Sabtu, Desember 24, 2016

Citizen Reporter_Eni Rahayu: Jika Mak Kecanduan Menulis [Terbit di Harian Surya Edisi Selasa, 13 Desember 2016]


BIASANYA ibu-ibu doyan memasak, belanja, bersolek, atau makan. Bukankah pekerjaan seorang ibu itu segunung. Sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi. Mana ada waktu untuk menulis? 
Nah, itulah uniknya seorang ibu. Lebih-lebih para ibu yang dengan sadar dan mimpi besar bisa menulis dan bergabung dalam Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) di jejaring sosial Facebook.
Meski awalnya tidak semua anggota grup IIDN suka menulis, tetapi atmosfer yang begitu kuat akan mendorong siapapun yang berada di komunitas ini untuk suka menulis, berlatih menulis, dan ingin menjadi penulis.    
Belajar itu bisa oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Hal itulah yang dilakukan oleh para emak, sebutan ibu-ibu di grup IIDN ini. Mereka berbagi ide menulis, berbagi edukasi, saling mengoreksi tulisan satu sama lain untuk menghasilkan karya dan mewujudkan mimpi jadi penulis.
Adalah Indari Mastuti, pendiri IIDN, biasa disapa teteh Indari, penulis 60 judul buku ini memiliki banyak pengalaman dalam hal kepenulisan. Perempuan kelahiran Bandung itu merangkul ibu rumah tangga untuk bisa mandiri dengan bergabung melalui grup yang ia dirikan.
Pelatihan-pelatihan pun digelar dalam dan luar jaringan (daring - luring).  Selain itu, para emak bisa mengunggah tulisan di situs emakpintar.asia yang juga dibuat teteh Indari.
Walhasil, komunitas ini mampu menumbuhkan kecintaan menulis. Melalui kegiatan menulis, ibu-ibu di seluruh dunia khususnya Indonesia, dapat berbagi pengalaman. Diharapkan setelah mengerti penulisan dengan baik, anggota IIDN dapat menjadikan menulis sebagai profesi yang menghasilkan.
Dengan demikian, ibu rumah tangga dapat mandiri sesuai harapan penggagas komunitas IIDN. Menjadi penulis yang bisa tetap mendampingi dan membersamai perkembangan anak tanpa harus keluar rumah.
Malang, 2016

0 komentar :

Posting Komentar