Kamis, Februari 09, 2017

5 Alasan Hutang Bertambah

Alhamdulillah, akhirnya dapat kesempatan bertemu inspirator hebat, pendiri grup Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN), siapa lagi kalau bukan Indari Mastuti. Hadir juga Yuli Andayani, Kapten EPJ Malang. Luar biasa rasanya, karena bisa juga kopdar dengan emak-emak hebat dari jaringan Emak Pintar Jatim Malang (EPJ Malang).


Emak-emak blogger pasti sudah banyak yang tahu, siapa Teteh Indari Mastuti? Pendiri komunitas yang mampu menumbuhkan kecintaan menulis di kalangan wanita di seluruh Indonesia. Harapannya jika wanita kecanduan menulis maka bisa berpenghasilan melalui profesi tersebut. Sehingga lebih mandiri dan  bisa tetap mendampingi dan membersamai perkembangan anak tanpa harus keluar rumah.



Melalui kegiatan Belajar sambil Kopdar Emak Pintar, Minggu, 5 Februari 2017 di Rumah Makan Ayam Pakuan Malang tersebut, peserta yang hadir dapat saling mengenalkan bisnisnya dan mendapatkan banyak pengetahuan tentang mengatur keuangan bisnis agar lebih baik. Mengusung tema tentang cara melunasi hutang melalui “Hutang Bukan Untuk Dipikirin” dan “Dengan Celengan Utang Lunas”, para peserta sangat antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir.


Berikut rangkuman materinya.

Sembilan dari sepuluh orang pasti pernah berhutang. Ada banyak alasan mengapa orang memutuskan untuk berhutang. Berhutang kerapkali dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup lantaran lebih cepat dan dianggap sebagai jalan pintas. Namun untuk melunasinya, masih banyak yang berpikir bagaimana caranya? Kata ibu Yuli Andayani, hutang bukan untuk dipikirin tapi dilunasi. Nah, menurut beliau berikut lima alasan hutang bertambah yang sering muncul.

Iri hati
Ada seorang ibu rumah tangga yang punya suami dengan pendapatan pas-pasan, saat orang lain beli mobil, dia pengen beli juga padahal rumah tidak punya garasi. Ada orang beli kulkas, eh dia ikutan padahal di rumahya masih ada kulkas. Pernah sampai kurus banget karena nggak bisa beli mobil lantaran tetangganya beli mobil baru. Naudzubillah ya. Jika seseorang dihinggapi iri hati, kemungkinan besar akan berhutang untuk memenuhi keinginannya.


Penampilan
Saat melihat teman berpenampilan lebih kece, pastinya Anda ingin tampil kece juga kan? Jika itu yang terjadi maka Anda akan melakukan apapun untuk berpenampilan menarik seperti halnya lingkungan Anda. Hal ini bisa menyebabkan hutang  Kita harus mengubah mindset bahwa penampilan bukanlah segalanya. Kebanyakan orang berpenampilan menarik untuk meningkatkan prestise. Jika tidak ada uang untuk mendapatkan penampilan yang mewah maka orang akan terdorong untuk berhutang.


Mengikuti kata hati
Saat berjalan-jalan di mall, misalnya. Emak-emak cenderung lapar mata dan ketika kita mengikuti kata hati maka akan membeli barang-barang yang disukai dan tidak melihat apakah dompet cukup atau tidak. Berhentilah membeli barang sekedar mengikuti kata hati. Kalau tidak perlu, mending gak usah pergi ke tempat perbelanjaan deh. Sebab, itu adalah tempat dimana hutang anda bermula. Membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan adalah asal muasal Anda berani berhutang.





Kurang Prioritas
Kurang bisa menentukan prioritas dalam merencanakan pengeluaran sehari-hari juga dapat menjadi penyebab hutang bertambah. Misalnya saat sales datang ke rumah menawarkan barang yang membuat Anda tertarik, tanpa berpikir panjang Anda langsung membelinya. Padahal masih ada pengeluaran lain yang harus diprioritaskan, membayar uang sekolah anak misalnya. Jika terjadi kekurangan anggaran karena salah prioritas maka terpaksa hutang bertambah.


Meremehkan hutang
Seberapapun jumlah hutang Anda, jangan pernah meremehkannya. Meskipun hutang sedikit tapi kalau tidak segera dilunasi maka akan menjadi bukit. Hutang tidak boleh diremehkan, meskipun tidak ditagih kita wajib membayarnya. Kalaupun di dunia kita tidak bisa melunasinya, maka di akhirat akan ditagih juga dengan amal kebaikan yang kita lakukan semasa hidup. Pilih mana?


Lalu, bagaimana untuk meminimalisir hutang yang kita miliki?
  1. Jangan dipikirkan terus. Akui bahwa Anda punya hutang, jangan mengelak. Dengan begitu Anda akan berpikir untuk segera melunasinya.
  2. Bayar dengan cara menanamkan sifat rajin mendapatkan penghasilan lebh untuk melunasi hutang Anda
  3. Menjadi berani. Jika ingin penghasilan Anda lebih dari biasanya, beranilah untuk melakukan maneuver-manuver untuk berubah. Kalau biasanya Anda malu untuk menawarkan barang dagangan, mulai sekarang beranilah untuk mendapatkan closing (penjualan) setiap hari.
  4. Bayar hutang dengan sistematis. Tentukan apakah Anda akan membayar mulai dari yang terkecil atau terbesar. Dengan begitu hutang Anda akan segera lunas satu per satu. Atau coba deh lunasi hutang dengan celengan, yaitu menabung di celengan yang tujuannya untuk melunasi hutang jika target nominal telah tercapai.
  5. “Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah, bertambah, bertambah…“ petikan HR. At Tirmidzi sudah sangat jelas bahwa jika ingin harta Anda bertambah, maka bersedekahlah. Tidak perlu menunggu punya banyak uang untuk bersedekah. Dengan harapan ketika kita melapangkan kesempitan saudara kita maka Allah akan senantiasa memberikan pertolongan.

Anda punya hutang? Yuk, segera dilunasi.


" Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari Kiamat) karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham." (Shahih, HR. Ibnu Majah 2414)

Materi kedua “Dengan Celengan Hutang Lunas” saya bahas disini ya.

1 komentar :