasi, sepotong ayam, dan segelas es teh. Pandangan saya tak lepas dari dinding yang tidak polos tapi dicat dengan aneka gambar dan tulisan. Menandakan jika Mr. Mac adalah resto kekinian.

Mr. Mac Resto Berawal dari Stand Food Court


Berawal dari sebuah stand berukuran 1,2 x 2 meter di ex. Siswa Food Court, Pak Machrus (pemilik Mr. Mac) memulai perjalanan usaha kulinernya. Pada awalnya Pak Mac – panggilan akrabnya – tak membawa istri dan anaknya karena masih belum ada tempat tinggal permanen. Hal tersebut tidak membuat Pak Mac bersedih tapi malah bersemangat agar suatu saat bisa membawa anak dan istrinya untuk menetap di kota idamannya ini. Berselang satu setengah tahun, Pak Mac berhasil memboyong istri dan anaknya untuk tinggal di Malang sambil mengelola Mr. Mac.

Merasa usahanya ramai, Pak Mac menerima tawaran temannya untuk membuka resto (tentunya tempatnya lebih besar) di Kepanjen-Malang. Ya, pada tahun 2006 lelaki yang pernah bekerja di retoran jepang ini memberanikan diri membuka Mr. Mac Resto di Jl. Kawi 25 Kepanjen. Menurut Pak Mac, saat itu belum banyak restaurant yang menjual ayam krispi sehingga usahanya cukup tersohor. Ditambah ice cone atau sundae yang saat itu hanya dijual di kota besar saja.


Akhirnya pada tahun 2008, Pak Mac membuka cabang kedua Mr. Mac Resto di Jl. Panglima Sudirman Turen yang sampai sekarang pun masih bertahan. Melihat keberhasilan dua cabangnya, Pak Mac tidak menyia-nyiakan waktu dan segera saja membuka cabang di Kota Malang. Sebenarnya sih memiliki usaha kuliner di Malang adalah cita-cita beliau sehingga Pak Mac sangat senang saat bisa membuka cabang di Jl. Cenggerayam 30 Malang.

Ada Apa dengan Mr. Mac?


Saat mendengar namanya, saya beranggapan jika Mr. Mac ini usaha warga asing, hehehe. Ternyata sama seperti kebanyakan orang jika saya salah. Mr. Mac adalah resto milik orang Indonesia asli.

Lalu mengapa namanya Mr. Mac?

Agar mudah diingat. Ya, kata Pak Machrus nama restonya berasal dari nama depannya yaitu Mac. Nah, diberi tambahan “Mr” agar lebih keren. Tahu sendiri kan kalau zaman sekarang orang-orang lebih suka hal berbau modern. Hehehe.

Saat memperhatikan konsumen yang sedang menikmati hidangan Mr. Mac, Pak Machrus mengamati dan memperhatikanya. Ternyata beberapa pelanggan berkata “Hehm… wenak yo” (hehm, nikmat ya). Akhirnya Pak Mac menggunakannya sebagai tagline yaitu “Nikmatnya Tak Terduga”. Wow, bikin penasaran, bukan.

Endrita (kiri) dan Pak Machrus (kanan),,,,,,,,

Mr. Mac Malang memiliki dua lantai yang cukup luas dan dapat menampung sekitar 150 orang. Pas sekali untuk mengadakan acara ulang tahun, syukuran, ataupun rapat bersama karyawan. Tempatnya yang instagramable sangat menarik untuk selfie atau wefie bareng teman, keluarga, ataupun pasangan.

Fasilitas yang disediakan Mr. Mac cukup lengkap lho teman-teman. Mulai dari parkir gratis, musholla, toilet, hingga LCD proyektor bagi yang membutuhkan. Nah, tunggu apa lagi? Kalau teman-teman sedang mencari tempat untuk mengadakan meeting atau sekedar kumpul-kumpul bareng komunitas, bisa banget reservasi di Mr. Mac.

Menu apa saja yang bisa dinikmati di Mr. Mac?


Memang, awalnya Mr. Mac menjual ayam goreng krispi tapi menyesuaikan zaman dan lingkungan dong. Persaingan usaha kuliner di Malang semakin ketat sehingga Mr. Mac juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng, gurami goreng, jamur krispi, sapo tahu, kwetiau goreng, dan menu lainnya yang menggugah selera.

Saat berkunjung ke Mr. Mac Malang saya sempat mencicipi hidangan selain ayam krispi, yaitu Sapo Tahu.

Sapo tahu adalah salah satu makanan yang konon berasal dari Tiongkok. Saya pernah baca jika sapo tahu ini cocok bagi para vegetarian karena bahan-bahannya tidak menggunakan daging atau ikan, melainkan hanya sayur dan rempah-rempah. Benar saja, saat saya mencoba memesannya di Mr.Mac Malang memang tidak ada rasa protein hewani sama sekali.

Sapo tahu di Mr. Mac Malang berisi jamur merang, sawi putih, wortel, dan beberapa sayuran lainnya yang pastinya lebih nikmat jika dimakan saat masih panas ya.

Soal harga, don’t worry karena sangat ramah di kantong. Dengan merogoh kocek 10K hingga 35K teman-teman sudah bisa makan kenyang lho, cocok banget buat anak kos. Cuss deh, mampir ke Mr.Mac Resto yang ada di Jl. Cenggerayam 30 Malang (dekat Masjid AL Hikam).




Sunday, December 23, 2018

Kedai Radin, Kuliner Kekinian di Kepanjen Malang

Assalamualaikum. Apa kabar teman-teman?

Lama juga ya nggak nulis tentang kuliner di warung. Hehehe. Kuliner terakhir ke Queen Apple yang meluncurkan produk baru.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya mampir ke Kedai Radin yang ada di Kepanjen. Wuih, jauh amat dari tempat tinggal saya? Ya, sekitar satu jam perjalanan lah.

Saya penasaran dengan warung makan ini setelah membaca postingan anisae.com dan beberapa ulasan di google. Saya pun mengajak suami dan si kecil untuk memastikan kebenaran ulasan tersebut, hihihi.

Kedai Kuliner Kekinian

Yes, itulah yang ada di benak saya saat sampai di depan Kedai Radin. Tempatnya instagramable banget lho, ada beberapa mural di tembok dan tampak kekinian. Cocok untuk kumpul-kumpul bersama teman dan keluarga.

Baca juga: Pilih Pepes Pindang atau Ikan Kembung?

Lokasi Kedai Radin terbilang strategis karena dekat Pasar Besar Kepanjen dan di pinggir jalan raya. Tepatnya di sebelah selatan Pasar Kepanjen dengan nama Kedai Radin yang terpampang dan jelas terlihat saat siapapun yang melintas.

Selain tempatnya yang kekinian, menu makanannya pun beragam. Penasaran? Sama, saya juga penasaran dan langsung deh pesan makanan.

Bakmi Gila

Sesuai dengan namanya yang unik, rasa bakmi gila juga unik. Pedasnya benar-benar gila, sekali coba langsung ketagihan. Bakmi gila adalah bakmi goreng yang rasanya gurih dan pedas dengan tambahan toping telur dadar, ayam suwir, sosis, timun, tomat. Dimakan tanpa nasi pun bisa kenyang (orang Indonesia banget deh makan mie pakai nasi, hahaha). Saya nggak habis kalau harus makan satu porsi, beneran deh isinya sepiring full.

Ayam Geprek Mozarella


Biasanya ayam geprek disajikan dengan sambal yang pedas dan menggugah selera. Tapi bagaimana rasanya jika ayam geprek diberi toping mozzarella? Pasti sangat lezat donk. Rasa pedas ayam geprek berpadu dengan gurihnya keju mozzarella, ditambah sensasi krispi ayam goreng tepung menjadikan nikmatnya tiada tara. Hahaha… *lebay. Ayam geprek mozzarella di Kedai Radin enak lho, kejunya terasa banget. Sayangnya, daging ayam kurang tebal, hehehe.

Cap Cay


Makanan yang aslinya berasal dari Tiongkok yaitu cap cay juga ada lho di Kedai Radin. Cap cay atau secara harfiah artinya aneka ragam sayuran ini adalah makanan bergizi dan pastinya bermanfaat bagi tubuh. Karena bukan capcay seafood, tidak ada udang atau protein hewani lainnya selain ayam dan telor orak-arik.

Bakso Jamur

Penasaran dengan bakso jamur, saya pun mencobanya. Kaldunya tidak terlalu terasa, ya namanya aja bakso jamur. Hehehe. Isinya mie, pentol, dan siomay goreng. Oiya, mie-nya lembut mirip dengan p** mie. Hihihi.

Monster Delight


Saat melihat gambar Monster Delight di daftar menu, saya kira itu es krim tapi ternyata lebih banyak cream dan topingnya. Rasanya sangat manis dan anak-anak pasti suka. Topingnya ada coco crunch, contong es krim, marsmallow, oreo, dan masih banyak lagi.

Ice Durian Lover

Kalau menu yang ini favorit si ayah. Dia suka banget sama durian dan semua makanan yang mengandung durian. Jadinya ya pesan ice durian yang isinya es krim dengan campuran jelly, irisan strawberry, agar-agar, nata coco, dan santan rasa durian. Semoga saya tidak salah menjabarkan isinya ya, hehehe.

Sambal Gratis Sepuasnya

Anda penggemar sambal? Jangan khawatir, di Kedai Radin bisa ambil sambal sepuasnya. Bermacam-macam sambal bisa dipilih lho, ada sambal pencit, sambal kecap, sambal terasi, sambal bawang, dan masih banyak lagi.

Duh, makan di warung kalau sambalnya bisa ambil sepuasnya itu adalah anugerah terindah, ye kan?

Itu dia beberapa menu yang pernah saya coba di Kedai Radin Kepanjen. Beneran deh, makanannya enak dan bakmi gilanya bikin nagih. Pegawainya juga ramah sehingga betah duduk berlama-lama sambil menikmati wifi gratis yang disediakan Kedai Radin. Aseek.

Kalau kebetulan teman-teman lewat Pasar Kepanjen jangan lupa mampir ke Kedai Radin yang buka 24 jam ini ya.

Monday, December 10, 2018

Sekolah Tinggi Teknologi Bandung Gelar Wisuda


Mendengar kata wisuda apa yang ada di benak teman-teman?

Saat kuliah dulu, saya selalu membayangkan memakai toga ketika wisuda, memakai kebaya dan didampingi ibu. Sampai-sampai ketika tiba saatnya saya harus mengenakan toga, saya hamper tidak bisa tidur semalaman. Rasanya nggak percaya kalau saya sudah akan meninggalkan kampus yang penuh kenangan.

Kira-kira apakah semua wisudawan berpikiran sama seperti saya ya? Atau malah senang karena bisa segera meninggalkan bangku kuliah yang tugasnya seringkali menyita waktu? Hehehe. Macam-macam sih ya, setiap mahasiswa memiliki tujuan dan kesan masing-masing terhadap wisuda.

Seperti kegiatan wisuda yang dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) du Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung, pasti meninggalkan kesan berbeda pada setiap wisudawan. Dilaksanakan pada Sabtu (8/12) kegiatan wisuda ke-13 ini diikuti oleh 183 wisudawan dari dua program studi yaitu 106 orang lulusan Teknik Industri dan 77 orang Teknik Informatika. For your information, STTB telah meluluskan 1.355 orang sarjana, lho.

STTB adalah salah satu perguruan tinggi di Bandung yang dibuka pada Bulan Agustu 1945. STTB mencetak mahasiswa yang berdaya saing dan unggul dibidang teknologi. Tak ayal jika beberapa kali STTB berhasil meraih penghargaan seperti prodk Smart Kitchen System yang berhasil lolos dalam program Calon Perusahaan Pemula Berbasi Teknologi.

Selain itu lulusan STTB juga berprestasi yang dibuktikan dengan kondisi saat ini dimana 13 mahasiswa sedang menjalani program internship di Taiwan, bahkan rata-rata gaji mereka di atas UMR. Untuk prestasi non-akademiknya, mahasiswa STTB juga meraih medali emas, media perak,dan perunggu pada cabang olahraga lari.

Prosesi wisuda berlangsung sejak 07.30 s.d. 13.00 dan dihadiri oleh petinggi dan civitas akademi STTB. Dihadiri oleh Ketua STTB, yaitu Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M. T, wisuda berjalan lancer dan khidmat. Menurut Bapak M. Naseer, STTB adalah perguruan tinngi yang berstandar internasional. Hal ini diperjelas dengan informasi bahwa STTB memiliki 120 dosen pengajar dan rata-rata lulusan STTB telah masuk ke dunia kerja, bahkan sebelum lulus.

Wisudawan terbaik pada tahun ini adalah Iin Indrayani yang berasal dari program studi Informatika dan Srikanti Astuti. Untuk memeriahkan acara, dihadirkan pula paduan suara mahasiswa dan angklung. Menariknya lagi, kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Cyrille SCHWOB, APAC Head of Research and Tekhnologi Development at Airbus yang kantornya ada di Singapura.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MOU antara STTB dengan Bank Sampah Bersinar, PT SLU, PT POS, Hungchi Taiwan, dan PT Pos.

Sebelum acara berakhir, dibacakan juga janji wisudawan, doa, dan ramah tamah.