Friday, March 17, 2017

Gigi Susuku Kesundulan


Pernahkah Om dan Tante atau teman-teman sekalian cabut gigi? 

Kata Bunda, biasanya anak lima tahun paling takut pergi ke dokter gigi meskipun hanya diperiksa, apalagi untuk cabut gigi. Tapi tidak denganku, kata Bunda aku anak yang pemberani dan hebat. Buktinya aku berani mencabutkan gigi susuku ke dokter. Hebat bukan?

Hai, namaku Dzakiyyah Nayla Khansa, biasa dipanggil Sasa. Kemarin aku pergi ke dokter gigi yang kedua kalinya. Saat pertama, aku pergi mencabutkan gigi susuku yang sudah goyang tapi tak kunjung tanggal. Bahkan saat gigi dewasa sudah muncul, gigi susuku masih bertahan dan hanya bergoyang-goyang saja saat kupegang.

Baca Juga: UGD Drama Korea VS UGD Versi Saya

Kata Bunda, jika gigi susu tak juga tanggal, maka tak akan ada tempat untuk gigi dewasa alias kesundulan. Jika dibiarkan gigiku bisa jelek alias tidak teratur. Iiih, aku gak mau jadi jelek lalu kuajak Bunda ke dokter gigi untuk mencabut gigi susu. Bunda senang bukan main karena tidak perlu membujukku untuk mencabutkan gigi, malah aku yang minta. Hehehe.

Kali ini aku akan menceritakan kisahku saat kedua kali aku mencabut gigi.

Aku dan Bunda berangkat jam 08.45, sesampai di puskesmas Bunda memencet nomor antrian yang tampak keren bagiku karena setelah dipencet mesin itu mengeluarkan dua lembar kertas. Kuperhatikan Bunda menaruh kertas bertuliskan nomor antrian ke dalam sebuah kotak kecil di depan loket antrian. Baru kutahu jika kami harus menunggu nomor antrian itu diambil untuk kemudian kami dipanggil melalui sebuah sound otomatis.
mesin nomor antrian dan aku yang sedang memegang nomornya

Kukira, setelah mendapatkan nomor antrian itu aku akan segera masuk menemui dokter gigi, eh ternyata masih harus menunggu lamaaaaa sekali. Rasanya lebih lama daripada harus menunggu iklan saat aku nonton upin ipin. Untuk menghilangkan rasa bosanku, Bunda menyarankan untuk jalan-jalan dan melihat-lihat sekitar puskesmas. Tiba-tiba saja pandanganku menuju sebuah papan berkaca yang membuatku penasaran. Isinya tentang kayu dan akar-akaran yang pernah kulihat didapur saat bersama Bunda, tapi tampak dikeringkan. Lucu dan unik.

Kusingkirkan rasa bosan dengan membaca semua tulisan di mading ini

Rasa bosanku sedikit berkurang, tapi nomor antrianku belum juga dipanggil. Padahal kata Bunda sudah satu jam lebih kami menunggu. Kira-kira dokter giginya siapa ya? Apakah sama dengan dokter yang telah mencabut gigi susu saat pertama kali tanggal?
Tak sabar ingin segera masuk, sesekali kuintip ruangan klinik gigi

Sesekali aku mengintip ruang klinik gigi, samar-samar kulihat dokter berbincang-bincang dengan pasiennya. Lalu, kapan giliranku? "sabaar, bentar lagi dipanggil" Bunda menenangkan padahal rasanya Bunda bilang gitu setiap kali kubertanya. hehehe

Baca juga: Menikmati Kebaikan Susu Murni

Alhamdulillah. ternyata Dr. Gigi Rini yang akan mencabut gigiku. Dokter gigi Rini sabar sekali dan membuatku nyaman serta tidak takut untuk mencabutkan gigi. Malah aku penasaran sekali dan ingin melihat gigi susuku. Tak terasa sama sekali tiba-tiba saja gigiku sudah tercerabut dari akarnya. Tapi kucari-cari akarnya yang mana? Kok gak ada?
cabut giginya cepat banget, tak terasa gigiku sudah tanggal 

Om dan tante tahu gak, kenapa aku gak takut saat dicabut gigi? Karena aku penasaran dengan alat-alat yang ada di klinik gigi. Banyak sekali alatnya dan kursinya bisa naik turun lhoo... kereen.

Nah, itulah pengalaman cabut gigi susuku yang kesundulan. Jika menarik, jangan lupa tinggalkan komentar di blog Bundaku ya, jangan lupa di follow G plusnya juga. Kata Bunda, yang komen bakalan langsung di follback. 

4 comments :

  1. pengalaman waktu kecil, semua gigi susuku semuanya copot secara alami tanpa ada harus ke klinik atau dokter. dan dulu ada mitos dalam pencabutan gigi susu, mitosnya jika gigi susu atas yang tanggal harus di kubur dan jika gigi susu yang tanggal maka kudu dilempar ke atap rumah/genteng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, iya bener mas. Dulu saya takut kalau harus ke dokter gigi untuk dicabut. Berasa suerem aja. makanya saya usahakan untuk segera lepas gigi yg udah goyang. hehe... lha anakku aneh, suka banget pergi ke dokter gigi
      Eh sama donk, aku pas kecil juga lempar gigi ke atas genteng kalau yg bawah opot, wkwkwkwk

      Delete
  2. Dulu takut banget ke dokter gigi. waktu itu dokternya galak banget. Eh, sekarang malah ketagihan buat perawatan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak, aku dulu juga takut ke dr.gigi, lha liat sasa jadi pengen ke dr. gigi, hehe

      Delete