Tuesday, January 23, 2018

Wisata Hemat Ala Emak Ngirit


Halo Emak super ngirit 😃

Saat anak merengek minta jajan, tega nggak sih membiarkannya? Apalagi jika jajanan yang diminta harganya nggak seberapa. Ya udah kasih aja deh daripada nangis, kan?

Tapi saat anak minta traveling? Apalagi pas tanggal tua, sedangkan masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Gimana? Masih bisakah Anda menolak? Saya sih ragu, bisa nggak ya?

Apalagi jika anak saya yang jarang keluar rumah itu hanya minta ke alun-alun, atau bermain pasir di taman. Nggak mungkin lah saya biarkan dia kecewa dan mengumpat dalam hati “Emak pelit”, huhuhuuuu. Tak ada cara lain, ya harus dituruti.


Tapi kalau minta jalan-jalan ke tempat wisata yang nggak semurah-meriah alun-alun atau taman kota? Tunggu dulu, saya harus berpikir seribu kali untuk mengabulkannya. Itu sih dulu, mikir lamaaa sekali saat anak minta traveling ke tempat wisata yang ada wahananya, bukan hanya bermain pasir dan ayunan.


Baca juga: Alun-alun Malang Bukan Sekedar Tempat Nongkrong

Akhirnya, saya pun memutar otak. Bagaimana caranya bisa mengajak anak berlibur ke tempat wisata tapi nggak bikin kantong bolong. Alhamdulillah, saya pun bisa mengajak anak-anak menikmati berbagai wahana di tempat wisata tanpa harus pusing tujuh keliling setelahnya.

Ngirit bukan berarti pelit, bukan? Ini dia tips wisata hemat ala emak ngirit, *berdasarkan pengalaman.

1. Rencanakan Jauh Hari 


Membuat perencanaan jauh-jauh hari sangat penting dilakukan. Apalagi jika harus ngirit dengan sejumlah pemasukan keuangan bulanan. Sebisa mungkin kita sebagai emak, yang pengen ngirit disetiap suasana, harus bisa mengatur keuangan tersebut.

Cara yang biasa saya lakukan adalah menentukan waktu, kapan akan traveling, dan jumlah budged yang dibutuhkan. Lalu jumlah budget akan saya bagi dengan tenggat waktu pengumpulan dana (hingga hari-H). Ribet ya? Emang. 😀

Baca juga: Hutang Lunas dengan Celengan

Misalnya, saya akan traveling saat holiday, biasanya bulan Juni-Agustus. Setelah saya rinci, saya membutuhkan dana kurang lebih satu juta rupiah. Sekarang bulan Januari, masih ada waktu 5-6 bulan untuk mengumpulkan dana. Nah, berarti per bulan saya harus mengumpulkan uang sekitar 200 ribu.

Dengan merencanakan jauh-jauh hari, Anda nggak perlu risau jika saatnya tiba. Uang belanja juga nggak akan ikut ludes terbawa ke tempat wisata karena sudah ada dana yang kita sisihkan setiap bulan.

2. Datangi Tempat Wisata Terdekat


Tips selanjutnya adalah datangi tempat wisata yang dekat dengan tempat tinggal. Ya, kalau terpaksa nggak ada yang deket banget boleh laah asal nggak sampai keluar kota. Kalau memang terpaksa harus keluar kota, balik lagi pada tips pertama, perencanaan. 😃


Beruntung tempat tinggal saya, Kota Malang adalah tempat yang memiliki bejibun destinasi wisata. Mulai dari park theme, waterboom, hingga tempat wisata yang bernuansa alam dan hutan. Bahkan di dekat rumah saya yang notabene berada di desa juga banyak bermunculan tempat wisata baru, seperti Wisata Hutan Pinus, Bon Pring, dan juga GSS (Gunungsari Sunset).

Oleh karenanya jika ingin ngirit ya kunjungi saja tempat wisata yang dekat tempat tinggal, paling tidak masih berada di dalam kota sehingga dapat menekan pengeluaran dalam hal transportasi. Lebih ngirit lagi jika tempat wisata yang didatangi murah meriah.

3. Jika Ada Supir Pribadi, Kenapa Harus Kendaraan Umum?


Sudah lama sekali saya malas naik angkot alias angkutan umum. Selain sering berhenti menunggu penumpang di beberapa spot juga fasilitas yang kurang menyenangka n seperti asap rokok dari penumpang lain. Apalagi saat ini telah hadir angkutan online yang menawarkan fasilitas lebih baik dengan harga yang tidak jauh berbeda. Ya, kalau dibilang mahal sih enggak juga karena memang layak lah ya. Serasa punya sopir pribadi aja deh. Hehehe

Tapi, sopir pribadi yang saya maksud disini adalah suami. 😂😃. Yup, jika masih ada suami yang bersedia jadi supir kemana pun tujuan kami, maka kendaraan umum akan kami coret dari daftar planning liburan. Saat ini, kemana-mana kami pergi menggunakan sepeda motor karena belum punya mobil. Berhubung anak-anak masih kecil maka kami bisa boncengan berempat, entah dua atau tiga tahun lagi saat si sulung sudah kelas 3 SD, masih muat nggak ya?

Menggunakan kendaraan pribadi adalah tips selanjutnya jika ingin berwisata tapi nggak ‘berat di ongkos’. Alternatif moda transportasi pribadi ini sih bisa digunakan jika berwisata di dalam kota saja. Kalau mau keluar kota, kami memilih transportasi umum lah yaw, bisa-bisa nggak jadi rekreasi karena kecapekan naik sepeda motor berempat, 😜.

4. Bawa Bekal Lebih Baik


Bukan hanya pertimbangan dana yang minim maka harus membawa bekal saat ke tempat wisata, tapi juga aspek kebersihan dan kesehatan juga perlu dipikirkan. Kebetulan suami saya jarang sekali makan di luar, semacam warung ataupun restoran. Kebiasaan ini pun menular kepada saya yang sebelum menikah sering jajan di warung.

Kebiasaan yang tidak buruk ini ternyata dapat dimanfaatkan saat berwisata, daripada membeli makanan yang harganya sudah pasti mahal, mending bawa bekal dari rumah. Anak-anak pun jarang mau makan masakan warung kecuali bakso, mie, atau ayam goreng, selain itu mereka nggak terlalu doyan.

Ternyata, membawa bekal saat mengunjungi tempat wisata bisa membuat irit pengeluaran. Kadang saya merasa ragu membeli makanan di tempat wisata, selain harganya mahal juga rasanya yang kadang kurang pas di lidah. Hanya jika terpaksa saja kami membeli makan di tempat wisata, misalnya saat kami tidak membawa bekal karena alasan tertentu.

5. Perhitungkan Budget yang Tersedia


Tips selanjutnya ini sangat penting, memperhitungkan budget yang tersedia dengan secermat mungkin. Jika perlu tidak hanya dibayangkan tapi juga ditulis dalam sebuah kertas atau notes smartphone. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan pengeluaran yang dapat dilakukan saat berada di tempat wisata.

Namanya emak-emak kalau lihat barang bagus atau lucu pasti mupeng kan, ya? Nah, jika kita tidak memiliki catatan pengeluaran saat berwisata, bisa-bisa pengeluaran lebih dari perkiraan. Jika perlu bawa uang secukupnya sesuai anggaran yang telah ditentukan. Simpan uang cadangan di tempat terpisah, jika perlu tersembunyi atau sulit dijangkau sehingga saat lapar mata Anda masih dapat mempertimbangkannya lebih selektif.

Pernah lho, saya tergiur dengan topi lucu buat anak-anak saat di Jatim Park. Harganya sih nggak terlalu mahal dan membuat saya langsung mencomotnya dan membawanya ke kasir. Saat hendak membayar, saya membuka dompet dan kaget setengah mati karena kosong. Dompet saya yang tidak berbilik itu hanya menampilkan recehan, berharap tiba-tiba muncul "dokkaebi ahjussi" yang membayarkan barang saya.😥

Beruntung saya masih punya persediaan muka, kalaupun malu masih bisa ganti dengan muka yang lain, hahaha. Saya meminta maaf karena tidak jadi membeli barang yang telah dipilih. Untungnya lagi kasirnya baik, kayaknya sih masih PSG atau anak magang gitu deh, jadi nggak berani pasang tampang sewot. Hahaha.

Sesampai di rumah, saya baru ingat jika duitnya tersimpan di kantong belakang tas ransel, yang sedang dibawa suami. Sigh...

6. Patuhi Rencana yang Disusun


Tips terakhir adalah mematuhi rencana yang telah disusun. Apa gunanya membuat perencanaan anggaran sedangkan Anda berbuat “Semau Gue”? Memang, tidak semua yang direncanakan bisa berhasil. Tapi sayang sekali bukan, jika perencanaan yang telah dibuat diabaikan begitu saja.

Jadi, jika ingin berhasil melakukan wisata hemat ala emak ngirit maka Anda harus mematuhi planning yang telah Anda susun sejak jauh-jauh hari. Agar tidak terjadi besar pasak daripada tiang. Anda pun bisa pulang dengan hati dan wajah gembira karena tidak tertekan lantaran uang ludes.

Apa gunanya berwisata jika setelahnya kita bingung atau stress memikirkan pengeluaran yang membengkak. Bukannya untung malah buntung, hihihi





8 comments :

  1. Kalau aku suka explore potensi lokal, siapa tahu ada surga tersembunyi. Lumayanlah buat piknik tipis-tipis. Atau ketika sedang mengunjungi anakku di Malang sekalian jalan2.

    ReplyDelete
  2. Setuju banget sama poin 5, mbak. Namanya perempuan, susah banget klo udah liat barang yang lucu. Pingin aja bawaannya hehe :D

    Kalau menentukan mau main ke mana, ada tips lainnya nggak mbak (selain lokasinya dekat)?

    Saya sama suami sering pingin main, tapi berhubung kami berdua jarang tamasya jadi bingung mau memilih tempat wisata yang seperti apa enaknya

    ReplyDelete
  3. Salutt dech Mbak klu bisa ngirit,,,, jadi berwisatanya jalan tapi kantong tidak bolong.

    Uang tetap ngumpul keluarga pun senang. :)

    ReplyDelete
  4. Setuju bawa bekal..lebih emat dan sehat :)

    ReplyDelete
  5. Wuiiiih, Malang bikin penasaran. Udah lebih dari 10 tahun saya nggak main ke sana. Btw, lapar matanya itu, bikin ngakak. 😅

    ReplyDelete
  6. Mbak Eniiiii dokkaebi ahjussi hahaha, seruu banget itu ������ emang betul ke tempat wisata skrg harus pintar-pintar nahan nafsu belanja ya

    ReplyDelete
  7. Aiiihhh ini yang perlu emak-emak macam kita catat baik-baik yaa... Nti tinggal minta acc suami..hihii

    ReplyDelete
  8. Kalau di Jakarta aku iye banget naik kendaraan umum. Alasannya karena banyak pilihan, jadi gak perlu ngetem lama

    ReplyDelete