
“Alhamdulillah, Bun puasaku nggak ada yang bolong, tarawih nggak ada yang bolong, centang semua!” Seru Kak Sasa, putri sulung saya.
“Alhamdulillah!” Balas saya seraya memeluknya.
Ya, Ramadan tahun ini Kak Sasa (8,5 tahun) sudah mulai puasa full seharian. Sejak awal Ramadan dia antusias sekali menyambutnya dan bertekad akan puasa hingga maghrib. Subhanallah… saya terharu melihatnya. Semoga kau tumbuh menjadi anak sholehah dunia akhirat ya, Nak. Amiin
Saya memberi kepercayaan penuh pada Kak Sasa untuk menjalankan puasanya. Saya hilangkan semua rasa khawatir, seperti takut dia kelaparan, takut dia kurus, dan lain sebagainya yang akan membuat anak manja. Maaf, bukan berarti saya enggak sayang anak ya. Kalau dia sudah mampu mengapa kita tidak memberikan kepercayaan saja? Toh dia sudah bisa berpikir tentang sebab akibat.
https://www.bundadzakiyyah.com/5-tips-ajarkan-anak-puasa-sehat/
Lagipula, puasa itu bikin tubuh lebih sehat. Enggak papa lah Kak Sasa lebih langsing dari biasanya karena berat badannya turun 1-2 kg. Tapi dia toh tetap sehat dan aktif. Alhadmulillah. Yang penting saat sahur dan buka asupan nutrisi dan vitaminnya tetap terpenuhi.
Beda lagi dengan Aira, putri bungsu saya yang berusia 5 tahun ini belum bisa diajak puasa. Saya pun hanya mengenalkannya tentang puasa yaitu menahan lapar dan haus sejak matahari terbit hingga tenggelam. Kadang dia ikut sahur, tapi di tengah jalan pengen ngemil, hehehe. Paling penting adalah mengajarkan puasa kepada anak itu harus sesuai dengan tahapannya dan sabar.
Nah, untuk mengusir kebosanan dan dapat menjalankan puasa dengan lebih fun, saya pun mengajak Kak Sasa dan Aira melakukan aktivitas menyenangkan seperti berkebun, meembersihkan rumah, membuat kreasi dengan flanel, dan memasak takjil bersama.

Sebelum ada korona sih masih bisa keluyuran berburu takjil ya, sekarang enggak bisa karena harus #dirumahaja. Jadi saya ajak deh anak-anak bikin takjil sendiri, kali ini kami bikin ongol-ongol singkong. Makanan tradisional yang rasanya kenyal, unik, enak, dan tentu saja menyehatkan.
Saat ini singkong melimpah di pasar dan harganya cukup murah, Rp 3000/kilogram. Saya sering beli singkong untuk kudapan seperti lemet, jemblem, pilus, singkong rebus, singkong keju, dan ongol-ongol. Hampir setiap anggota keluarga juga suka singkong jadi enggak ada ceritanya deh olahan singkong ini tidak termakan.
Hayuk deh intip cara pembuatan ongol-ongol singkong versi saya, untuk 10 porsi ya.
Bahan-bahan
- 250 g singkong, kupas, parut, peras
- 40 g gula pasir
- 100 ml santan
- 1/4 bks agar-agar tawar bubuk
- pewarna makanan (kebetulan saya hanya punya warna pink)
Taburan: (aduk rata, kukus)
- 100 g kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
- 1/3 sdt garam halus
Langkah
-
- Campur santan, gula pasir, dan agar-agar bubuk. Aduk rata.
- Masukkan singkong, aduk rata. Tambahkan masing-masing adonan dengan pewarna makanan. Aduk rata.
- Siapkan 3 loyang segi empat, olesi dengan sedikit minyak. Tuang tiap adonan ke masing2 loyang, ratakan.
- Kukus adonan dalam dandang panas selama 20 menit atau sampai matang.
- Angkat dan dinginkan. Keluarkan dari loyang dan potong-potong. Sajikan dengan taburan kelapa parut.
Nah, itu dia aktivitas seru bersama si kecil membuat ongol-ongol singkong yang rasanya kenyal dan lembut. Anak-anak suka banget kudapan sehat ini. Bisa jadi ide cemilan praktis saat berbuka puasa juga nih ya ^_^
Yuk, coba teman-teman bikin juga. Atau sharing yuk, ide seru kalian saat puasa ^_^
Salam,

