Saturday, December 24, 2016

Gadged (Aman) untuk Anak



Melihat anak kecil yang sibuk dengan gadged, saat ini adalah pemandangan yang tidak asing. Tak seperti dulu, banyak permainan yang mengasah motorik dan fisik. Saat ini gadged telah menjangkau anak-anak untuk menghabiskan waktu bersamanya (gadged).
Seharusya gadget adalah hasil dari perkembangan teknologi yang memudahkan manusia. Namun gadged juga membawa dampak positif dan negatif  bagi penggunanya, tak terkecuali anak-anak. Gadget kini bukan sekadar perangkat elektronik berfungsi khusus, bukan hanya telepon genggam dan laptop. Televisipun dapat dikategorikan sebagai gadged. Semua perangkat elektronik yang dapat diupdate dan memancarkan radiasi dari layarnya.
Secara fisik, gadged dapat menimbulkan kerusakan dan berdampak negatif pada psikomotorik, saraf, dan kejiwaan pemakainya. Jika anak-anak terlalu banyak berinteraksi dengan gadget berlayar seperti telepon genggam, televisi, laptop, dan tablet, kesempatan mereka mendapatkan informasi melalui indera akan sangat sedikit.
Oleh karenanya dibutuhkan peranan orangtua dalam mewaspadai pengaruh negatif gadget pada anak. Menurut Abyz Wigati, ada sembilan cara yang dapat diterapkan dalam mengarahkan gadget untuk aktivitas positif anak.
  1. Membuat kesepakatan bersama anak, kapan dan dimana gadget boleh digunakan. Hal ini dilakukan agar anak dapat memahami waktu pemakaiannya.
  2. Mengajak anak menentukan informasi yang paling ingin diakses melalui gadget sesuai usianya.
  3. Menemani dan membimbing bimbing anak saat mencari informasi melalui gadget.
  4. Mendampingi anak saat mencoba hal baru yang ditawarkan gadget dan menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, memindahkan games memasak favorit anak ke dapur dan merealisasikan dalam wujud nyata. Anak pun paham gadget juga bermanfaat untuk belajar memasak.
  5. Perbanyak cerita agar imajinasi anak menari seiring keindahan teknologi yang ditawarkan gadget.
  6. Luangkan waktu setiap hari untuk membicarakan gadget bersama anak, terutama ketika anak masih balita.
  7. Berikan apresiasi pada setiap hal positif yang dilakukan anak dengan gadgetnya agar anak semakin bersemangat melakukan hal positif
  8. Temukan ketertarikan yang bisa mendukung bakal kehidupan anak di masa depan melalui gadget.
  9. Berikan contoh penggunaan teknologi informasi yang sehat karena orangtua adalah panutan anak di segala hal. Misalnya, menggunakan media sosial sebagai alat dalam berkomunikasi atau menggali informasi.


0 comments :

Post a Comment