Saturday, September 08, 2018

Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Expo 2018: Ajang Pamer Kreativitas Finalis Nasional

Siapa yang tidak mengenal bank Mandiri? Salah satu bank terbesar di Indonesia yang hampir setiap orang tahu. Nah, pada Kamis (6/9) lalu bank Mandiri menyelenggarakan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Expo 2018 yang diikuti lebih dari 90 merek lokal di Mall Olympic Garden (MOG). Acara ini akan berlangsung hingga 9 September 2018.

By the way teman-teman sudah tahu belum apa itu WMM? Ya, Wirausaha Muda Mandiri merupakan salah satu kontribusi Bank Mandiri bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diwujudkan secara berkesinambungan dan fokus pada generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa. Tujuan diadakan WMM tidak lain adalah sebagai upaya membentuk ekosistem yang baik bagi tumbuh kembang wirausahawan di Indonesia.


Pada hari pertama gelaran WMM expo tersebut saya bersama beberapa teman blogger berkesempatan mengunjungi pameran yang diikuti oleh finalis dan alumni WMM yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempromosikan produk serta branding awareness finalis dan alumni WMM agar lebih dikenal oleh masyarakat.
Kunjungan dari Vice President Bank Mandiri Area Malang
Saat itu saya datang bersamaan dengan Vice President Bank Mandiri Area Malang Theresia Pratiwi Hastari yang sedang berkunjung ke WMM Expo 2018. Ibu Theresia tampak sedang mengunjungi beberapa usaha dari finalis WMM dan mendengarkan penjelasan dari pemilik usaha.

Ibu Tari - panggilan  akrab Theresia mengatakan, penyelenggaraan WMM Expo 2018 ini merupakan rangkaian acara Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2018, dimana perseroan akan memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan alumni yang telah merintis usaha serta mampu memberikan nilai tambah kepada masyarakat.


Berikut ini stand Finalis Nasional yang berhasil saya kunjungi.

Sepiak Belitong

 

Stand pertama yang saya kunjungi adalah Sepiak, sentra pakaian batik yang berasal dari Belitung. Bela, owner Sepiak ingin mempromosikan Negeri Laskar Pelangi melalui karya batiknya. Bahan yang digunakan untuk membuat kain batik adalah katun dan sutra dengan motif flora dan fauna. Oiya, untuk pembuatan motif flora Bela menggunakan daun asli melalui sebuah proses – kalau tidak salah daunnya di jiplak gitu ke kainnya.


Batik Sepiak sudah go internasional juga lho dan konsumenya kebanyakan wisatawan luar Belitung. Kalau teman-teman penasaran dengan produk Sepiak bisa cek Instagramnya di @sepiakbelitong ya.

Ravy 26 House

Selanjutnya saya tertarik melihat produk undangan pop up yang unik milik Ravy 26 House. Dilihat sekilas aja produk Ray Abdul Fatah, finalis WMM dari Jakarta ini memang unik. Mulai dari pop up frame, undangan pop up, mahar pop up, hingga souvenir dengan harga terjangkau. Unik dan kreatif sekali,bukan? Cocok sekali untuk kado pernikahan atau anniversary dan menghiasi ruang tamu ya 😍


Ray menjelaskan jika produknya cocok sekali untuk pasangan yang ingin mengabadikan moment istimewanya mulai dari pranikah, menikah, hingga bereluarga. Benar sekali, ada pop up frame saat masih belum menikah lalu undangan nikah yang dibuat pop up juga. Setelah menikah dan punya anak, customer bisa membuat baby pop up frame. Whuaaaaa…. Makin mupeng aja saya pengen bikin. Hehehe

Gunny Creative


Produk kreatif selanjutnya yang tidak kalah menarik adalah Gunny Creative,yaitu produk daur ulang dari kain goni. Apa saja produknya? Ada strap pouch,tas laptop, zipper pouch, hingga tote bag dari kain goni. Hehm… back to nature nih ceritanya.Usaha Gunny Creative ini dimulai sejak tahun 2014 oleh 4 anak muda saat masih SMA. Nah, setelah kuliah di universitas yang sama mereka melanjutkan usahanya, jadilah Gunny Creative. Coba deh kunjungi Instagram @gunnycreative untuk melihat-lihat produk uniknya.

Waida Farm


Pernah tahu ciplukan? Atau pernah mengonsumsinya? Beruntunglah teman-teman yang pernah makan ciplukan karena meskipun rasanya sedikit masam ciplukan mengandung berjuta manfaat lho. Antara lain menyembuhkan penyakit jantung, obat asma, menurunkan tekanan darah tinggi, dan masih banyak yang lain. Nah, ternyata sudah ada yang membudidayakannya lho.

Adalah Waida Farm, kebun komersil ciplukan pertama di Indonesia, tepatnya sih dari Sumedang-Jawa Barat. Jenis ciplukan yang dibudidayakan adalah Golden Berry sehingga menjadi produk Dry Golden Berry – semacam kismis gitu, selai ciplukan,hingga jus segar ciplukan. Wow, pasti segar dan enak kalau ciplukan dengan rasa unik ini diolah.

Teman-teman yang penasaran dengan produknya bisa kepoin akun instagramnya di @waidafarm.

Agro Lestari Merbabu

 

Meskipun saya yakin teman-teman sudah pada tahu apa itu kentang, tapi teman-teman perlu tahu kentang yang bibitnya sudah tersertifikasi. Ya, Agro Lestari Merbabu telah memproduksi bibit kentang GO berkualitas yang telah tersertifikasi oleh Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Kementrian Pertanian.

Agro Lestari Merbabu juga menyediakan kentang sayur berkualitas yang diproduksi oleh para petani kentang di lereng gunung Merbabu. Selain itu Agro Lestari Merbabu juga ingin memajukan petani kentang di Indonesia dengan membuat sebuah program pendanaan dan pembinaan untuk petani kentang dengan system bagi hasil. Yuk kepoin IGnya di @agrolestarimerbabu.

Balon Kado


Sekilas saya heran, kok balon yang berbentuk unik aja bisa masuk finalis WMM ya? Soalnya kan sudah banyak tuh balon huruf kayak gitu di pasaran. Ternyataaa…. Ini bukan sekedar balon ya teman-teman, tapi balon beraneka ragam dalam berbagai macam bentuk produk. Kreatifitas pemilik balon kado adalah bisa memanfaatkan waktu luang mahasiswa di Semarang, mengurangi pengangguran lah ya. Tidak hanya memproduksi aneka jenis balon, Balon Kado juga menjual  kotak kado, perlengkapan pesta ulang tahun, perlengkapan perayaan wisuda, dan perlengkapan perayaan hari jadi. Ceki-ceki produknya di instagramnya yuk di @balonkado

Zend Money


Beralih ke produk digital saya sempat mampir ke both Zend Money yang menawarkan aplikasi cerdas untuk membantu para pahlawan devisa. Jadi para TKI yang ingin mengirimkan uangnya kepada keluarga dan mendapatan bantuan pengelolaan bisa menggunakan aplikasi Zend Money.
Aplikasinya juga mudah digunakan dan dapat diunduh di play store.

Unik ya idenya untuk membantu kehidupan TKI dan keluarganya menjadi lebih baik. Oiya, Pak Bong Defendy sebagai finalis WMM yang membuat Zend Money juga dengan kreatif membuat both sehingga banyak pengunjung yang mampir. Saya dapat kipas setelah main game sederhana, padahal berharap dapat pulsa 50ribu yang akan disumbangkan untuk keluarga TKI. Hehehe

Teman-teman penasaran? Kunjungi aja IGnya @zendmoney ya, ada banyak informasi yang berhubungan dengan TKI lho, informatif deh.

Halo Fina


Produk digital selanjutnya adalah Halo Fina yang sayang aplikasi di play store masih dalam tahap pengembangan. Tapi teman-teman bisa mengunjungi webnya di halofina.com. Apa sih halo fina itu? Saya kira Fina itu nama pemiliknya, eh ternyata Fina=Finansial, hahaha. Halo Fina adalah aplikasi asisten virtual yang dapat membantu keuangan masa depan keluarga menjadi lebih aman dan terjamin.

Jika teman-teman membutuhkan panduan untuk berinvestasi, bisa lho kunjungi webnya untuk berkonsultasi dengan asisten keuangan di Halo Fina.

SyarQ

Produk digital lainnya yang sempat saya kunjungi adalah SyarQ, yaitu fasilitas cicilan syariah. Dengan SyarQ, teman-teman bisa mencicil barang dari berbagai toko online tanpa kartu kredit. SyarQ berbeda dengan solusi cicilan yang berbasis bunga, SyarQ mengimplementasikan akad murabaha, suatu akad jual-beli yang sesuai dengan syariah.

Pengin tahu lebih lanjut? Coba deh kunjungi webnya SyarQ.com dan install aplikasinya

***
Sebenarnya masih ada sejumlah produk kreatif dan inovatif bernuansa milenial ditawarkan kepada pengunjung, seperti Cokelat Klasik (produksi wirausaha muda asal Malang), sepatu pria merek Men’s Republic (Juara WMM kategori kreatif 2015) dan Tenun Samarinda Aemtobe. Targetnya, WMM Expo ini akan dikunjungi sekitar 10.000 orang, dengan transaksi penjualan diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar,-.

Selain produk UKM, WMM Expo ini juga menampilkan program talkshow yang menampilkan pembicara dari Alumni WMM tahun sebelumnya, seperti Florentia J. Sutanto, pengusaha fesyen merek Noonaku Signature (alumni WMM 2016) dan Odi Anindito, pengusaha kuliner Coffee Toffee (Alumni WMM 2011).

Pada tahun ini, program WMM mengkompetisikan beberapa kategori, yakni kategori wirausaha Industri, Perdagangan dan Jasa; wirausaha Kreatif; wirausaha Boga; wirausaha Sosial dan kategori wirausaha Teknologi. Adapun kepesertaan WMM terbagi atas dua kategori, yakni kategori Mahasiswa program SI atau Diploma dan kategori pengusaha muda non-Mahasiswa.

Puncak rangkaian program WMM, yakni pemberian Penghargaan WMM (WMM Award) 2018, akan dilaksanakan pada 15 September 2018 di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Malang. Diharapkan, event ini dapat dihadiri oleh Presiden Joko Widodo bersama para menteri Kabinet Kerja, jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia, pejabat daerah serta lebih dari 1.500 undangan mahasiswa di wilayah Malang dan sekitarnya.

Informasi lebih lanjut terkait program Wirausaha Muda Mandiri dapat dilihat di akun instagram @wrausahamandiri, akun facebook wirausaha muda mandiri dan website www.wirausahamandiri.co.id



1 comment :

  1. Acaranya seru banget ya, kita bisa jumpa dengan berbagai wirausahan muda juga. Apalagi sama produk ciplukannya, zaman sekarang udah susah dicari:)

    ReplyDelete