Wednesday, February 21, 2018

Food Combining, Diet Aman untuk Segala Usia



Food Combining, Diet Aman untuk Segala Usia - Saya pernah punya cita-cita yang menurut teman-teman terlalu aneh dan kurang bersyukur, yaitu memiliki tubuh yang langsing dan bisa memakai gaun malam yang seksi. Wkwkwk. Kalau teringat cita-cita yang saya ikrarkan pada kelas satu SMA itu saya tak bisa menahan tawa, pun dengan suami saya yang selalu ngakak setiap kali saya mengingatnya.

Sejak kecil tubuh saya mungil dan mirip anak cacingan. Hingga suatu hari, kakek saya yang sama sekali tidak mengerti tentang kesehatan, memberi saya sebuah vitamin yang katanya bisa membuat badan segar – tentu saja melalui ibu. Saking inginnya ibu melihat anaknya tumbuh seperti anak lainnya, tidak mungil seperti saya, ibu pun percaya pada kakek dan meminumkan vitamin tersebut 3x sehari.

Hasilnya? Tentu saja pertumbuhan saya lebih cepat dari biasanya, saya nggak perlu lagi pergi ke dokter dan dibilang cacingan karena sejak meminum vitamin itu berat badan saya naik drastis dan tak terkendali. Saya yang saat itu masih kelas 6 SD tapi berat badan saya 60 kg, sama sekali belum merasa ada masalah - bagi saya.

Hingga ketika saya masuk usia SMP, barulah merasa malu karena sering diejek teman sebagai guling berjalan. Berbagai cara saya lakukan, mulai dari renang seminggu sekali, jogging setiap hari, dan diet. Karena masih SMP saya nggak ngerti cara diet yang benar hingga saya kena tipus. Ibu pun melarang saya melakukan diet dan tubuh saya kembali melar.

Menginjak kelas satu SMA saya mulai memperhatikan penampilan, maklum saya naksir seorang cowok yang setiap hari satu angkot saat berangkat dan pulang sekolah. Namun, saya tak lagi sembarangan dalam melakukan diet. Selain olahraga saya hanya menjaga pola makan. Saya ingin terlihat seperti gadis normal dengan berat badan normal pula.


Setelah Menikah...


Itulah tadi sedikit curhatan saya tentang berat badan sebelum menikah 😀

Kalau Anda, pernah gak merasa badan gede banget terus pakai baju apa aja nggak muat. Pengen baju yang dipajang di toko-toko itu tapi nggak masuk di badan, sakitnya tuh disini ya? Huhuhuuu.. Tapi itu dulu, saat berat badan saya kelebihan 20 kg. Kelebihan muatan tuh, hahaha.

Bosan dengan kenyataan, saya pun berkali-kali mencoba menguruskan badan. Berbagai cara untuk langsing kugunakan, diet apa aja kulalui dengan tabah. Berharap badan bisa normal seperti cita-cita kebanyakan wanita. Namun hasilnya nihil, kalaupun berhasil turun maka naiknya pun semakin banyak. Putus asa, saya pun membuat tulisan di kamar “Big is Beauty”.


Toh suami juga gak pernah mempermasalahkan berat badan saya. Tapi buat saya itu masalah, hiks 😕. Kadang saya berharap suami bisa mengerti isi hati saya dan memberi semangat kepada saya untuk diet, nyatanya dia selalu bilang, "Aku bisa terima kamu apa adanya kok!" Huft 😎

Bukannya memiliki berat badan ideal, berat badan saya malah lebih dari sebelum saya melakukan diet. Tak hanya itu, saya juga lebih sering sakit-sakitan, seperti migraine, diare, dan yang paling parah wasir. Tahu sendiri kan, betapa sakitnya jika wasir kambuh. Dipakai jalan sakit, duduk tak bisa, tidur pun tak lelap.

Setelah ke dokter juga tidak ada hasil, wasir saya belum juga sembuh total karena jika sembelit maka akan kambuh lagi. Beruntung saat di WAG keluarga sedang membahas pola makan food combining yang katanya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan ada yang berhasil sembuh dari kanker.

Berawal dari keinginan menyembuhkan wasir, saya dapat bonus turun berat badan 10 kg dalam waktu 1 bulan.

Jujur saya nggak berniat menurunkan berat badan, pikiran saya fokus pada keinginan menyembuhkan wasir. Ndilalah, wasir saya sembuh total tanpa operasi dan berat badan saya berangsur normal, eh masih kelebihan dikit ding.

Saya pun menganggap food combining sebagai cara diet yang aman untuk segala usia.

Apa sih Food Combining itu?


Food Combining adalah pola makan yang tidak mengonsumsi karbohidrat dan protein hewani secara bersamaan. Ada juga yang menganggap food combining sebagai pola makan yang memiliki waktu cerna dan daya serap berbeda. Kalau menurut saya pribadi sih, food combining adalah diet sehat tanpa lapar. Hahaha

Selain nggak perlu berlapar-lapar ria untuk menurunkan berat badan, bagi saya menerapkan food combining dalam kehidupan sehari-hari sangatlah mudah. Tinggal ikuti aturannya yang nggak ribet, apa saja itu? Berdasarkan yang saya pahami sih seperti berikut ini.

1. Bangun tidur minum jeniper hangat alias jeruk nipis peras tanpa gula. Fungsinya untuk membersihkan saluran pencernaan dan sekaligus memperkuat liver. Tahu nggak, setiap kali minum jeniper tepat setelah bangun tidur (saat mulut belum kemasukan apa-apa) dapat membersihkan dahak di tenggorokan. Bahkan ketika tidak sedang batuk, saya selalu merasakan ada riak yang tiba-tiba ingin dikeluarkan.


2. Setengah jam setelah minum jeniper hangat, saya lanjutkan dengan minum air putih hangat segelas (kadang juga 500ml, hehehe) dengan begitu tubuh saya fit sepanjang hari. Lalu lanjut makan buah hingga 30 menit sebelum makan siang. Godaannya banyak nih makan buah di pagi hari, iman harus kuat karena pagi adalah waktu memasak sarapan untuk anak-anak.

Untuk mensiasatinya, sebelum memasak saya minum jus satu gelas sehingga tak tergoda untuk mencicipi gorengan yang berakhir dengan ketagihan.

Godaan selanjutnya adalah nyinyiran orang terdekat, entah itu suami, orang tua, saudara, atau teman kantor yang bilang “ih, pagi-pagi kok makan buah, nggak takut perutnya sebah atau melilit” dan biasanya hanya saya jawab dengan “mau?” sambil tersenyum ramah. Nyinyiran pun berlalu bagai angin, heuheu.

3. Makan nasi/karbohidrat dengan protein nabati, sedangkan jika ingin makan protein hewani hanya dengan sayur atau protein nabati saja (tanpa karbo). Ribet? Ah, enggak juga, malah hemat. Kenapa? Sering borong sayuran, hahaha. Kebetulan anak saya yang kedua juga vegetarian alias nggak doyan protein hewan sehingga saya tidak kesulitan memilih menu.

4. Porsi sayur (disarankan sayuran mentah) harus lebih banyak daripada nasi atau lauk-pauknya. Awal-awal menjalankan pola makan food combining saya agak ekstrim, memakan raw food (olahan sayuran mentah) setiap hari, hampir tanpa nasi. Kadang siang, kadang malam. Jadi selama satu bulan saya makan raw food dan mematuhi semua aturannya.

5. Boleh curang tapi harus sadar diri. Hehehe. Ingat, cheating atau melanggar aturan food combining boleh asal tidak terlalu sering karena tubuh akan menyalakan alarm saat kita melakukan cheating terlalu ekstrim. Misalnya seharian tidak makan buah atau makan nasi padang sehari tiga kali. Saya sih menerapkan cheating seminggu sekali, itu pun tetap makan raw food.

Simple kan? Itulah mengapa saya katakan bahwa food combining adalah cara diet yang aman untuk segala usia. Bahkan anak usia tiga tahun pun aman-aman saja menerapkan pola makan sehat food combining jika dilakukan dengan benar dan mempertimbangkan setiap asupan.

Bagaimana? Ingin mencoba food combining? Atau Anda punya tips lain untuk menurunkan berat badan? Yuk, share di komen!

14 comments :

  1. dulu aku sempat food combine mbak.. kalau pagi rutin buah.. ngatur makan juga.. alhamdulillah dari yang kurus sekarang mulai naik berat badannya... heheh

    ReplyDelete
  2. Saya juga pengen balikin badan kayak sebelum nikah, tapi masih ragu mau diet karena masih menyusui, mba. Kalau food combining ini boleh nggak ya untuk busui?

    ReplyDelete
  3. Aku juga FC mbak dibarengi olahraga.. cheating daynya tiap akhir pekan :D FC itu lebih ke lifestyle dan nagtur pola makan aja ya mbak.. jd InsyaAlloh aman.. dan aku tipe orang yg ga bisa lepas 100% dr Karbo mbak ha-ha-ha. Kalo fc kan Masi boleh.

    ReplyDelete
  4. Wah makan sayur mentaaah, apakah aku sanggup? Huhu. Tapi kayaknya ini metode diet yg cocok nih buat sy. Supaya gajih diperut agak kempes hihi

    ReplyDelete
  5. Mbak kalau suami saya pakai semi FC, atau apa namanya yaa.. Tapi dia gak minum jeniper dan makan buah. Cuma ra food dan aturan karbonya ngikut.. Hihihi.. Tapi lumayan, berkurang keluhan, dan bisa 15 kg turun berat badan (2 tahun) ��

    ReplyDelete
  6. Mantab, aku lagi berhenti total nih. Buldep mau mulai lagi. Insyaffc

    ReplyDelete
  7. wuiiihh aku butuh nih mba, tapi apa bisa istiqomah yaah. Secara di kantor itu setiap sore selalu ada cemilan. Klo ga Gorengan yah martabak manis/telor... huhuhu

    ReplyDelete
  8. Akuuuuh lagi banyak cheating, mau benerin lagi ahh. Itu yang poin 1 juga aku banget mak. Kadang gak lama abis jelemperan ada rasa pengen berdehem dan keluar riaknya.

    ReplyDelete
  9. Pas banget nih mbak eni..lagi pengin coba juga

    ReplyDelete
  10. Mau nyoba juga aah, tapi godaannya berat. Baru bisa tahap air lemon di pagi hari sama tidak menggabungkan protein hewani dengan karbo. Kali aja berat badan bisa naik kalau memerapkan FC total.

    ReplyDelete
  11. Saya setahun coba FC mbak Eni, emang badan jadi lebih segaaar yaa. Ini lagi mau teratur lagi hehehe, mulai salah arah kemarin :)))

    ReplyDelete
  12. Baru tahu kalau bisa segala usia. Makasi infonya ya

    ReplyDelete
  13. Saya udah lama tau tentang food combining. Tapi belum pernah mencobanya, Mbak.
    Kalau minum jeruk nipis hangat, saya sudah lakukan dari beberapa tahun yang lalu, memang enak di badan ya...

    ReplyDelete
  14. Aku pengin belajar diet yg nyaman.. Pernah coba yg FC ini tapi cheatingku ga nahan. hahahahaa

    ReplyDelete