
Hampir satu tahun ya kita bersinggungan dengan covid-19. Virus yang menyebabkan pandemi di berbagai negara ini juga telah memunculkan gejala baru terjangkit covid selain batuk dan demam.
Satu minggu yang lalu ibu saya mengabarkan kalau tetangganya terjangkit covid-19. Katanya tidak ada gejala, enggak batuk dan enggak demam. Menurut penuturan sang istri, suaminya seperti terkena flu tapi tidak demam. Hanya saja badannya merasa tak enak karena nafsu makannya berkurang.
Singkat cerita ada petugas medis yang datang ke rumah tetangga ibu menggunakan APD lengkap. Tetangga ibu positif covid dan dibawa ke rumah sakit sedangkan keluarganya isolasi mandiri di rumah.
Saya pun segera mewanti-wanti ibu melalui telepon agar menjaga daya tahan tubuh. Perketat protokol kesehatan dan konsumsi makanan sehat dan vitamin C. Saya pun banyak-banyak berdoa semoga keluarga saya sehat semua, terutama untuk bapak yang saat ini memiliki penyakit diabetes. Tentu saja saya juga menunda untuk tidak mengunjungi ibu dulu dalam 2 pekan kedepan.
Saya khawatir menjadi OTG dan ikut andil dalam menyebarkan virus corona. Apalagi ada anak-anak dan bapak mertua yang sudah sepuh di rumah. Saya nggak mau egois kayak orang-orang yang sudah abai dengan aturan protocol kesehatan.
Biarlah itu urusan mereka yang penting saya tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga. Apalagi saat ini gejala covid-19 bukan cuma batuk dan deman. Banyak yang tiba-tiba meninggal tanpa gejala atau tanpa didahului penyakit apapun. Entah karena nggak mau periksa atau memang alarm tubuhnya tidak menyala.
Daftar Isi
Gejala Baru Terjangkit Covid-19
Selain melalui uji coba seperti swab test, seseorang yang terkena Covid-19 bisa dilihat dari beberapa gejala umum, seperti demam dan batuk kering. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, ternyata ada satu tanda lagi yang bisa jadi indikasi seseorang terjangkit Corona. Hal tersebut tak lain adalah hilangnya kemampuan mencium (Anosmia).
Nah, ini mirip banget dengan kasus tetangga ibu saya. Beliau tidak bisa mencium aroma makanan hingga akhirnya kehilangan nafsu makan. Keluarga pun tidak menyadari jika itu adalah gejala covid-19.
Ada beberapa penelitian terkait hal tersebut, salah satunya dari JAMA pada bulan Mei 2020 lalu. Dikatakan bahwa virus ini menyerang indra penciuman dan memblokir fungsi vitalnya untuk sementara. Jadi, ketika terkena gejala yang disebut Anosmia seseorang seperti kehilangan untuk mencium bebauan, bahkan dalam level yang tinggi ia juga tak bisa membedakan rasa.
Alih-alih mengalami demam atau batuk kering, seseorang yang terjangkit virus ini cenderung akan kehilangan kemampuan menciumnya. Hal yang cukup meresahkan lagi adalah gejala ini bisa datang secara tiba-tiba dan langsung dalam tahap parah. Tanda lain terkait gejala ini adalah, pasien atau seseorang yang terindikasi tersebut tidak mengalami hidung tersumbat seperti pada flu.
Cara Membedakan Anosmia pada Covid-19 dan Flu Biasa
Seperti saya saya ceritakan sebelumnya, tetangga ibu saya mengira bahwa hilangnya kemampuan menciumnya adalah gejala flu.
Seperti para korban covid-19 pada umumnya yang salah mengartikan anosmia seperti gejala flu biasa. Tapi ternyata berbeda, walaupun pada flu juga sering dijumpai seseorang yang mengalami kehilangan indra penciumannya.
Lalu bagaimana perbedaan kehilangan kemampuan mencium pada pasien covid dan flu biasa?
Anosmia pada Flu Biasa
Pada flu prosesnya adalah ketika virus ini masuk ke hidung biasanya akan menyebabkan inflamasi. Hal ini kemudian direspon oleh sistem tubuh dengan memproduksi lendir. Nah, hal inilah yang kemudian menyebabkan kita susah mencium bebauan karena terhalang oleh lendir tadi.
Lendir tersebut akan menutupi sebagian lubang hidung. Makanya ketika flu dan tidak bisa mencium biasanya dibarengi nafas tersumbat.
Anosmia pada Covid-19
Kemudian untuk mereka yang tak bisa mencium karena covid-19 adalah lantaran virus ini menyerang langsung saraf yang ada di dalam hidung. Jadi, tanpa direspon dengan adanya lendir, tiba-tiba penderita kehilangan kemampuan membauinya. Hal ini kemudian diperjelas dengan tidak ada masalah dalam bernapas, berbeda seperti kasus flu yang disertai penyumbatan.
Nah, jika kita merasakan gejala ini tanpa mengalami kesulitan bernapas, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan. Bisa dengan swab test agar diketahui secara pasti bagaimana status virus covid-19 di dalam tubuh. Jika negatif maka saat setelahnya pastikan untuk tetap melakukan protokol kesehatan agar kita tidak mudah tertular.
Ingat ya teman-teman untuk selalu menjaga daya tahan tubuh, konsumsi makanan sehat, atau jika perlu konsumsi minuman herbal agar tubuh selalu fit dan sehat.
