
Pernahkah Bunda mengalami stres? Kayaknya sih hampir semua ibu pernah mengalami stress. Hanya saja mungkin tingkatnya berbeda, ada yang ringan dan ada juga yang stres berat.
Stres adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar (KBBI). Faktor luar ini ada bermacam-macam, salah satu contoh nyata yang saat ini terjadi dan banyak diperbincangkan adalah sekolah daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Sudah lebih dari satu tahun pandemi melanda negeri ini dan anak-anak tidak bisa sekolah tatap muka. Mau tidak mau orang tua, khususnya ibu-ibu harus rela meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya yang sekolahnya beralih ke rumah.
Sejak awal pandemi hingga sekarang keluhan tentang permasalahan PJJ belum juga berhenti. Tentu saja, yang paling banyak curhat adalah ibu-ibu yang tugasnya menjadi bertambah. Selain pekerjaan rumah tangga ada anak-anak yang harus didampingi. Belum kalau si ibu bekerja juga pasti masalahnya semakin kompleks.
Ya, siapa coba yang nggaj stres? Mayoritas ibu-ibu tuh bangun sebelum subuh untuk menyiapkan sarapan keluarga. Kerjaan domestik belum selesai, eh jam 7 pagi sudah harus menemani anak-anak belajar.
Biasanya sih yang harus ditemani anak-anak yang masih TK hingga SD. Masalah tidak sampai disini karena ibu-ibu juga dituntut untuk bisa mengajari anak-anaknya. Huft… Kalau diruntut mah buanyak ya masalahnya nggak cuma itu.
Bikin stres? Iya banget. Sampai-sampai tingkat perceraian meningkat loh sejak pandemi, dengan akar permasalahan yang komplek.
Daftar Isi
Beruntung Bisa Bergabung dengan Komunitas
Apakah saya juga stres?
Oh tentu saja dan itu normal kok. Apalagi awal-awal pandemi dimana saya masih harus belajar menerima keadaan.
Tapi, saya tidak terlalu parah sih stresnya karena punya banyak tempat curhat. Saya bergabung di beberapa komunitas dimana anggotanya memiliki bermacam-macam background pendidikan. Tidak hanya blogger tapi juga ibu rumah tangga, dokter, konselor, penulis, dan masih banyak lagi.
Ternyata ya bergabung dengan komunitas ini memberikan vibes yang sangat positif. Saya bisa curhat saat stres dan mendapatkan banyak motivasi dan dukungan. Mendengarkan curhatan teman lain dan belajar banyak hal dari situ.
Saya pun tidak terlalu stres meskipun anak-anak harus PJJ, usaha suami sepi, dan lebih banyak menghabiskan banyak waktu di rumah.
Dari situlah saya merangkum beberapa tips mengatasi stres ala ibu rumah tangga, sebagai berikut.
Bekali Diri dengan Pengetahuan
Membekali diri dengan pengetahuan adalah salah satu tips mengatasi stres ala saya. Pengetahuan tentang apa? Misalnya sedang mendampingi anak-anak belajar ya saya harus punya pengetahuan tentang itu. Tidak harus menguasai, paling tidak saya tahu apa yang dipelajari anak saya.
Pengetahuan tentang virus corona yang menyebabkan penyakit covid-19 menurut saya juga penting. Agar kita bisa tahu apa yang harus dilakukan agar terhindar dari virus ini.
Gimana caranya? Tentu saja dengan membaca. Meluangkan sedikit waktu untuk membaca pengetahuan tentang hal tersebut. Atau bertanya pada ahlinya, membaca artikel di google juga bisa.
Pokoknya usaha lah ya, tidak hanya mengeluhkan keadaan pandemi yang tak kunjung usai, hehehe… piss…
Menambah Jadwal Curhat
Kalau biasanya curhat sekali doang ke teman dekat, saat pandemi ini jangan malu untuk menambah jadwal curhat. Kayaknya semua orang jadi suka curhat (atau mengeluh) deh saat pendemi gini. Ya nggak apa-apa asalkan yang dicurhatin mau.
Biasanya saya curhat masalah sepele kayak PJJ gini ke komunitas karena kan banyak juga ibu-ibu mengalami hal serupa. Tapi kalau untuk permasalahan keluarga saya lebih suka curhat ke konselor keluarga, beliau pemilik Sekolah Parenting Harum.
Enaknya curhat ke konselor itu bisa langsung dapat solusi gitu. Konselor kan sudah punya banyak pengalaman menangani permasalahan orang, sudah sering jadi tempat curhat. Jadi daripada curhat di medsos kalau saya memilih ke ahlinya aja.
Jangan Kerjakan Semua Sendiri
Pekerjaan rumah tangga itu sangat banyak, mulai pagi sampai petang ada aja kerjaan. Nah, kalau dikerjakan sendiri pasti capek dong. Belum lagi kalau harus menemani anak-anak PJJ.
Saya dan suami memilih untuk berbagi pekerjaan. Saya bukan wonder woman yang bisa mengerjakan semua sendiri. Jadi, saya minta tolong suami agar mau berbagi pekerjaan rumah tangga.
Pekerjaan yang menjadi tugas suami adalah mencuci baju, menyapu, dan memberi makan ayam, hehe. Sisanya saya yang mengerjakan karena suami harus berangkat kerja.
Melakukan Hobi/Kesenangan
Tips lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres adalah dengan melakukan hobi atau kesenangan. Kalau sedang jenuh melakukan pekerjaan rumah tangga atau lagi disapa writer block biasanya saya tinggal tuh kerjaan.
Saya memilih untuk merawat tanaman, nonton drakor, main sama anak-anak, membaca Al-Quran, atau membaca novel. Pokoknya saya lakukan kegiatan yang menyenangkan hati saya. Nanti kalau sudah rileks saya cicil lagi tuh kerjaan dan biasanya lebih hepi saat melakukannya.
Mengatur Pola Makan
Mungkin ada yang tidak percaya bahwa mengatur pola makan adalah salah satu cara mengatasi stres. Mungkin bunda pernah tahu ada orang kalau stres tuh pelariannya makan.
Nah, ternyata ini tuh bisa dijelaskan secara ilmiah. Tim dari National Institute for Physiological Sciences menemukan bahwa neuron otak yang aktif akibat stres mengalami peningkatan nafsu makan terhadap karbohidrat.
Oleh karenanya saya selalu sedia makanan sehat seperti buah, sayur, dan umbi-umbian agar gak bingung cari makanan lain saat stres.
Makan buah dan sayur bisa mengurangi stres dan bikin tubuh rileks loh. Gak percaya? Coba deh.
Itu dia tips mengatasi stres ala ibu rumah tangga, semoga bermanfaat ya.
