
Bisa melanjutkan kuliah di luar negeri tentu sebuah kebanggaan. Sayangnya biaya untuk kuliah dan hidup cukup tinggi sehingga tidak sedikit mahasiswa yang mengurungkan niatnya. Namun jangan berkecil hati, saat ini banyak lembaga yang menyediakan beasiswa luar negeri.
Untuk mendapatkan tentu tidak mudah. Kamu harus bersaing dengan ribuan orang. Bekal akademik saja kadang tidak cukup. Agar bisa menempuh studi dan survive tinggal dan di luar negeri, kamu membutuhkan banyak persiapan.
Daftar Isi
Lengkapi Dokumen Berikut Agar Mudah Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri
Sebagai langkah awal, untuk bisa melanjutkan kuliah di luar negeri, kamu harus menyiapkan dokumen. Kelengkapan jenis dan isinya akan menentukan apakah pemberi beasiswa melirik pengajuanmu atau tidak. Apa saja yang perlu dipersiapkan? Berikut antara lain:
1. Curriculum Vitae
Hampir sama dengan melamar pekerjaan, Curriculum vitae atau CV untuk pencari beasiswa luar negeri sangat penting. Penyelenggara akan melihat kapasitas dan potensimu dari data tersebut. Buatlah CV yang informatif, singkat namun menjelaskan tentang kamu secara detail.
Dalam sebuat CV seyogyanya tidak hanya berisi nama dan alamat, tetapi juga kemampuan di luar akademik, karya tulis atau publikasi yang pernah rilis. Poin ini dapat menunjukkan bobot atau kelebihanmu dari kandidat lain.
Hal yang tidak kalah penting adalah format. Beberapa kampus tujuan atau lembaga pemberi beasiswa mempunyai format khusus yang harus dilengkapi. Sebagai contoh, untuk kampus di Eropa, menggunakan format Europass.
2. Ijazah dan transkrip nilai
Dokumen ini sangat penting dan harus ada ketika mengajukan beasiswa. Pastikan salinan ijazah dan transkrip nilai sudah disahkan dengan bukti legalisir dari Universitas. Waktu pendaftaran biasanya terbatas. Karena itu sebaiknya sudah mempersiapkan salinan sehingga ketika perlu bisa langsung menggunakannya.
3. Motivation Letter
Selain ijazah, motivation letter adalah dokumen yang biasanya menjadi persyaratan pengajuan beasiswa. Pemberi dana akan melihat motivasi apa yang mendorong kamu mengajukan beasiswa. Hal ini menjadi bahan pertimbangan untuk memilihmu sebagai penerima.
Meski tidak ada ketentuan, jangan sembarangan dalam menulisnya. Kesan tidak profesional atau ketidakseriusan bisa membuat penyeleksi mencoret namamu. Motivasi yang mengarah pada keinginan untuk maju dan semangat menuntut ilmu biasanya menjadi poin prioritas.
Tuliskan dengan kata-kata resmi, sopan dan tidak menggurui. Jika ragu, kamu bisa mencontoh format yang sudah dibuat oleh penerima beasiswa sebelumnya. Banyak website yang memuatnya sehingga mudah untuk mengetahui bagaimana seharusnya menulis motivation letter.
4. Dokumen Hasil Test TOEFL
Tes TOEFL merupakan syarat yang harus kamu penuhi. Setiap penyelenggara mensyaratkan skor yang berbeda-beda. Meski negara yang kamu tuju tidak menggunakan Bahasa Inggris untuk komunikasi resmi, namun kemampuan ini sangat penting.
Sebagai bahasa internasional, Inggris menjadi alat komunikasi ketika kamu belum menguasai bahasa resmi negara tersebut. Bukan hanya kemampuan dalam penulisan, namun berkomunikasi wicara juga sangat penting. Tidak sedikit penyelenggara beasiswa yang melaksanakan seleksi dengan wawancara Bahasa Inggris.
Untuk mendapatkan sertifikat TOEFL tidak bisa instan. Karena itu sebaiknya sudah menyiapkan beberapa waktu sebelumnya. Kamu bisa mengikuti tes di lembaga yang mempunyai kredibilitas sehingga kemampuan berbahasa juga bisa dipertanggungjawabkan.
Dapatkan informasi beasiswa & persiapan kuliah di luar negeri bersama Schoters.
5. Surat Rekomendasi
Surat rekomendasi berisi penilaian atas kelayakan mendapat beasiswa dan alasannya. Biasanya surat ini dikeluarkan atau dibuat oleh institusi pengirim dengan PIC pimpinan jika mengajukan dari lembaga. Namun apabila mengajukan atas nama pribadi, bisa meminta surat rekomendasi dari kampus tempat terakhir menimba ilmu.
6. Terjemahan Dokumen
Tidak semua kampus mengeluarkan dokumen dalam Bahasa Inggris. Untuk mengajukan beasiswa luar negeri kamu membutuhkannya. Kamu bisa memintanya ke kampus asal atau menerjemahkan pada penerjemah tersumpah.
Bagian ini sering dilupakan oleh pelamar beasiswa dan merasa cukup dengan dokumen asli berbahasa Indonesia. Sedangkan penyelenggara beasiswa bisa saja membutuhkan dokumen dalam Bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan.
7. Salinan Paspor
Sabagai indentitas ketika di luar negeri, sebelum mengajukan beasiswa sebaiknya kamu sudah mengajukan pembuatan paspor. Banyak penyelenggara yang mensyaratkan Paspor pada saat pendaftaran meski sebenarnya bisa dibuat setelah itu.
Tujuannya adalah agar tidak ada kendala keberangkatan karena kartu identitas belum jadi. Lampirkan salinan dari halaman yang memuat nama, alamat dan seterusnya. Pastikan salinan tersebut jelas karena akan menjadi dasar pengisian formulir lain yang membutuhkan identitas.
8. Proposal Riset
Untuk pengajuan beasiswa S1 memang biasanya tidak ada syarat proposal riset. Namun untuk jenjang S2 dan S3 biasanya penyelenggara menanyakan tema yang nanti akan diteliti. Karena itu, sebaiknya sudah menyiapkannya dengan baik.
Meski kadang bukan merupakan berkas wajib, namun jangan asal membuatnya. Ketika kamu melampirkan, maka berkas ini akan menjadi dokumen yang turut mendapat pertimbangan pada waktu seleksi.
Kuliah di luar negeri memang tidak mudah. Namun bukan berarti kamu tidak bisa memperolehnya. Dengan persiapan matang, kemungkinan lolos dan terpilih untuk menerimanya semakin besar. Karena itu, tidak ada salahnya menyiapkan berkas dari sekarang.
Sumber:
https://www.beasiswapascasarjana.com/2014/02/10-dokumen-beasiswa-yang-perlu-anda-tahu.html
https://edukasi.sindonews.com/read/603057/213/calon-mahasiswa-harus-tahu-10-tips-untuk-mendapatkan-beasiswa-universitas-top-dunia-1637219504?showpage=all
https://ehef.id/post/tips-sukses-untuk-mendapatkan-beasiswa-ke-luar-negeri
