Thursday, June 28, 2018

8 Tahun Pernikahan dan 3 Pelajaran Hidup

8 Tahun Pernikahan dan 3 Pelajaran Hidup


8 Tahun Pernikahan dan 3 Pelajaran Hidup - Alhamdulillah, Lebaran tahun ini usia pernikahan saya dan suami tepat menginjak usia 8 tahun. Yeayy… artinya saya sudah melewati usia 7 tahun pernikahan yang kata orang rawan. Jika telah melewati usia 7 tahun maka hanya maut yang bisa memisahkan. Amiin.


Bukannya saya tidak percaya, tapi pasti mereka yang berkata telah melakukan analisa. Hehehe. Saya sendiri bersyukur sekali telah melewati hari-hari bersama pasangan dan buah hati kami tanpa masalah yang rumit. Setiap rumah tangga pasti melewati jalan yang berliku, berkerikil, bahkan melewati tanjakan ataupun jalan yang curam. Namun jika dilalui dengan penuh kesabaran insyaallah akan menemukan hikmahnya.

Tulisan ini late post bingits, maafkeun ya 😁 Semoga teman-teman masih mau membacanya. Amiin
Biasanya sih males nulis perayaan gini, tapi dipikir-pikir sayang banget ya kalau dilewatkan. Siapa tahu suatu hari nanti saya ingin mengenang masa-masa indah ini kembali. #uhuk

Beginilah Kami Berkenalan

Masihkah teman-teman ingat bagaimana dulu berkenalan dengan suami/istri? Saya masih ingat sekali, meskipun suami yang lebih mengingat detailnya. Saya merasa sedikit amnesia karena tidak bisa mengingat sesuatu secara detail jika telah lama berlangsung. #gakpenting

Saya mengenalnya saat chating di warnet lalu kopdar di perpustakaan kota. Awalnya saya mengenalnya sebagai lelaki yang sama sekali tidak menarik. Saya yang cerewet dan banyak omong harus bertemu cowok pendiam yang lebih suka tersenyum.
8 Tahun Pernikahan dan 3 Pelajaran Hidup
Beneran deh, saya nggak tertarik sama sekali meskipun dia hampir setiap hari menemui saya. Entah mengapa, kesabarannya dapat memikat hati saya dan menerimanya jadi suami. Setelah berkenalan selama 4 bulan, kami menikah. Alhamdulillah tidak perlu waktu lama, mungkin karena kami sama-sama baru lulus kuliah, sama-sama sudah dewasa, dan sama-sama kebelet nikah. Hahaha

Baca juga: Terpaksa Menikah

Tapi sekarang? Apa iya suami saya tetep nggak menarik meskipun sudah punya dua anak? Heuheu… Sekarang mah Song Joon Ki lewat, Kim Rae Won gak ada apa-apanya dibandingkan suami saya yang gantengnya tiada tara. #uhuk Daripada dipuji orang lain ya kan?

Bicara soal pujian, selama 8 tahun pernikahan suami tidak pernah memuji saya kecuali pada satu hal. Dia selalu bilang kalau saya itu pinter, cerdas, itu aja πŸ˜†. Jangan harapkan pujian yang lain darinya, Hahaha. Dulu sih saat masih pengantin baru saya sering nangis di pojokan karena nggak pernah dirayu dan dipuji. πŸ˜‚πŸ˜‚ Kalau inget-inget bikin ngakak deh pokoknya.

Tapi saya pikir kok masalah sepele aja dibikin rumit. Daripada menunggu pujian dari suami, saya berinisiatif memuji dia lebih dulu. Saya sering melontarkan pujian pada suami meskipun dia nggak membalasnya. Alhamdulillah ternyata saya lebih bisa “nrimo” hahaha.

Apa yang Kami Pelajari Selama 8 Tahun Membina Rumah Tangga?

Menikah tanpa masalah? Rasanya imposible ya, pasti ada walau sedikit. Saat dua pribadi yang nggak pernah tinggal serumah harus bersatu membangun rumah tangga, pasti akan hadir riak-riak kecil dalam perjalanan. Mungkin teman-teman juga ingin membaca 5 Permasalahan yang Sering Dihadapi Pengantin Baru

Awal rumah tangga, saya sedikit kaget dan sering menangis. Apakah teman-teman yang baru menikah juga begitu? Atau hanya saya saja? Hahaha. Ya, saya memang cengeng bahkan sampai sekarang. Baper dikit langsung deh nangis. Apalagi kalau nonton drama korea, mata sampai sembab, heuheu

Terus… terus… selama 8 tahun berumah tangga, pelajaran apa yang dapat kami ambil. Tidak mungkin lah kalau tidak ada sama sekali, ya kan?

1. Uang Bukanlah Segalanya

Tidak bisa dipungkiri jika semua membutuhkan uang. Yap, saya pun juga tidak menyangkal. Apalagi jika sudah berumah tangga, pasti dong butuh uang. Sampai-sampai ada yang bilang kalau laki-laki yang mau nikah itu harus punya pekerjaan tetap, bukan cuma punya cinta. Emangnya anak dan istri mau dikasih makan cinta?

8 Tahun Pernikahan dan 3 Pelajaran Hidup


Duh, saya kok sebel banget ya denger orang bilang gitu. Meskipun saya setuju, tapi perkataan tersebut bisa saja diartikan cinta bukanlah segala-galanya. Bener nggak sih?

Bagi saya cinta adalah segalanya, tapi uang bukanlah segalanya. Punya uang tapi tidak punya cinta, yakin rumah tangganya bisa berjalan normal. Tapi kalau punya cinta? Insyaallah akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan uang karena cinta anak dan istri/suami. Betul apa betul?

Suami saya seorang petani jamur yang ulet dan sabar. Memang tidak bisa memberi saya banyak uang. Tapi dia punya banyak cinta untuk saya, anak-anak, dan memenuhi kewajibannya sebagai suami. Kami juga percaya jika manusia itu sudah ada rezekinya masing-masing dan tidak akan tertukar.
Alhamdulillah, belum pernah ada masalah yang serius terkait dengan uang. Atas izin Allah, saya pun bisa kursus online dan belajar online meskipun saya bekerja di rumah sebagai ibu rumah tangga. Belajar online membuat saya bisa mendapatkan penghasilan dan mandiri secara finansial.

Alhamdulillah, setelah 8 tahun pernikahan saya bisa resign dan membersamai tumbuh kembang anak-anak di rumah. Bersama suami saya sedang merintis bisnis kecil-kecilan, harapannya kami bisa menjadi couplepreneur yang sukses. Amiin

2. Saling Percaya Adalah yang Utama

Penting banget untuk saling percaya kepada pasangan (suami/istri). Saling percaya adalah sumber kebahagiaan. Tanpa rasa saling percaya rumah tangga sedikit demi sedikit akan terkikis kebahagiaannya. Itulah mengapa ada pasangan yang selingkuh ataupun main serong.
Saya tidak ingin seperti mereka yang tidak bisa mempercayai pasangannya. Rasa percaya akan membuat hati tenang dan sebaliknya jika saling curiga hati akan gelisah. Makanya saya dan suami tidak pernah mengunci atau pasang password yang rumit pada gadged. Kalaupun ada password bukan untuk mengamankan dari pasangan, tapi dari anak-anak.

8 Tahun Pernikahan dan 3 Pelajaran Hidup

Apa saja isi hape saya, suami tidak pernah mau tahu. Sejak pengantin baru sampai sekarang. Pun saya yang hampir tidak pernah menghapus pesan-pesan pribadi dari hape kecuali memori smartphone yang penuh. Kalaupun suami pengen buka chat saya ya saya persilahkan. Hehehe

Tak hanya itu sih, dalam hal apapun saya tidak pernah main petak umpet bersama suami. Misalnya mau ngasih uang ke ibu atau adik pakai ngumpet-ngumpet dari suami. Ya enggak laah… Saya lebih suka mendiskusikannya bersama pasangan meskipun yang akan saya berikan adalah uang pribadi. Saya lebih suka mendiskusikan apapun lebih dulu bersama suami. Meskipun terkadang saya termasuk tim #istriselalubenar πŸ˜„πŸ˜„

3. Komunikasi adalah Kunci Segalanya

Ada yang mau menyangkal? Pastinya semua pada setuju kan jika komunikasi adalah kunci segalanya. Komunikasi yang baik akan menghasilkan hubungan yang baik pula. Meskipun suami saya sabarnya kebangetan, bukan berarti tak pernah ada masalah dalam komunikasi, pertengkaran misalnya.
Justru karena sangat pendiam dan tidak pernah marah sama sekali, saya jadi kurang ekspresif karena bingung mau melampiaskan kemarahan saya pada siapa. Huhuhuuuuu

8 Tahun Pernikahan dan 3 Pelajaran Hidup

Itu sih dulu, sekarang saya sudah hapal dengan karakter suami yang sangat pendiam. Saat saya marah suami hanya diam tanpa membalas perkataan apapun. Jadinya saya kayak marah pada tembok donk. Merasa hanya buang waktu dan tenaga, sekarang kalau marah saya hanya nangis sambil bersihkan kamar mandi.

Berasa jadi anak tiri yang nangis disuruh nyikat WC, bhuahahaha. Aslinya saya ngumpet di WC supaya tidak ada yang tahu saya lagi nangis, kan malu sama anak-anak. Nah, biar produktif saya sekalian bersihkan kamar mandi aja.

Tahu nggak kalau saya nangis apa yang dilakukan suami? DIAM. Yes… pakai capslock ya biar jelas. Suami saya hanya diam dan menunduk. Entah apa yang dia pikirkan, saya kan nggak punya kemampuan baca pikiran. Pernah suatu ketika saya bilang padanya, jika wanita menangis itu cukuplah suami memeluk dan mencium keningnya. Paling tidak tanyakan kenapa wanita menangis, yang jelas wanita menangis karena ada sesuatu yang menyesakkan dada dan ingin segera dilampiaskan.

Tapi tahukah teman-teman, selama delapan tahun tak ada perubahan. Tetap saja saat saya nangis suami diam layaknya mengheningkan cipta. Siapa coba yang nggak gemas? Akhirnya saya deh yang bilang “Yah, kalau lagi nangis gini, peluk aku donk, cium keningku!” Barulah dia peluk dan cium saya sambil meringis. Lagi-lagi saya nggak tahu yang dia pikirkan.  Saya bukan Prof. X yang bisa baca pikiran orang kok. Heuheu

Disinilah saya merasa jika komunikasi itu sangatlah penting. Jangan pernah berpikir untuk saling memahami jika komunikasi antara suami istri tidak terjalin dengan baik. Jangan pernah berharap suami tahu isi hati istri jika tidak dikatakan. Suami saya adalah orang paling sabar yang pernah kutemui. Selama delapan tahun pernikahan, belum pernah saya mendengar keluh kesahnya.
Saya pun sangat bersyukur hingga tak jarang air mata ini menetes setiap kali marah padanya. Semoga suami saya selalu sehat dan mendapatkan rahmat serta hidayahNya. Amiin

Harapan Kami di 8 Tahun Pernikahan

8 Tahun Pernikahan dan 3 Pelajaran Hidup

Syukur tak pernah lepas dari bibir ini. Saat piala dunia bergulir di tahun 2018, berarti 8 tahun pernikahan telah kami jalani. Yes, dulu nikahnya pas pembukaan piala dunia. Hahaha... Apalagi tahun ini spesial banget, tanggal pernikahan kami tepat di Hari Raya Iedul Fitri 15 Juni 😍😌.

Harapan kami masih sama seperti saat kami mengucapkan ijab qobul, membangun sebuah keluarga sakinah yang selalu dirahmati Allah SWT. Kami juga berharap segala sesuatu yang kami peroleh adalah barokah. Kami yakin segala sesuatu yang berkah akan mendatangkan manfaat yang lebih besar. Amiin

Mohon doanya ya teman-teman, semoga pernikahan kami bisa langgeng hingga kakek-nenek, Amiin.


28 comments :

  1. Semoga bahagia sampe surgaNya mbak. Alhamdulillah sudah melewati 8 taun, dan seterusnya ya, Amin :)

    ReplyDelete
  2. Ahai, selamat ya Mbak dan Mas, semoga berkah, dan selalu dalam ridlo Allah SWT. Ternyata tanggal nikahan kita beda 12 hari saja. Saya 8 tahun pas tanggal 27 kemarin. Pas Pilkada wkwkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak damar. Selamat juga ya. Doa yg sama buat mbak damar

      Delete
  3. Setiap perjalanan pasti ada tantangan, apalagi perjalanan rumah tangga

    ReplyDelete
  4. Wah.. Swparuh umurnya dari pernikahan saya Mbak Eni.. Saya tepat 16 tahun bulan depan hehehe

    Semoga keluarganya selalu Sakinah Mawaddah Warahmah ya Mbak..
    Sebumi sesurga dengan suami tercinta
    Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin. Makasih mbak. Doa yg sama buat mbak dian sekeluarga

      Delete
  5. Selamat ya mbak sudah memasuki usia perkawinan 8 tahun. Semoga langgeng dan tetap bahagia.

    ReplyDelete
  6. Subhanallah ... semoga langgeng sampai maut memisahkan, mbak. Jadi ceritanya berawal dari dunia maya yang menjadi nyata, gitu? wkwkwk

    ReplyDelete
  7. Makasih mbak mau berbagi pengalamannya. Saya yang masih single termasuk bersyukur bisa belajar dari yang senior dalam berumah tangga

    ReplyDelete
  8. Wah, sharing yang berguna buat saya yang baru mau 4 tahun menikah mbak. Agak geli juga bacanya, karena efek diam tadi. Semoga langgeng mbak, semakin lancar usahanya, semakin bahagia...

    ReplyDelete
  9. Aamiin langgeng terus hingga jannahNya ya mak. Btw gak beda jauh juga tanggal anniversarynya saya 21 mei kemarin mak.

    ReplyDelete
  10. AaMiin mbak, semoga menjadi pasangan dunia akhirat.

    ReplyDelete
  11. Selamat Ulang Tahun pernikahan, mba... Semoga langgeng selalu... sehat dan barokah...
    8 tahun penuh warna warni ya mba...

    Wah, angkatannya sama ini sama saya... Saya Mei kemarin...

    ReplyDelete
  12. Selamat ulang tahun pernikahan, Mba.
    Semoga semakin langgeng dan rukun selalu.
    Suka banget dengan Quotesnya, "Uang bisa membeli kebutuhan, tapi tidak bisa membeli kebahagian". Truee bangettt

    ReplyDelete
  13. makasih mbak sangat bermanfaat pengalamannya buat saya yang masih single hehe , semoga kelurganya selalu di beri kesehatan dan kelancaran rezeki..

    ReplyDelete
  14. semoga langeng ya sampai maut mmemisahkan

    ReplyDelete
  15. Uhuii! Happy anniversary ya mba. Bahagia sehat selalu.. dan makin sukses! Baca tulisannya mba Eni kok rasanya saya udah tuwir ya? Hahaha...

    ReplyDelete
  16. Happy annioversary mba. Semoga langgeng, bahagia, sakinah mawwadah wa rohmah. Aamiin.

    ReplyDelete
  17. Waaah aku banget kalau lagi marah n kesel ama suami milih ngosek kamar mandi. Soalnya kalau aku marah, malah bisa memancing suami marah juga, repot.

    ReplyDelete
  18. Tipe suami kita sama, Mbak. Pelit memuji ahahaha ... Tapi karena memang udah karakternya begitu, ya nrimo aja, deh :)) Padahal kan, kita juga ingin dipuji-puji ya hihihi

    ReplyDelete
  19. Selamat ya mbak sudah 8 tahun usia pernikahan. Semoga langgeng terus sampai tua dan maut memisahkan. Aamiin

    ReplyDelete
  20. Benar komunikasi kunci nya...rumah tangga tanpa komunikasi, mau bagaimana jadinya?

    ReplyDelete
  21. Selamat ulangtahun pernikahan yaa. Bener komunikasi penting banget. Apalagi bila anak² udh besar, tinggal dua-an aja ama suami. Kan hrs kompak tuuuh...

    ReplyDelete
  22. Aaaah Mbak Eniiii, jadi terharu. Semoga samara selaluuu yaaa Mbak

    ReplyDelete
  23. wa so sweet
    selamat anniversary...
    sip banget mbak uang bukan segalanya
    bermanfaat banget nih terutama bagi yang belum nikah

    #coleksendiri

    ReplyDelete
  24. Wahh, selamat ya Mbak. Semoga langgeng. Aku juga ma suami sudah melalui 8 th pernikahan, bentar lagi akan ke-9 th. Dan baru tahu istilah rawan di 7 th pernikahan. Alhamdulillah, dah lulus juga don't. Yeayy!! Mudahan terutama yg mau berumah tangga baca tulisan ini ya. Tengkyuuu 😸😸

    ReplyDelete