Wednesday, December 20, 2017

Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner


Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner - Tak terasa ya Dear, kita sudah di penghujung tahun. Kayaknya baru kemarin deh saya memajang kalender 2017 di dinding kamar, soalnya masih tampak bagus sih, hihihi. Ngomongin akhir tahun nih, sudah punya planning apa untuk menyambut tahun baru? Saya sih nggak pernah merayakan tahun baru jadi nggak punya rencana apa-apa, biasanya saya dan suami nonton film di tv (sering diputar film baru sih, 😂😂).

Karena sudah berada di Bulan Desember, akhir tahun nih, kalian sudah bikin resolusi untuk tahun 2018? Apa? Belum? 😁😁 saya juga baru aja mau bikin. Setelah saya ingat-ingat tahun 2016 akhir saya belum bikin resolusi apapun, pantesan hidup saya seperti tak terarah dan sesuai banget dengan quotes ini!
Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner

😂😂😂 Jangan ngakak ya kalau kamu yang baca tulisan saya juga mengalami hal yang sama. Parah! Saya sih nggak mau bikin resolusi tahunan asal-asalan dan hanya nyontek sana-sini tapi hasilnya nihil. Ya udah, akhirnya saya nggak bikin resolusi. #alasan

Kilas Balik Tahun 2017

Okey, tahun ini saya bertekad membuat resolusi untuk tahun depan yang dasyat, luar biasa, spektakuler, dan fantastis. Hohoho! Tapi sebelum itu saya ingin kilas balik dulu pencapaian saya di tahun 2017, tahun yang membawa saya menemukan passion yang telah saya cari sekian lamanya. Menulis.

Akhir tahun 2016, saya bergabung dengan grup kece, IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis) di facebook. Grup yang mayoritas anggotanya ibu-ibu ini memberikan booster semangat untuk bisa menulis. Bagaimana tidak, saya yang minder karena baru bisa menulis jadi semangat dan pe-de abis setelah membaca karya ibu-ibu lainya. Keren banget deh pokoknya grup ini.

Lalu, saya iseng mengikuti lomba yang diadakan Indsript Creative (info lomba saya tahu dari grup IIDN) yaitu lomba menulis Bangga Menjadi Ibu. Alhamdulillah meskipun tidak juara, saya menjadi salah satu dari 99 peserta yang naskahnya dibukukan ke dalam antologi Bangga Menjadi Ibu. Inilah tulisan pertama saya yang dibukukan dan saya pun makin semangat.

Selanjutnya saya tergiur dengan training online yang diadakan Indscript Creative, training pertama yang saya ikuti kala itu adalah jebol media yang dimentori langsung oleh Indari Mastuti. Berawal dari training ini saya mencoba kirim tulisan ke Harian Surya (karena hanya Harian Surya yang saya baca setiap hari di kantor, jadi memutuskan kirim ke Koran ini, hehe) berupa liputan dan dimuat di bagian Citizen Reporter.
Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
beberapa karya saya di Harian Surya yang ternyata menjadi portofolio sehingga saya bisa menjadi mentor dalam training online di Joeragan Artikel
Saat pertama kali tulisan saya dimuat di media cetak dan dibaca orang, rasanya luar biasa banget dan nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Saya pun ketagihan mengirimkan liputan ke Harian Surya dan semangat menulis saya semakin melambung. Hingga tersadar jika ternyata tulisan saya yang dimuat di media massa adalah portofolio yang mengantarkan saya menjadi mentor training liputan di Joeragan Artikel, agensi kepenulisan online.

Tak hanya itu, sejak antologi pertama saya, Bangga Menjadi Ibu diterbitkan oleh Bitread Publishing, saya juga sedang membangun sebuah blog personal yang sekarang sudah berumur satu tahun. Saya tak menyangka jika melalui blog tersebut bisa berpenghasilan. Meskipun niatan awal hanya ingin berbagi informasi melalui blog, jika ternyata bisa menghasilkan rupiah, why not?

Namun begitu, menulis tak hanya mengalihkan penatnya pikiran karena berbagai masalah yang mendera, tapi juga bisa membantu menyetabilkan ekonomi keluarga, 😍😍. Semakin hari saya pun semakin menikmati aktivitas bermain kata di depan layar laptop. Meskipun job menulis bertumpuk-tumpuk, harus lembur dan begadang, saya sangat menikmati setiap detik prosesnya.

Saya simpulkan jika menulis adalah passion saya, pekerjaan yang tidak pernah membuat saya bosan, pusing, ataupun lelah. Menulis malah membuat saya bahagia.

Resolusiku 2018, Berawal dari Passion

Setelah tahu bahwa menulis adalah passion, maka saya putuskan untuk menekuni bidang ini. Ternyata kata-kata “fokus pada satu hal akan membawa hasil yang besar” benar adanya. Jika ditekuni, menulis bisa menghasilkan rupiah yang bisa kita gunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan tidak hanya rupiah, dollar juga bisa kita dapatkan saat kita fokus menulis.

Lalu, bagaimana menulis bisa menghasilkan uang? Beberapa orang menanyakan hal itu saat saya bercerita bahwa menulis adalah hobi yang dapat menghasilkan uang. Banyak lho, apalagi jika kita sudah punya branding. Kalau saya mah belum punya branding, tapi Alhamdulillah saya tergabung ke dalam beberapa grup tentang menulis seperti IIDN, Blogger Perempuan, Emak-emak Blogger, Komunitas Blogger Malang Citizen, dan juga grup alumni Joeragan Artikel.

Baca Juga: Meraup Dolar bersama @Joeragan Artikel

Melalui grup kepenulisan tersebut saya bisa mengumpulkan recehan untuk modal usaha, selain suntikan semangat tiada henti. Berawal dari passion inilah saya ingin membuat resolusi untuk tahun 2018 yaitu menjadi Mompreneur yang Visoner.

Apa itu Mompreneur Visioner?

Mompreneur berasal dari kata Mommy (ibu) dan Enterpreneur (wirausaha) yang berarti ibu yang menjalankan bisnis atau berwirausaha namun tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Visioner berarti selalu berfikir ke depan. Jadi, saya ingin di tahun 2018 nanti saya bisa menjalankan bisnis tanpa harus meninggalkan tugas utama saya sebagai ibu rumah tangga dan berfikir ke depan.
Apa sih yang harus dipikirkan? Apakah memikirkan sesuatu di depan saya? Hehehe… Bukan! Sebagai mompreneur yang visioner saya harus memiliki visi dan misi yang jelas. Visioner berarti memiliki pandangan ke depan akan segala tantangan dan resiko yang akan hadir dalam berwirausaha.

Sudah Mantapkah Saya Menjadi Mompreneur?

Profesi saya sekarang adalah pegawai tata usaha di sebuah madrasah swasta. Hampir enam tahun saya menggeluti bidang tata usaha untuk mengaplikasikan ilmu dari bangku kuliah, as you know, saya adalah sarjana administrasi pendidikan (tata usaha sekolah). Selama enam tahun itu pula saya pergi pagi hingga siang dan meninggalkan anak-anak dalam pengasuhan suami. Kebetulan suami saya seorang petani jamur tiram atau wirausahawan.

Lalu jika ditanya apakah saya yakin akan meninggalkan pekerjaan saat ini dan menjalani hari-hari sebagai mompreneur? Yes, sangat yakin! Saya yakin bisa keluar dari zona nyaman dan fokus menjadi mompreneur meskipun beberapa hal berikut ini harus saya hadapi, yaitu berkorban energi, pikiran, kesabaran, dan waktu untuk mengelola usaha yang saya jalani. Meskipun sebenarnya pengorbanan tersebut sudah ada ketika saya bekerja di kantor namun saat menjadi mompreneur bisa jadi pengorbanan harus lebih ekstra, apalagi usaha baru saja berjalan.

Kesibukan bertambah karena selain harus mengurus anak juga mengelola bisnis. Jika saat bekerja saya hanya fokus kepada pekerjaan di kantor, ketika memutuskan menjadi mompreneur bukan tidak mungkin kesibukan akan bentrok antara mengurus anak dan bisnis.

Saya Ingin Menjadi Mompreneur Karena…

Saya pernah melakukan beberapa survey alasan orang-orang resign dari pekerjaan, diantaranya karena ribut sama bos, tidak cocok dengan teman kantor, ataupun bosan. Tapi tidak dengan saya yang menganggap orang-orang di tempat kerja sebagai keluarga. Kami sudah dekat satu sama lain, tertawa dan menangis bersama, pokoknya berat sekali jika harus berpisah dengan mereka.

Saya punya alasan lain yang membuat hati saya mantap untuk menjadi mompreneur, apa sajakah itu?

Ingin Lebih Dekat dengan Anak dan Suami

Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
Bisa selalu bersama anak & suami adalah dambaan saya

Alasan pertama ini banyak diutarakan oleh ibu-ibu karena sejatinya seorang ibu pasti ingin dekat dengan keluarga. Namun alasan tertentu kadang mengharuskan seorang ibu harus bekerja di luar rumah bahkan jauh dari keluarga untuk sekedar bertahan hidup, agar bisa membantu ekonomi keluarga. Ah, intinya kalau jadi mompreneur tuh enaknya bisa dekat dengan anak karena setiap hari bisa bertemu mereka di sela-sela mengelola bisnis.

Bekerja Sesuai Passion

Seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya jika menulis adalah passion saya. Bekerja sesuai passion itu sangat menyenangkan, ada yang mau menyangkal? Passion itu yang seperti apa sih? Ya sesuatu yang jika dikerjakan tidak pernah membuatmu mengeluh, kamu melakukannya dengan senang hati, dan yang pasti melakukan passion itu bisa bikin hati bahagia.

Setelah sadar jika menulis bisa menghasilkan uang, kenapa tidak menjadikan passion tersebut sebagai profesi? Saya pun memutuskan menjadi mompreneur di bidang kepenulisan. Misalnya dengan memonitize blog, menjadi mentor dalam training kepenulisan online yang telah saya lakukan beberapa kali di agen kepenulisan Joeragan Artikel, ataupun menjadi kontributor dalam beberapa media online.

Membantu Menopang Ekonomi Keluarga

Bagi saya menikah itu merasakan susah dan senang bersama suami meskipun tanggung jawab sepenuhnya ada ditangan suami. Bisa menghasilkan uang sendiri bukan berarti saya tidak boleh merengek minta uang belanja pada suami. Bisa mencari uang sendiri saya anggap sebagai karunia dan berkah dari Allah SWT sehingga saya bisa menyisihkan uang untuk menabung.

Bisa menabung bukan berarti saya tidak butuh suami toh? Saya akan tetap membutuhkannya, tapi alhamdulillah kami bisa berjalan bersama menapaki lika-liku mahligai pernikahan dengan saling menopang. Bukankah menikah berarti saling melengkapi? So, dengan menjadi mompreneur saya bisa membantu suami agar kehidupan kami tetap bisa berjalan sesuai takdirNya. Amiin

Mandiri Secara Finansial

Mandiri secara finansial berarti saya mampu berpenghasilan sendiri sehingga tidak bergantung pada suami dalam keinginan membeli peralatan rumah tangga atau suatu barang tertentu. “Tidak bergantung” bukan berarti saya tidak membutuhkannya. Namun, kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi suatu hari nanti, meskipun dalam setiap sujud kita pasti berdoa agar selalu sehat.

Alangkah baiknya jika mempersiakan diri sebelum sesuatu buruk terjadi? Naudzubillah ya...
Terlepas dari segala kemungkinan-kemungkinan yang ada di pikiran, mandiri secara finansial termasuk bonus yang akan saya dapatkan jika menjadi mompreneur. Bonus rezeki lebih yang saya dapatkan ketika bisa membersamai tumbuh kembang anak sambil mengelola bisnis.

Bebas Berlibur Kapan Saja 

Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
bahagia itu bisa berlibur kapan saja bersama anak dan suami tercinta

Coba ngacung! Siapa yang nggak pengen bisa berlibur sesuka hati? Hahaha. Kayaknya tangan saya yang ngacung paling tinggi deh. Pasalnya selama ini saya harus menahan diri untuk nggak bisa traveling sesuka hati, kalau nggak liburan yang nggak bisa traveling. So, menjadi mompreneur sukses adalah target saya di tahun 2018 agar bisa berlibur sesuka hati bersama my little family, tentunya dengan planning yang matang ya.

Persiapan Menjadi Mompreneur yang Visioner

Setelah dipikir-pikir menjadi mompreneur tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, banyak tantangan yang harus dihadapi. Tapi saya tetap yakin untuk resign dari pekerjaan kantor dan menjadi mompreneur, untuk itu saya menyiapkan beberapa strategi atau planning yang akan saya terapkan untuk menjadi mompreneur yang visioner.

Manajemen Waktu

Memperbaiki manajemen waktu adalah target utama yang akan saya kelola dengan baik. Kenapa? Setelah saya evaluasi, manajemen waktu saya sangat buruk. Saya akan merombak secara besar-besaran aktivitas saya di rumah dengan memaksimalkan manajemen waktu, yakni membuat to do list, disiplin dan konsisten, membuat prioritas pekerjaan, mengupdate waktu pekerjaan, dan lebih fleksibel dalam melakukan segala aktivitas.

Manajemen Keuangan

Selain manajemen waktu, hal yang paling krusial untuk beralih profesi sebagai mompreneur adalah manajemen keuangan. Bagaimana tidak? Jika uang kas usaha selalu bobol untuk konsumsi harian, masih mungkinkah usaha yang dijalankan bisa berhasil? Nah, hal inilah yang akan menjadi perhatian nomor dua setelah manajemen waktu. Saya harus bisa memisahkan uang usaha dengan konsumsi rumah tangga agar usaha yang dijalankan bisa menghasilkan untung maksimal.

Komunikasi

Berikutnya adalah menjalin komunikasi yang baik dengan suami dan keluarga lain. Bukan berarti komunikasi selama ini kurang baik, tapi untuk resign dari pekerjaan saya harus dapat meyakinkan suami bahwa saya mampu menjadi mompreneur. Saya juga harus bisa meyakinkan kedua mertua (yang tinggal bersama kami) jika resign dari kantor adalah sebuah pilihan yang harus saya jalani
demi menjadi mompreneur.

Baca juga: Berbicara Tanpa Berpikir

Bisa jadi mereka menentang keputusan saya, terlebih orang tua kandung yang telah membesarkan dan menyekolahkan saya hingga sarjana. Namun, dengan tekad dan niat yang kuat, serta komunikasi yang baik insyaallah saya dapat meyakinkan mereka semua. Amiin

Memilih Usaha Sesuai Passion

Tentu saja persiapan matang sudah saya lakukan untuk resign dari pekerjaan saat ini, pegawai tata usaha. Jujur saja, saya berani memikirkan resign karena saya sudah mempunyai persiapan tentang apa yang akan saya lakukan setelahnya. Saya punya toko alat tulis yang telah berjalan selama 3 tahun dan melalui freelance writing saya juga dapat menghasilkan uang. Dengan memiliki usaha sesuai passion, saya bisa lebih mudah menjadi mompreneur karena dapat mengelolanya dengan senang hati sembari membersamai tumbuh kemb  ang anak-anak.

Baca juga: Ngeblog Bikin Hidup Lebih Hidup

Selalu Menjaga Semangat kerja

Menjaga semangat kerja memang tidak mudah tapi tetap harus diusahakan apalagi jika menjadi mompreneur. Tidak seperti bekerja di kantor yang bisa bertemu orang berbeda setiap hari, bekerja di rumah tentu saja akan mendatangkan kebosanan. Namun, hal tersebut bukanlah masalah besar, saya akan berusaha mengatasinya dengan berjalan-jalan santai di sekitar rumah bersama anak-anak, berkunjung ke rumah teman atau saudara, atau traveling murah ke tempat yang dapat kami jangkau dengan mudah. Insyaallah kebosanan akan sirna.

Selain itu, semangat kerja akan selalu hadir jika tubuh dan stamina juga kuat. Maka saya selalu menjaga kesehatan dengan memberikan asupan bergizi untuk tubuh, seperti rutin mengonsumsi buah dan sayur, serta selalu minum air putih lebih dari cukup. Tak lupa olahraga teratur bersama anak-anak dan suami, bukan cuma saya lho yang harus sehat melainkan seluruh anggota keluarga.



Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
menjadi mentor sebuah training membutuhkan stamina yang prima agar bisa konsentrasi, untung ada Theragran-M


Saking senangnya menulis, jika kebetulan banyak job (amiin)  terkadang saya malas ke pasar untuk membeli buah-buahan. Nah, agar tubuh tak kekurangan vitamin dan mineral saya selalu sedia Theragran-M. Saya mengenal Theragran-M setahun yang lalu dan bersyukur sekali, ternyata multivitamin-mineral ini cocok untuk seseorang yang membutuhkan dukungan daya tahan tubuh maksimal.

Resolusiku 2018, Menjadi Mompreneur yang Visioner
kandungan vitamin dan mineral pada Theragran-M dapat membantu memelihara daya tahan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan setelah sakit


Penurunan daya tahan tubuh bisa menyebabkan berbagai penyakit, maka biasanya saya mengonsumsi Theragran-M yang telah diresepkan oleh para dokter sejak tahun 1976 ini. Dibuat oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk., tablet salut gula ini halal kok, buktinya ada logo halal MUI di pojok kanan atas kemasan. Satu strip berisi 4 tablet, produk ini dapat diminum 1 tablet sehari setelah makan atau sesuai anjuran dokter.
Tubuh sehat awal dari mencapai kesuksesan, ingin jadi mompreneur visioner ya harus selalu sehat. Jika perlu konsumsi Thragran-M Multivitamin dan Mineral saat membutuhkan stamina yang oke.

Itulah resolusiku tahun 2018, menjadi mompreneur yang visioner. Sekarang sih saya masih tahap persiapan untuk resign dan berharap tahun 2018 akhir nanti saya telah menjadi mompreneur sukses. Amiin. Tunggu kisah saya setelah resign dan beberapa perjalanan saya menjadi mompreneur ya!
Kalau kamu? Apa resolusimu di tahun 2018? Yuk, sharing di kolom komentar! Terima Kasih.

84 comments :

  1. Resign dan menjadi mompreneur, tentu merupakan sebuah keputusan besar dalam hidup ya, Mbak. Semoga resolusinya bisa tercapai, bahagia seluruh keluarga, aamiin.
    Sehat-sehat selalu ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  2. Woow..keren resolusinya Bun.Memang jaman sekarang kbanyakan ibu2 menjadi mompreuneur biar bisa bareng anak2 dan keluarga.Semoga terwujud yaa, mengamini cita2nya.

    Aku resolusi 2018 tambah bahagia lahir dan batin ;)

    ReplyDelete
  3. semoga resolusinya terwujud mba... dan selalu diberi kesehatan...

    ReplyDelete
  4. Keren, mentor penulisan juga. Semoga berkah kedepannya yaa mbaa

    ReplyDelete
  5. Keren banget mbaakk. Mandiri secara finansial itu jg keinginanku jd bisa support finansial ortu jg supaya hiduo mereka enak di masa tua, walu mereka gak minta sih...
    Semoga semua resolusinya tercapai ya mbak aamin

    ReplyDelete
  6. Mantap Mba resolusi 2018-nya. Semoga dimudahkan dalam mencapainya ya Mba :)

    ReplyDelete
  7. Gak kerasa 2017 akan habis, 2018 tinggal menghitung.. aku belum menyiapkan resolusi nih.... jadi mompreneur asyik juga nih kyaknya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik mbak, semoga aja ya karena saya juga baru mau mulai

      Delete
  8. Semoga tercapai ya mbak resolusinya untuk menjadi mompreneur. Sebagai perempuan bisa mandiri produktif dan tetap mengurus keluarga itu sesuatu bangey

    ReplyDelete
  9. Wah sesuatu banget kalau sudah yakin mau meninggalkan pekerjaan demi keluarga. Semoga resolusinya tercapai ya mbak :)

    ReplyDelete
  10. Semoga resolusi th 2018 bisa tercapai yaa mba..Aamiin..salut sm emak2 yg berani jd enterpreneur :)

    ReplyDelete
  11. Wow, semoga lancar rencananya... Selamat resign :)

    ReplyDelete
  12. Semangat mba...semoga resolusinya tercapai dan kita selalu diberi kesehatan untuk mewujudkan

    ReplyDelete
  13. Keren bener mbak..udah sering mejeng di koran nih :)

    ReplyDelete
  14. Keren mbak resolusinya, aku kenal IIDN udah lama sih, cuman gak aktif di sana hehehe.

    ReplyDelete
  15. Hm, jadi inget belom bikin whish list untuk tahun depan hahaha... makasih mba Eni, tulisannya membangunkan saya

    ReplyDelete
  16. Bebas liburan kapan saja dan ke mana saja itu memang bikin mupeng banget mbak, karena berbeda dengan pegawai kantoran yang terikat waktu..

    ReplyDelete
  17. Semoga resolusinya terwujud, Mbak .:D Pasti keren banget ketika Mbak jadi mompreneur nanti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin...maksih mbak anisa... mbak anis juga kereen

      Delete
  18. Wah awalnya pasti jadi putusan yang penuh pertimbangan ya, bun. Ketika kita berani keluar dari zona nyaman. Semoga resolusinya dimudahkan ya, bun. Oh ya ngomongin soal passion, sampai sekarang jujur saya masih bingung, apakah saya punya passion menulis atau tidak? Selama ini yang saya tahu, passion saya adalah mengajar dan menjadi seorang pembicara. Saya pun tidak tahu, apakah tulisan saya itu bagus atau tidak. Karena sejak awal saya menulis dan ngeblog hanya ingin berbagi ilmu saja. Semoga saya segera mengetahui ya bun, saya punya passion ga sih di menulis hihihi. Sukses selalu untuk bunda ya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunda nih humble ya...tulisannya bagus gitu masih aja gak pede, haha...

      Delete
  19. Aku udah komen mba, tapi kayaknya ga masuk yah komen ku ^^

    Btw keren banget mba bisa masuk koran hehehe.. tapi sayang harus ada pengorbanan untuk jadi mompreneur dengan cara resign. Semoga bisa terwujud mba. Amin

    ReplyDelete
  20. Wew, dalam setahun banyak banget progres di dunia tulis menulisnya. Duuh jadi minder, aku masih jalan di tempat aja, heuheu

    ReplyDelete
  21. Mantab resolusinya, semoga terlaksana dan berjalan sesuai harapan ya mba.

    ReplyDelete
  22. Bikin resolusi yang sederhana dan realistis adalah salah satu kiat agar bisa merealisasikan resolusi, apalagi jika resolusi kita berkaitan dengan pekerjaan yang kita cintai.

    Good luck dengan resolusinya ya, bunda!


    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak Rosanna, meskipun sebenarnya ada juga rencana untuk memperbaiki yang lain tapi fokus pada satu hal dulu yang lain beriringan, hehe

      Delete
  23. Sangat menginspirasi Mbak, saya kalau sudah nikah juga ingin jadi mompreneur, supaya bisa dekat dengan orang-orang tercinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin,semoga diijabah ya mbak, makasih kunjungannya

      Delete
  24. Keren resolusinya, Mbak. Semua terplanning dengan baik. Semoga bisa tercapai ya.

    ReplyDelete
  25. Resolusinya mantap, semoga tercapai semua ya mbak. Aamiin.

    ReplyDelete
  26. Semoga lancar mbak!Semua yang telah diresolusikan dpt terwujud.

    Kalau saya ingin lebih produktif menulis, lebih serius bisnis, lbh memanage waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. AMiin,makasih mbak Rini semoga sukses jugaya

      Delete
  27. Inshaallah doanya dan keinginan pasti terkabul

    ReplyDelete
  28. Keren pisaaan prestasinya mba..

    ReplyDelete
  29. Semangat untuk resolusinya ya ibu hebat :)

    ReplyDelete
  30. enaknya menjadi mompreneur adalah bisa tetap dekat dengan keluarga ya.. terutama anak2 :)

    ReplyDelete
  31. Wuih resolusinya juaraaaaaa
    Semoga tercapai ya mbak
    Btw, aku yo ngakak baca tulisan dalam foto itu, kok ya berasa ditampol bolak balik hahaaha

    ReplyDelete
  32. Aamiin, semoga terwujud apa yang diimpikan ya mak En. Jangan lupa sama project kita, semoga berkah dan dimudahkan olehNya. Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin... tolong diingatkan ya Mak,jangan bosan kirim alarm buat saya,wkwkwk

      Delete
  33. Kereen.. salut dengan keberanian mbak buat banting setir...

    ReplyDelete
  34. Keren, Mbak. Semoga tercapai resolusinya, ya. Saya udah pernah resign tapi belum punya gambaran tuk jadi mompreneur di bidang kepenulisan :) Suka nulis sih iyes tapi masih bertahap belajarnya. Btw cara gabung di malang citizen gimana ya, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara gabungnya langsung ke web Malang Citizen aja mbak

      Delete
  35. wow resolusinya fokus nih.. hehe resolusiku malah banyak banget.. smg lancar menjadi mompreneurnya ya Mbak

    ReplyDelete
  36. Keren ih kalo suami istri bisa berpenghasilan semua dari rumah. Saya masih harus berjuang mewujudkannya.sukses terus ya mba...

    ReplyDelete
  37. Keputusan yang pasti sdh dipikirkan dengan matang. Smg sukses ya mba

    ReplyDelete
  38. Wah luarbiasa mbaaaa
    Semangaatt
    Bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  39. Jaga kesehatan ya bun, sehat selalu bahagia dan sukses
    aku banget ini, pengen juga jadi mompreneur

    ReplyDelete
  40. wah keren tulisannya dimuat di kora, semoga smua resolusinya tercapai ya mba

    ReplyDelete
  41. Semoga resolusinya tercapai ya mba..apalagi bisa jalan2 tanpa kendala dan tanpa sakit2an..aamiin

    ReplyDelete
  42. Menjaga semangat kerja dgn menjaga kesehatan mmg no 1 ya, supaya semua resolusi bisa dicapaai

    ReplyDelete
  43. Keren tulisannya mbak.. Semoga resolusinya tercapai semua ya..

    ReplyDelete
  44. Wahhh semoga jalan yg dipilih membawa berkah utk mengarungi skligus mewujudkan resolusi tahun 2018 ya mbakk
    Aminnn ya Allah
    Smnangatt

    ReplyDelete
  45. sangat luar biasa sikap yang diambil oleh Mbak, boleh saya bilang " Super Sekali " !!. :)

    sebab banyak orang lebih memilih mencari zona nyaman, termasuk saya,,, hehehe. namun Mbak lebih memilih keluar zona nyaman.... menuju ke Zona Ekonomi Harapan Masa Depan. Semoga Sukses yach Mbak... :)

    ReplyDelete
  46. Yeaaay keren banget resolusinya jadi mompreneur, moga saya juga bisa ngikutin jejaknya ya, mba

    ReplyDelete
  47. Moga resolusinya terwujud di tahun 2018 ya mbaaa,aamiin

    ReplyDelete
  48. Keren banget mbaaak! Contek ah resolusinya hihihi. Semoga berhasil dan terwujud semuanyaa :)

    ReplyDelete
  49. semangat resign mbak, eh jadi mompreneur mbak, rasanay emang nikmat bgt, aku udah dua tahunan ini alhamdulillah, hehe. Semoga resolusinya terwujud ya di tahun ini. Amien

    ReplyDelete