Cara Menjadi Freelancer (Blogger) di Era Digital

bundadzakiyyah.com – Adakah teman-teman frelancer yang sama kayak saya? Sudah lama jadi freelancer tapi masih gini-gini aja, belum ada perkembangan yang signifikan. Kalau ada, alhamdulillah berarti bukan hanya saya yang pengin tahu cara menjadi freelancer di era digital ini.

cara-menjadi-freelancer-di-era-digital

Pada postingan saya sebelumnya, Memanfaatkan Blog untuk Menghasilkan Uang, ada blogger yang berhasil beli rumah dari hasil ngeblog. Untuk itu, postingan saya kali ini akan melanjutkan hasil dari workshop bersama Komunitas ISB “Create Opportunities From Blogging” yang diadakan pada Minggu, 5 Mei 2019 di Gerai Indosat Ooredoo Malang.

Nah, udah tahu kan caranya memanfaatkan blog untuk menghasilkan uang? Kalau belum, please deh baca postingan saya sebelumnya. *untung puasa jadi enggak berani marah 😋

Ya sudah, yuk baca dulu tips menjadi freelancer (blogger) di era digital dari Ani Berta, founder Komunitas Indonesian Sosial Blogpreneur.

Tips Menjadi Freelancer di Era Digital


Sebelum sharing tentang tips menjadi freelancer, Ani Berta bertanya kepada peserta apakah ada yang masih bekerja di kantor? Ternyata ada beberapa yang masih menjadi karyawan dan beberapa yang lain adalah freelancer. Saya pun freelancer setelah satu tahun lalu resign dari seorang guru di madrasah swasta.

Freelancer adalah pekerja yang tidak terikat waktu, bisa bekerja paruh waktu, dan bisa mengatur waktunya sendiri.

Nah, alasan saya memilih menjadi freelancer karena bisa mengatur sendiri waktu saya. Sebagai ibu rumah tangga saya ingin membersamai tumbuh kembang anak-anak sekaligus menekuni hobi menulis saya.

Saat masih menjadi karyawan, anak-anak diasuh oleh suami saya yang seorang wirausaha. Hal tersebut membuat anak-anak lebih dekat dengan suami dan saya pun iri. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja di kantor dan menjadi freelance artikel.

cara-menjadi-freelancer-di-era-digital
dok. foto. IG Ani Berta

Tapi saya merasa belum bisa menjadi freelancer sukses seperti Ani Berta yang selain single parent juga berhasil menyekolahkan anaknya di sekolah ternama, Al Ahzar. Selain itu, Teh Ani juga pernah pernah menjadi konsultan dan media monitoring Australian Agency For International Development (AusAID).

Menurut Teh Ani, freelancer itu harus bisa mengatur waktu sehingga waktunya bisa optimal. Seperti wanita yang memiliki akun twitter @BertaMrs ini, melalui kegiatan menulisnya di blog beliau memiliki achievement yang luar biasa hingga bisa keliling Indonesia. Keren kan?

Sebelum menjadi freelancer, kita harus punya persiapan sehingga tidak merasa salah pilih. Tepat sekali saran Teh Ani ya, alhamdulillah saya sudah melakukan persiapan sebelum memutuskan untuk menjadi full time blogger. Tapi kenapa selama satu tahun menjadi freelancer saya merasa belum berhasil mencapai target?

1. Persiapkan Sebaik Mungkin

Menjadi freelancer itu butuh kerja yang serius. Iya, saya juga tahu kalau waktunya bisa fleksibel tapi tetap saja harus ada persiapan matang. Apalagi sekarang zaman milenial lho, kalau kerja asal-asalan (meskipun freelance nih) bisa tergeser arus. Coba tengok ada berapa freelance writer di Indonesia? Kalau enggak ada persiapan mah mending jadi karyawan aja deh daripada nekat jadi freelancer tapi malah menyesal, naudzubillah kan ya?

cara-menjadi-freelancer-di-era-digital


Pastikan tabungan cukup sebelum memutuskan untuk menjadi freelancer. Kenapa? Ya buat jaga-jaga, pendapatan freelancer kan tidak menentu seperti pegawai kantoran, apalagi yang masih pemula. Selain itu freelancer juga harus menggali potensi diri agar bisa survive. Tidak perlu memaksakan diri sebagai beauty blogger jika potensi dirimu ternyata memasak, ya kan?

Lebih baik mengasah kemampuan daripada memaksakan branding diri? Oleh karenanya freelancer tidak boleh cepat puas dan selalu mengasah kemampuan agar semakin kreatif dan inovatif. Misalnya dengan mengikuti workshop online dan ofline, kan sudah banyak yang gratisan tuh.

Sekarang zaman milenial, guys! Udah bukan zamannya terpuruk di rumah dan enggak update ilmu. Belajar bisa online, kemana-mana bisa naik ojek online, semakin mudah lah pokoknya fasilitas.

Mengikuti banyak kegiatan seperti workshop dan seminar juga dapat menambah portofoliomu, selain hasil pekerjaan tentunya. Susunlah portofolio serapi mungkin agar berguna untuk memancing klien dalam mencari peluang pekerjaan.

cara-menjadi-freelancer-di-era-digital
Foto bersama usai acara
Bisa juga mengawali diri menjadi volunteer ya. Teh Ani yang sekarang sukses aja dulu juga pernah menjadi volunteer di banyak media lho. Dari media yang biasa hingga papan atas seperti website KPPAI (Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia), Menurut beliau, mejadi penulis volunteer dapat dijadikan sebagai branding juga.

Teh Ani juga menyarankan untuk tidak terlalu berkutat dengan ponsel saat berada di tempat umum. Namun, jadikan momen tersebut untuk mendapatkan banyak teman. Misalnya saja saat berada di ruang tunggu, Teh Ani lebih senang ngobrol dan menyapa orang lain yang kemudian berlanjut ke pertemanan. Networking bisa menciptakan peluang bagi freelancer lho, ya istilahnya silaturahmi itu mendatangkan rezeki.

Hayo, siapa yang masih sering menatap layar ponsel daripada ngobrol dengan orang disebelahnya? *sayangacungtinggi 🙈 malu euy!

2. Buat Rencana Kerja

Tips kedua untuk menjadi freelancer di era digital adalah membuat rencana kerja. Meskipun freelancer dapat mengatur sendiri waktu kerjanya tapi alangkah baiknya memiliki rencana kerja juga. Hal ini dapat membuat freelancer lebih disiplin dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Nah, Teh Ani juga menentukan jam kerjanya total sehari 8 jam (insyaallah, kalau enggak salah dengar) secara fleksibel ya. Enggak ketat seperti pekerja kantoran.

cara-menjadi-freelancer-di-era-digital
Membuat rencana kerja ala Teh Ani

Sebelum mengajukan proposal ada baiknya pantaskan diri dan gali kemampuan agar menjadi lebih baik sehingga klien lebih mudah mempercayaimu daripada proposal, hehehe. Terus kalau sudah punya rencana jangan pernah berhenti, susunlah strategi lain untuk menentukan rencana jangka panjang dan pendek.

Selain itu freelancer juga harus selalu berinovasi agar berbeda dengan usaha-usaha yang lain. Orang boleh mendirikan usaha yang sama tapi rezeki berbeda. Saya sih percaya hal itu, yang penting selalu berusaha memperbaiki diri, menambah jam terbang sehingga besaran fee yang didapatkan akan mengikuti.

3. Mengatur Waktu dengan Baik

Salah satu kelemahan saya adalah kurang bisa mengatur waktu dengan baik sehingga tips ketiga dari Teh Ani Berta sangat pas sekali. Ya, influencer harus bisa mengatur waktu agar rencana kerja yang telah disusun bisa terlaksana dengan baik.

cara-menjadi-freelancer-di-era-digital
Manajemen waktu influencer dari Ani Berta

Mengatur waktu ini sangat penting sekali ya, jika tidak maka influencer ya gitu-gitu aja (kayak saya) dan sulit mencapai kesuksesan.

Sebenarnya saya sudah membuat jadwal pekerjaan setiap hari, bahkan saya sampai beli time table dan daily activity board. Tapi apa daya, saya masih kurang konsisten dalam menjalankan jadwal yang telah saya susun. So, belum ada progress yang berarti selama saya menjadi influencer.

Begitu juga dengan mengerjakan proyek-proyek menulis, influence writer (blogger misalnya) harus punya skala prioritas sehingga proyeknya bisa selesai tepat waktu. Misalnya nih saat datang ke event, blogger bisa mencatat setiap informasi di aplikasi note di ponsel sehingga memudahkan proses penulisan di blog.

4. Mengatur Keuangan dengan Bijak

Seorang freelancer itu resikonya besar terkait keungan karena tidak menerima penghasilan rutin seperti karyawan. Oleh karenanya keuangan harus dikola dengan bijak. 

cara-menjadi-freelancer-di-era-digital
Menurut Teh Ani, freelancer harus bisa mengelola keuangan dengan baik

Freelancer harus bisa menghindari pemborosan demi terjaminnya masa depan, hehehe. Saran Teh Ani sih buat rekening lebih dari satu untuk memisahkan uang pribadi dengan hasil freelance. Beliau juga menyarankan untuk sedekah secara rutin agar menambah keberkahan. Jangan lupa juga zakat di setiap uang yang kita terima.

Kira-kira berapa persen untuk zakat, untuk konsumsi harian, atau investasi? Nah, hal ini akan dibahas oleh Liswanti Pertiwi dan silahkan lanjut baca ya, hehehe.

5. Memegang Teguh Prinsip Freelancer

Menjadi seorang freelance adalah sebuah pilihan, jadi berhasil tidaknya tergantung pada masing-maing pengambil keputusan. Mau jadi freelance yang biasa-biasa saja atau yang sukses. Ada lho freelance yang penghasilannya lebih dari karyawan. 

Tapi ada prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh saat menjadi freelancer, apa sajakah itu?

cara-menjadi-freelancer-di-era-digital


Freelancer harus jeli melihat peluang karena kan tidak semua pekerjaan dapat dikerjakan secara freelance. Selain itu freelancer harus kerja dua kali lebih keras agar tujuan dapat tercapai, terlebih jika proyek atau pekerjaan yang diambil juga banyak. Tapi kan waktu pengerjaannya fleksibel jadi bisa santai tapi tetap serius.

Nah, itu dia cara menjadi freelancer (blogger) di era digital menurut Teh Ani. Selanjutnya adalah rangkuman materi mengatur keuangan dari financial blogger, Liswanti Pertiwi. Cuss... baca ya!

Mengatur Keuangan Freelancer (Blogger) di Era Digital

Seperti yang teman-teman ketahui jika freelancer tidak memiliki penghasilan tetap. Tapi freelancer juga bisa berpenghasilan lebih dari seorang karyawan. Oleh karenanya freelancer harus cerdas finansial. Bisa jadi bulan ini dapat banyak penghasilan tapi bulan berikutnya minim, nah ini harus diantisipasi.

Untuk itulah Liswanti Pertiwi, event manager di Komunitas ISB berbagi pengalaman tentang mengatur keuangan freelancer, dalam hal ini blogger. Ya, karena peserta workshop adalah para blogger.


cara-menjadi-freelancer-di-era-digital
Cara Mengatur Keuangan Blogger ala Teh Liswanti Pertiwi yang memiliki sosmed @penaliswanti

Jadi, rata-rata pendapatan blogger itu bisa berasal dari sponsor post, content placement, adsense, campaign, ataupun jasa SEO.

Pertama-tama, blogger merekap penghasilan selama satu bulan. Alangkah baiknya kalau segera mencatat jejak pekerjaannya tersebut (biar enggak lupa juga ya). Catat juga setiap pengeluaran dan pemasukan dari hasil ngeblog, hal ini untuk menghindari uang habis tanpa jejak. 

Setelah mencatatnya di buku (manual), aplikasi excel, atau pun aplikasi di android, blogger bisa membaginya ke dalam pos-pos keuangan. Secara ideal, pos-pos keuangan tersebut dapat teman-teman baca di infografis ya. Namun, kalian juga bisa mengubah prosentasenya sesuai kebutuhan kok.

cara-menjadi-freelancer-di-era-digital
Teh Liswanti sharing mengatur keuangan blogger

Oiya, ada tips nih misalnya kalian ingin investasi berbentuk emas mending beli logam mulia saja untuk jangka panjang. Soalnya kalau emas berbentuk perhiasan itu harganya bisa turun. Selain investasi, usahakan juga punya tabungan.

Setelah blogger tahu cara mengatur keuangan, harapannya sih bisa mewujudkan cita-cita dan keinginan yang telah direncanakan. Selain itu juga menjadi freelancer yang sukses di era digital.

 Itu dia teman-teman, cara menjadi freelancer dan mengatur keuangan blogger di era digital. Semoga bermanfaat untuk freelancer pemula dan blogger yang belum tahu cara mengelola penghasilannya.

Apakah teman-teman blogger sudah mengelola keuangan hasil ngeblog dengan baik? Share yuk di kolom komentar! Terima kasih. 

Post a Comment

3 Comments

  1. Wah, prosentase investasi ternyata sekitar 15% ya? Selama ini saya masih sangat sedikit dalam hal investasi. Semoga ke depannya bisa mulai investasi logam emas aamiin.. Makasih sharing nya, mba

    ReplyDelete
  2. aduh mbak.... baca artikel ini saya langsung minder. artikelnya bagus banget. profesional. saya mah apa? tutup muka dulu deh. jadi lebih ngerti materi workshop setelah baca artikel ini. sukses terus mbak....

    ReplyDelete
  3. Saya baru mencoba menjadi.blogger yang baik supaya bisa menjadi freelance yang baik. Mudah-mudahan nanti saya bisa mandiri secara finansial dan waktu.

    ReplyDelete