Saturday, December 01, 2018

Queen Story by Queen Apple Hadir di Kota Malang


Sebagai salah satu kota wisata yang terkenal di Jawa Timur, tempat wisata di Malang hampir selalu dipadati wisatawan terlebih saat weekend atau liburan panjang. Selain tempat wisata, pusat oleh-oleh juga tak pernah sepi. Itulah kenapa banyak sekali oleh-oleh baru diproduksi di Kota Bunga ini.

Adalah Queen Apple, produk oleh-oleh kuliner khas Kota Malang yang menggunakan resep favorit Chef Farah Quinn. Melalui perpaduan buah-buahan lokal dari Malang yang segar dan berkualitas, Queen Apple menjadi oleh-oleh favorit wisatawan.

Teman-teman udah tahu belum kalau penjualan Queen Apple di Kota Malang telah mencapai rata-rata 10 ribu per bulannya, dengan produk unggulan bolu dan straddle.


THINK LIKE A QUEEN, STORY LIKE US


Saat mendapat chat pribadi dari seorang teman blogger untuk menghadiri launching produk oleh-oleh, saya sangat antusias. Panasaran banget sama produknya karena kan saat ini banyak sekali beredar produk oleh-oleh di Kota Malang. Setelah tahu kalau produk yang launching adalah saudaraan sama Queen Apple, makin penasaran donk.

Baca juga: Ini Keripik Oleh-oleh by Andre Taulani

Queen Story adalah terobosan baru dari Queen Apple. Camilan dengan bahan baku buah-buahan lokal Malang Raya yang hadir dengan ukuran dan harga yang lebih ekonomis. Tidak jauh berbeda dengan Queen Apple, Queen Story tetap mengandalkan buah-buahan yang dihasilkan dari Malang untuk tetap menjaga kualitas rasa.

Bertempat di Outlet Queen Apple Jl. Kawi Atas No. 23 Malang, saya hadir bersama teman-teman blogger lainnya dan beberapa media online. Dihadiri juga oleh Perwakilan Direksi Queen Apple Group Muhammad Naim, Queen Story akan diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mengikuti trend oleh-oleh saat ini.

Yah, tahu sendiri kan kalau saat ini persaingan ketat sekali dikarenakan banyak produk oleh-oleh yang beredar. Untuk mengatasi kelesuan pasar Queen Apple, tim manajemen membuat tema Queen Story. Berkonsep kue lapis dan straddle, Queen Story menggunakan bahan baku pisang untuk produk struddlenya.

QUEEN STORY

Kira-kira apa ya yang membuat Queen Story lebih unggul dibandingkan produk serupa yang banyak beredar di Malang? Jangan-jangan cuman ikut-ikutan aja, ya kan?

Eits, jangan under estimate dulu donk! Tahu sendiri kan kalau Chef Farah Quinn itu kepiawaiannya sudah tidak perlu di ragukan lagi, dan itu bisa jadi one selling point terkuat mereka lho. Disaat yang lain lebih memilih “kukus” yang dikenal lebih mudah pembuatannya, Queen Story dibuat dengan cara “oven”. Hal inilah yang menjadi pembeda dengan kue kekinian lainnya.

Memang ya, kue lapis yang dioven rasanya lebih kering dan lebih renyah saat masuk ke mulut. Queen Story juga menjadi lebih “beraroma” dibandingkan produk yang di kukus, karena kandungan airnya yang lebih sedikit. Kandungan air yang lebih sedikit ini juga membuat rasa Queen Story menjadi lebih otentik dan asli! Selain itu proses yang dioven menghasikan aroma panggangan yang khas.

STORY VARIANT


Jika kemasan lama memiliki berat bersih 550 gram dengan harga 45rb – 70rb-an, produk baru Queen Story hadir dengan kemasan 450gram dan dipatok harga Rp. 30.000. Queen Story memiliki dua jenis produk dengan berbagai variant rasa, seperti strawberry, grape, matcha & chocolate (untuk kue lapis) dan choco banana, choco cheese, mango, dates, raisins, lime, dan pineapple (untuk strude).

Malang memiliki potensi sangat besar untuk memasarkan produk oleh-oleh. Untuk itu inovasi baru dari Queen Apple diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan produk. Tidak hanya mengandalkan wisatawan yang berkunjung ke Malang, Queen Story ingin merambah warga Malang sebagai konsumennya.

Teman-teman lagi nyari kue untuk jamuan, arisan, atau hajatan? Pilih Queen Story aja, rasa nikmat harga hemat.

0 comments :

Post a Comment